Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Bahasa Keangkuhan

Bahasa Keangkuhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (almuhandis.wordpress.com)

dakwatuna.com

Bila saja gunung itu mampu terdaki bahkan untuk sang lemah pun
maka tak akan ada cerita, ketika si kuat menolong yang lemah
dan yang lemah berpasrah

tak ada kisah perjalanan hati
tak ada kisah berbagi
hanya perlombaan keangkuhan menuju keabadian puncak
maka gunung-gunung akan penuh
dengan simbol keangkuhan

Bila saja penghuni bumi bertabur pendaran ilmu
kebodohan menjadi sejarah masa lalu
maka tak akan ada kata belajar
pun untuk berbagi
hanya perlombaan keangkuhan menuju pembenaran diri
dan bumi akan terisi bahasa keangkuhan

Tapi Rabb, Sang perancang paripurna
saat lemah bersanding kekuatan
saat awwam bersanding ilmu
semua menjadi hakikatnya
hitam putih menjadi warna
baik buruk adalah pertanda
bahwasanya semua kembali padaNya

Bukan karena siapa
Bukan karena berada dimana
Menjadi lebih bergerak
Menjadi lebih hebat
Atau tertunduk melemah

Cukupkan, cukupkan Allah saja
Nafas kita, gerak kita bahkan jatuh kita
Karena jatuh bukan tanda kelemahan
bukan pula ajang berkeluhan

bukan untuk menyandang gelar kekuatan
atau berkalung lambang keshalihan
biarlah Allah menjadi tujuan

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Ini Alasan Israel Ajarkan Bahasa Arab di Sekolah-sekolah