Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Jantungku Sayang, Jantungku Malang

Jantungku Sayang, Jantungku Malang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Polusi menggerogoti udara kota yang jernih
Menyergap pernafasan dengan ribuan zat beracun
Sulit menghela, sulit menghirup
Zat adiktif yang membumbung ke angkasa
Memonopoli hiruk pikuk polusi kota
Karbondioksida pun turut berjejal
Bersama zat-zat beracun mematikan

Jantungku sayang, kau terzhalimi
Keangkuhan manusia dengan asapnya
Yang membumbung lalu terhirup
Jantung yang semula jernih
Kini berongga
Berlubang – lubang bagai hutan yang renta
Dengan pepohonan yang meranggas

Jantungku sayang…
Mungkin aku jualah
Salah satu penyumbang jantung berlubang
Aku yang tak acuh… aku yang tetap bergeming
Kehidupan kota mengekang rasa kepedulian
Knalpot usang yang berkawan asap hitam
Deru mesin yang mencabik kesunyian
Rasa amarah yang menyesakkan dada
Hingga kata maaf jadi impian

Jantungku yang malang…
Ingatkah engkau
Saat udara bebas kau hirup
Tiada noktah yang melekat
Kau mampu resapi makna dalam udara
Yang menembus rongga terdalammu
Hanyalah alam yang mampu hadirkan semua
Sabda Tuhan dalam alam yang permai
Bagi kaum yang berfikir…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'
  • Kenakakau

    puisi apaan neh.. tak ada estetikanya sama sekali..

Lihat Juga

Polusi di Beijing (static.guim.co.uk)

China Akan Cabut 6 Juta STNK Roda Empat