15:24 - Jumat, 31 Oktober 2014
Martin M. Baihaqi

Masalah, Ia Bukan Sekedar Ujian

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Martin M. Baihaqi - 02/02/12 | 19:30 | 08 Rabbi al-Awwal 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Dalam kehidupan kita ini pasti ada saja masalah yang harus dihadapi. “Entahlah itu apa masalahnya dan bagaimana?” Yang perlu kita sadari, Tanpa kita minta pun masalah itu akan selalu hadir dalam setiap kehidupan kita, ia merupakan ujian untuk meneguhkan keimanan kita, mengetes kesiapan fisik dan mental kita, mengokohkan sikap dan kepribadian kita serta menguji kesabaran serta rasa syukur yang terpatri dalam diri kita.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid: 22)

Setiap orang pasti punya masalah. Orang yang bermasalah, ia pasti memiliki masa-masa sulit selama dalam hidupnya. Masa-masa indah perjuangan yang harus kita sikapi, hadapi, dan kita cari penyelesaiannya dengan tetap semangat, gigih, optimis, istiqamah, dan sabar.

Sikap-sikap seperti inilah yang seharusnya terus muncul dan harus diperjuangkan dalam menyelesaikan setiap masalah demi masalah ketika masalah itu hadir dalam kehidupan Ummat Muslim. Yaitu kembali kepada Allah SWT dengan berbekal petunjuk kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya yaitu, Al Qur’an dan kepada sebaik-baik petunjuk yaitu, Sunnah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itulah maka sudah seharusnya kita untuk mengembalikan semua perkara masalah yang kita hadapi kepada tuntunan keduanya.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujian kepada kita melainkan sesuai dengan kemampuan kita hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

“Allah tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya”. (QS. Al Baqarah: 286).

Di sinilah keimanan kita benar-benar diuji. Bersabar dan Bersyukur merupakan suatu jawaban yang harus dimiliki untuk tegar menghadapi setiap masalah yang kita hadapi. Di sinilah kita dituntut untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kita, kesanggupan diri kita, kesabaran kita serta rasa syukur kita terhadap masalah yang kita hadapi.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7-8)

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertaqwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. (QS. Thaahaa: 113)

Pelajaran yang berharga bahwa setiap masalah dalam hidup ini haruslah dijalani dengan sikap mental dan daya juang, sekalipun sulit dan kita tahu hidup ini tidaklah mudah, penuh onak berduri, yang terkadang kita dibuat terluka, perih dan sakit. Tapi, Sesulit apapun situasi yang kita alami saat ini, daya juang kita tidak boleh padam. Kita dapat melihat belajar dari banyak orang di sekeliling kita yang tegar menjalani hidupnya, tidak mudah berputus asa dan pantang menyerah. Hidup ini tidak mudah, tapi kita tidak boleh Menyerah.

Yang perlu kita ketahui bersama adalah, Sesusah-susahnya kondisi yang kita alami, cobalah tengok di belahan bumi lainnya, di sana masih ada yang lebih susah di bandingkan masalah yang sedang menimpa diri kita. Jika mereka saja bisa, mengapa kita tidak. Jadi tidak ada alasan tidak bisa bagi kita sebelum kita mengusahakan tang terbaik.

Optimislah! Jangan jadikan setiap masalah yang hadir sebagai penghancur masa depanmu. Tapi, sudah sepatutnya kita mendekatkan diri kepada Allah Sang Pemberi masalah dan menjadikan masalah sebagai daya ungkit yang akan melesatkan potensi yang tersembunyi dalam diri kita, yaitu potensi keimanan dan ketaqwaan.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman.” (QS. Ali-Imran: 139).

Setiap perjalanan kehidupan seseorang sesungguhnya sarat dengan hikmah yang dapat dijadikan pelajaran hidup. Begitu juga dengan setiap masalah demi masalah yang kita alami. Kita pun harus belajar untuk tidak mudah menyerah dengan kekurangan. Berdoa sudah seharusnya dilakukan setiap muslim, apapun kondisinya, di manapun, kapan pun, kepada Allah tentunya. Tidak perlu menunggu saat susah. Berbuat baik dan selalu mohon ampun kepada Allah, maka engkau akan ditolong oleh-Nya.

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al Fatihah: 5)

Ketika kegundahan, kegalauan dan masalah hidup itu hadir, ingatlah bahwa Allah itu tidak hanya sedang menguji kita.

Wallahu a’lam.

Redaktur: Hendra

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (19 orang menilai, rata-rata: 9,05 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
111 queries in 1,591 seconds.