Home / Dasar-Dasar Islam / Fiqih Islam / Fiqih Ahkam / Fiqih Shalat (Bagian ke-3): Rukun Shalat

Fiqih Shalat (Bagian ke-3): Rukun Shalat

Ilustrasi (pakmi-zone.blogspot.com)

dakwatuna.comRukun shalat juga disebut dengan fara’idhushshalat adalah amal perbuatan yang dilakukan selama dalam shalat, jika salah satunya ditinggalkan maka batal shalatnya. Rukun shalat itu mencakup:

1. Niat, yaitu berniat melaksanakan shalat yang dimaksud. Niat adanya di hati. Oleh sebab itu tidak disyaratkan melafalkannya, dan tidak ada teks niat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

2. Takbiratul Ihram; yaitu takbir tanda masuk amaliyah shalat. Lafalnya: “Allahu Akbar”. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW.

: «مفتاح الصلاة الطهور، وتحريمها التكبير، وتحليلها التسليم»

“Kunci pembuka shalat adalah bersuci, mulainya adalah takbir dan selesainya dengan bersalam”. (HR Al Khamsah, kecuali An Nasa’iy dishahihkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim)

3. Berdiri; bagi orang yang mampu berdiri dalam shalat fardhu. Sabda Nabi:

« صَلِّ قائِماً، فإن لَم تَستَطِع فقاعداً، فإنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فعلى جَنْب »

“Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring.” (HR. Al Bukhari)

Sedangkan untuk shalat sunnah maka diperbolehkan dengan duduk meskipun mampu berdiri; hanya nilai shalat duduk itu setengah shalat berdiri (HR Al Bukhari dan Muslim).

4. Membaca surah Al Fatihah setiap rakaat fardhu maupun sunnah [1]. Sabda Nabi:

« لا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرأ بِفَاتِحَةِ الكِتاب »

“Tidak sah shalat orang yang tidak membaca Al Fatihah.” (HR Al Jama’ah)

5. Ruku’; yaitu membungkukkan badan sehingga tangan mampu menyentuh lutut, dengan thuma’ninah. Sabda Nabi:

« ثم اركَعْ حتى تَطْمَئِنَّ رَاكِعاً ». متفق عليه.

“Lalu ruku’lah sehingga kamu tenang ruku’.” (Muttafaq alaih)

6. Bangun ruku’ dan berdiri tegak. Sabda Nabi:

« ثم ارفَع حتى تَعْتَدل قائماً » متفق عليه.

“Kemudian bangunlah sehingga kamu berdiri tegak.” (Muttafaq alaih)

7. Dua kali sujud setia rakaatnya dengan thuma’ninah.

« ثمّ اسجُد حتى تَطْمَئِنّ ساجدا ً»، متفق عليه

“Lalu sujudlah sehingga benar-benar sujud dengan thuma’ninah.” (Muttafaq alaih)

“Kesempurnaan sujud dengan tujuh anggota badan yaitu: wajah, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.” (HR Abu Daud dan At Tirmidzi).

8. Duduk akhir dan membaca tasyahhud, yang lafalnya:

« التَّحيات لله والصَّلوات والطَّيبات، السلام عليكَ أيُّها النَّبي ورحمةُ الله وبركاتُه، السَّلامُ علينا وعلى عِبادِ الله الصالحين، أشهد أن لا إله إلّا الله، وأشهد أن مُحمداً عبدُه ورسولُه…» رواه الجماعة

Dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW setelah tasyahhud [2], menurut mazhab Syafi’iy.

9. Salam, seperti dalam hadits Nabi:

: «مفتاح الصلاة الطهور، وتحريمها التكبير، وتحليلها التسليم»

“Kunci pembuka shalat adalah bersuci, mulainya adalah takbir dan selesainya dengan bersalam”. (HR Al Khamsah, kecuali An Nasa’iy dishahihkan oleh At Tirmidzi dan Al Hakim)

Sebagaimana telah disebutkan dari Rasulullah SAW yang salam sekali, dan dua kali dalam beberapa hadits.

10. Tartib, berurutan sesuai yang disebutkan di atas.

 — Bersambung

(hdn)


Catatan Kaki:

[1] Membaca surah Al Fatihah hukumnya wajib bagi imam atau munfarid (shalat sendirian) menurut kesepakatan Ulama. Sedang ma’mum, hukum membaca Al Fatihah adalah wajib menurut mazhab Syafi’iy, makruh menurut mazhab Hanafi, karena firman Allah:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٢٠٤﴾

“Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”(QS. Al A’raf: 204)

Sedangkan menurut mazhab Malikiy dan Hanbali, maka ma’mum wajib membaca Al Fatihah dalam shalat sirriyah (tidak bersuara) dan mendengarkan dalam shalat jahriyah. Makmum sebaiknya membacanya saat imam diam (antara dua bacaan).

[2] Minimal berbunyi:

اللهم صلِّ علىمحمد

Dan yang sempurna adalah:

( اللهم صل على محمد وعلى آل محمدٍ ، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وبارك على محمد وعلى آل محمد ، كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، في العالمين ، إنك حميدُ مجيد )

Hukumnya sunnah menurut mazhab Hanafiy, dan tidak termasuk dalam rukun shalat.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,70 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran Islam yang lengkap dan sempurna ini adalah satu-satunya solusi bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw adalah sumber ajaran Islam yang dijamin orisinalitasnya oleh Allah Taala. Yang harus dilakukan oleh para murabbi (pendidik) adalah bagaimana memahamkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mutarabbi (peserta didik) dan dengan menggunakan sarana-sarana modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Lihat Juga

Berlatih Ikhlas