Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Jangan Dilupakan Tapi Diikhlaskan

Jangan Dilupakan Tapi Diikhlaskan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Terus terbayang mengoyak pikiran
Sendu kala berjuang dulu
Tangis dalam perjalanan lalu
Kecewa saat semangat dan langkah menyatu

Pikiran melayang jauhi impian
Seakan bumi enggan mengasihi
Takut melihat wajah dunia kini
Malu menatap jubah perang tertanggalkan

Rindu akan hadirnya Illahi
Dalam nafas jiwa raga diri
Ingin rasanya mencari
Jarum harapan dalam jerami kalbu

Sekali mencoba cermin tak terjaga
Memantulkan kembali kematian hati saat dahulu
Terus merambat hingga denyut nadi
Cepat, cepat tak tertahan

Menolehkan muka ke tanah
Berharap sinar mentari datang
Atau cahaya rembulan tak padam
Atau nyala lentera peradaban

Beribu kali terulang
Bangkit tak bisa
Bangun tak mampu
Hanya karena suramnya masa lalu

Ingin dilupakan namun tak mampu
Karena terlalu manis
Serta terlalu pahit
Untuk dihilangkan dari ingatan

Maka sekali-sekali tak akan dicoba lagi
Energinya mubazir
Menjadi semakin terpatri di dalam otak ini
Bukannya menghilang

Mendalami setiap titik tragis perputaran roda
Menggali cermin untuk masa depan berkilau
Itulah sewajarnya
Tak usah melakukan apa-apa

Diam, diam dan maju ke depan
Membawa asa gapai impian
Menoleh ke belakang sebagai rambu perjalanan
Untuk menghindari lubang hitam kekalahan

Maka jangan dilupakan
Tapi diikhlaskan

Jakarta, 4 Januari 2012

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 8,79 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Wakil Ketua KAMMI Daerah Bogor

Lihat Juga

Ilustrasi. (nuevotiempo.org)

Saat Cinta Harus Ikhlas