19:09 - Jumat, 28 November 2014

Pondok Pesantren Sulaimaniyah UICCI Diresmikan oleh Mensos

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 04/02/12 | 15:15 | 10 Rabbi al-Awwal 1433 H

Suasana Kampus UICCI di Rawamangun Jakarta (uiccirawamangun.blogspot.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pondok Pesantren Sulaimaniyah di bawah Yayasan pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia (UICCI) diresmikan di Jakarta, Sabtu (4/2). Peresmian dilakukan oleh Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri.

“Saya memberikan apresiasi kepada Yayasan UICCI yang membangun pesantren tidak hanya di Indonesia tapi di sejumlah negara lainnya termasuk negara non muslim,” kata Mensos saat memberi sambutan pada peresmian pondok pesantren tersebut.

Yayasan UICCI membangun pesantren untuk meningkatkan pendidikan Islam di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Keberadaan pesantren itu juga bertujuan memberikan peluang belajar ilmu yang bermutu dan berkualitas tinggi serta menghidupkan Islam secara kaffah.

Mensos mengaku tertarik dengan sistem pesantren tersebut bagaimana memperbaiki perilaku, sebab Islam besar karena perilaku santun dan akhlak mulia yang menyebar ke penjuru dunia.
“Saya senang sekali bagaimana anak-anak diajarkan akhlak yang mulia sehingga juga akan membangun karakter bangsa,” tambah Mensos.

Menurut Mensos, masyarakat Indonesia mempunyai karakter dan jati diri yang suka tolong-menolong. Ia mencontohkan saat terjadi bencana alam semua masyarakat bahu-membahu membantu korban bencana.

Maka menurut Mensos, lembaga-lembaga seperti Yayasan UICCI yang memberi pendidikan untuk perbaikan akhlak perlu bersinergi dengan yayasan lainnya dan pemerintah akan mendukung upaya tersebut.

Yayasan UICCI telah membuka cabang 5.000 pesantren di lebih seratus negara dengan membawa konsep Turki Utsmani. Di Indonesia yayasan tersebut hadir sejak 2005 dan sudah memiliki delapan cabang, empat di Jakarta, dua di Aceh dan masing-masing satu di Yogyakarta dan Kalimantan.

UICCI sudah memberangkatkan murid-murid mereka ke Turki berbekal ilmu agama yakni fiqih syafi’i, aqidah asy’ariyyah, bahasa Turki dan bahasa Arab. (Ajeng Ritzki Pitakasari/Antara/RoL)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • hamdani

    asslkm ust ana minta alamatnya dan no hpnya soalnya saya kepengen juga menerapkan metode usmani di pesantren tahfizd yang saya bina

Iklan negatif? Laporkan!
64 queries in 1,304 seconds.