23:33 - Kamis, 23 Oktober 2014

Menjual Semua Hartanya untuk Sedekah, Malah Kaya Raya (Kisah Nyata)

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: den aminudin - 09/02/12 | 08:30 | 15 Rabbi al-Awwal 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Ini kisah nyata yang dialami teman bekas guru SMA saya beberapa tahun yang lalu. Kisah ini berhubungan dengan sedekah yang dilakukan dengan keikhlasan luar biasa. Bagi saya terdengar agak ganjil dan mustahil, tapi memang itulah kenyataannya. Sepasang suami istri yang menyedekahkan hampir semua hartanya di jalan Allah, kemudian hidup mereka dipasrahkan pada Allah.

Pertama kali mendengar cerita ini, saya kurang percaya, tetapi melihat siapa yang menceritakan saya sangat mempercayai kebenaran cerita ini. Sayang sekali sewaktu saya dan bekas guru SMA saya akan mampir ke rumah pengusaha ini, sang pengusaha sedang keluar rumah.

Kisah ini sebenarnya diawali kegundahan sepasang suami istri akan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari harta yang dimiliki. Mereka seakan tidak merasa bahagia walaupun hartanya berlimpah. Bagi mereka, yang terpenting adalah ketenangan hidup. Akhirnya suami istri ini mengambil keputusan yang tergolong nekad. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka; ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat sementara duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan, karena mereka yakin Allah pasti akan menolong dan memberikan jalan terbaik bagi mereka.

Allahu Akbar! Bukan kesengsaraan yang mereka dapatkan akibat membuang hampir semua harta mereka demi ingin memulai hidup sederhana itu, tetapi kekayaan suami istri ini malahan berlipat-lipat tak terhingga. Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar, seakan-akan perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan malahan diganti 2 perusahaan yang jauh lebih besar dan sangat terkenal oleh Allah. Kini mereka sangat bahagia dengan kekayaan yang mereka miliki. Lebih dahsyat lagi, sepasang suami istri ini ingin memulai lagi seperti yang mereka lakukan beberapa tahun yang lalu. Mereka akan menyedekahkan dua perusahaan itu, bukan imbalan Allah yang mereka harapkan, tapi perasaan sangat dekat dengan Allah dan merasa diperhatikan dan disayang Allah itulah yang tidak bisa digambarkan oleh mereka saat melakukan cara ini.

Sebenarnya langkah yang dilakukan oleh sepasang suami istri ini adalah langkah logis, cuma belum banyak orang yang berani melakukannya. Tentang sedekah Allah bahkan menjanjikan langsung akan melipat gandakan beberapa kali lipat jika manusia melakukannya dengan ikhlas hanya untuk Allah semata. Bahkan balasan atau pahala dari sedekah akan lebih berlipat-lipat lagi jika dilakukan untuk keperluan berjuang di jalan Allah. Semoga kisah di atas bisa membuka mata hati kita akan kekuatan sedekah. Sedekah seperti bernafas, kita harus mengeluarkan nafas kotor banyak untuk bisa menghirup udara bersih banyak pula. Jika mengeluarkan nafas kotor sedikit, akan sedikit pula udara bersih yang bisa kita hirup.

Tentang den aminudin

cianjur, 16 juni 1983 SMKN 1 Sukabumi 2002 aktitas memimpin keluarga, menjemput rizki dan berusaha untuk terus mendapatkan rahmat Allh [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (160 orang menilai, rata-rata: 8,94 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • diana

    tlg ralat,,,,,,nggak perna ada yg namanya BEKAS GURU,

  • MM

    Tepat Firman Nya:
    “Lainsyakartum Laazdidannakum,….”

  • Nurulmukti

    ijin CoPas….syukron…

  • C4ndr4_pnpmtrk

    Asslmlkm Ustafz….Afwan ana izin share

  • Hurriyah_rcn

    mungkin kata bekas bisa dhapus aja,,, karena guru tak ada bekasnya..

  • http://www.facebook.com/people/Abdullah-Hanafi/100000472856223 Abdullah Hanafi

    iya nih ada kata BEKASnya

  • rendy triz

    tapi saya masih bingung bagaimana caranya menyedekahkan 2 perusahaan besar sedangkan disitu pasti terdapat banyak karyawan, apakah mereka diberhentikan atau bagaimana?pasangan itu menyedekahkan kepada siapa?
    saran saya harap dicantumkan bagaimana cara mereka mendapatkan 2 perusahaan besar itu? tidak mungkin kan hanya tidur2an dan pasrah pada Allah SWT ? jadi kita juga tidak asal sedekah setelah itu bingung mau ngapain

    • http://www.facebook.com/people/Muhammad-Alfarizi/1609452506 Muhammad Alfarizi

      kalo sedekah niatnya bukan karena Allah SWT mah ga akan bisa jadi kaya gitu kawan. Kalo bingung mau ngapain, ga usah bingung Allah SWT yang akan kasih petunjuk dan pengarahan langsung bagaimana bisa dapet rezeki yang lebih banyak lagi.

      Allah SWT yang tahu dimana rezeki kita berada. Insya Allah.

      • rendy triz

        terima kasih balasannya
        maksud saya, niat pasti karena Allah SWT, tapi kalau saya jadi Dirut, pasti juga memikirkan nasib karyawan saya, saya tidak bisa seenaknya memecat mereka, mereka juga punya keluarga & masa depan. Nah karena itu sebagai contoh yang baik, andai saja kata “menyedehkahkan” itu bisa dijelaskan dengan lengkap, pasti juga bisa membuka mata pikiran kita juga untuk melakukan hal yang sama.

        • Wahyudi

          setahu saya yg namanya memberikan perusahaan ya cuma ganti pemilik saja… jadi kenapa harus ada pemecatan karyawan.. karyawan tetap kerja perusahaan tetap jalan cuma ganti pemilik saja..gitu kale.

        • Wahyudi

          setahu saya mememberikan/menjual perusahaan itu cuma ganti pemiliknya saja jadi ga ada itu pemecatan karyawan…sebab perusahaan akan tetap berjalan seperti biasa, gitu kale

      • Wahyudi

        maksud rendy mungkin ceritanya yg lebih detail, bgmn ia bisa mendapatkan 2 perusahaan, tentunya ceritanya akan lebih menarik…maaf jika saya keliru.

  • Wahyudi

    memang akan lebih menarik apabila lebih detail dalam menuliskan cerita mnendapatakn dua perusahaan setela menginfaakan hampir semua hartanya.

  • Wahyu Yuni Fisio

    sebetulnay ceritanya bagus tapi yg namanya membuang hartanya itu saya ga setuju pengertiannya harus mendalam sedekah itu tidak membuang harta tapi justru menyimpan hartanya dan itu harta yang abadi selama lamanya yang akan menaungi kehidupan dirumah yang ke2 dialam akhirat

Iklan negatif? Laporkan!
89 queries in 1,518 seconds.