Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / As Siyasatur Ruhiyah (Strategi Ruhiyah adalah Semangat Perjuangan Siyasi)

As Siyasatur Ruhiyah (Strategi Ruhiyah adalah Semangat Perjuangan Siyasi)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (paksi.net)

dakwatuna.com Di tengah realitas problematika bangsa kita hari ini adalah sederet agenda-agenda besar yang mesti kita lakukan demi membuat kehidupan ini lebih baik, adalah tugas kita bagaimana memerankan salah satu peran mahasiswa di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan yakni peran politis, mahasiswa adalah representasi dari masyarakat yang pro kepada kebenaran dan perubahan yang lebih baik.

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam bahasan ini, saya mengutip perkataan Ust Anis Matta dalam sebuah sesi beliau mengatakan , syarat pertama yang harus dilalui oleh umat ini adalah al yaqizhatur Ruhiyah (Kebangkitan spiritual), tema ini adalah salah satu episode terpenting dalam episode-episode kebangkitan umat, kalau kita memandang dalam konteks dakwah adalah salah satu kebangkitan itu adalah tersampaikannya risalah ini kepada seluruh manusia, sebagaimana yang Allah SWT katakan dalam Al Qur’an kisah Ashhabul ukhdud, walaupun secara kasat mata sang pemuda mukmin mati dipanah akan tetapi semangat keteguhan, idealismenya dalam mempertahankan ideologinya menghujam ke dalam sanubari manusia yang menyaksikan proses kematiannya.

Ketika kita berbicara tentang prosesi politik yang tak lama lagi akan bergulir, ini adalah free research untuk mengetahui sasaran loyalitas (wala’ wa baraa) umat Islam di Indonesia. Dalam perjalanan sirah kita dapat mengambil point of information bahwasanya setiap prosesi kebangkitan tidaklah terealisasi melainkan dengan jalan ishlaahur ruh (perbaikan ruhiyah), Ishlahul Ittijah (perbaikan orientasi) dan Ishlahul mabda’ (perbaikan prinsip), ini merupakan agenda-agenda yang mesti dilakukan ketika kita hendak menebar cahaya kebaikan di setiap lini kehidupan manusia. Setidaknya ada dua agenda penting yang mesti kita lakukan dalam strategi perjuangan ruhiyah yang sedang kita jalani saat ini.

Pertamabina’aur ruhiatul qawiyah (membangun kekuatan ruhiyah) merupakan sebuah strategi yang tak dapat tidak mesti kita lakukan kita buat program edukasi ruhiyah bagi masyarakat merupakan peran sosial mahasiswa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Kita melihat sudah banyak di antara para aktivis dakwah yang mulai berangsur-angsur meninggalkan hal ini dalam prosesi politisnya, kita berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk terus bisa berkontribusi dalam sejarah kebangkitan Islam.

Keduabinaa’ul manna’atur ruhiyah (membangun kekebalan ruhiyah) hal ini penting dilakukan kenapa? Karena hal yang paling esensial setelah kita melakukan prosesi penguatan ruhiyah adalah menjaga agar tetap terjaga dari degradasi ruhiyah yang akan berimplikasi pada lambatnya prosesi kebangkitan Islam, kita bisa melihat realitas sirah ketika Shalahuddin al Ayyubi menjaga kondisi ruhiyah para tentaranya dengan berjalan di setiap kemah untuk memperhatikan qiyamul lail para jundinya, dan beliau mendapati salah satu kamp seorang tentara tertidur lalu beliau membangunkannya dan seraya berkata perbuatan kamu ini akan menjadi penghalang kemenangan kita. Wallahu A’lam Bish Shawab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ibnu Muslim Al Baryamany

Lihat Juga

Tembok rasis di Palestina. (alresalah.ps)

Guna Hadapi Terowongan Bawah Tanah Hamas, Israel Bangun Tembok Rasis di Gaza