Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Semangat dari Masalah

Semangat dari Masalah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Sedari lahir kita adalah pemenang dari sekian banyak sel telur yang berhasil dibuahi sperma. Dan sejatinya kita adalah pemenang. Pemenang yang di pilih Allah untuk menyampaikan risalahNya dengan berbagai kemampuan yang Allah titipkan dan dalam kesempatan apapun.

Mengapa selanjutnya kita sering merasa kalah dan menjadi pecundang? Banyak orang menunggu di berikan semangat oleh kita. Jangan pernah berpikir, “itu kan urusan Anda, bukan urusan saya jadi mengapa saya harus peduli?” Seorang teman pernah berkata, bahwa dengan kita bisa memotivasi orang lain, maka secara otomatis kita akan termotivasi.

Kita menjadi pemenang manakala kita mampu membuat diri kita bahagia dan membahagiakan orang lain, dengan kapasitas yang kita miliki tentunya. Salah satunya adalah dengan menyuntikkan semangat pada siapa saja yang membutuhkan. Tak perlu menunggu menjadi sukses untuk bisa memberikan kekuatan pada seseorang yang sedang lemah. Lebih baik berbagi dengan yang sedikit daripada tidak sama sekali. Karena sukses sendiri adalah ketika mampu berbagi semangat bahkan di kala kita lemah dan bangkit bersama menatap dunia. Tanpa sadar, hati dan bibir kita akan menyunggingkan senyum manakala ada secercah semangat yang kita hadirkan untuk orang lain. Siapa pun itu, baik yang kita kenal maupun tidak.

Karena pada dasarnya tiap manusia itu terlahir dengan membawa masalah. Masalah yang Allah berikan bukan tanpa makna. Karena dari masalah kita akan menemukan banyak pelajaran dan hikmah, bagi kaum yang berpikir. Termasuk diri kita. Masalah yang selalu hadir satu paket dengan penyelesaiannya. Masalah yang terkadang membawa kita pada keterpurukan, yang ketika kita bangkit akan membuka mata hati kita untuk melihat dunia dengan cara pandang yang berbeda. Semua itu tak lepas dari campur tangan Allah Ta’ala dan kedekatan kita padaNya. Karena sesungguhnya Allah tak pernah menyengsarakan hambaNya. Namun tak semua orang mampu membuka sendiri mata hatinya saat melihat masalah datang. Banyak yang terlena dan justru menjauh dariNya, menyalahi takdir. Masalah boleh datang memenuhi pikiran, tapi jangan sampai mengacaukan hati untuk selalu mengingatNya. Terus berusaha positive thinking. Bukalah setitik pencerahan yang Allah titipkan melalui perantara apapun dan siapa pun. Karena itu adalah cara Allah untuk membuka mata hati kita untuk mengingatkan bahwa Allah selalu ada untuk kita. Tak pernah sedikit pun Ia meninggalkan kita.

Manakala kita terpuruk, mungkin kita telah meninggalkan secercah semangat yang berusaha berlari mengejar kita yang mendahuluinya dengan menggenggam kesedihan. Kesedihan adalah lumrah. Karena dengan begitu kita akan menghargai  hadirnya kebahagiaan. Tapi jangan pernah memanjakannya. Jadi ketika masalah datang, tempatkan kesedihan di tangan kiri dan taruh semangat di tangan kanan. Supaya ketika ada orang yang membutuhkannya, kita dapat langsung memberikannya.  Abaikan kesedihan dan lemparkan semangat ke seluruh dunia. Berikan senyum terindah dari hati. Biar kesedihan menjadi konsumsi kita dan serahkan kepada Allah. Biar Allah saja yang membantu kita. Cukup Allah.

Allahua’lam.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (37 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'
  • pas banget ketika semangat ini lg lemah sy menemukan artikel ini 

Lihat Juga

Syeikh Yusuf Qaradhawi. (middleeastmonitor.com)

Syaikh Al-Qaradhawi: Demi Palestina, Umat Islam Harus Tinggalkan Masalah Lain yang Kecil