Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Bercermin Dalam Lautan Teguran

Bercermin Dalam Lautan Teguran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (wordpress.com/bintangumilang)

dakwatuna.com – Kadang cukup sulit bagi kita menilai secara jernih sebuah teguran yang masuk untuk diri kita. Subhanallah, ketika Allah hadirkan saudara yang menjadi cermin bagi diri. Saudara itulah yang mampu melihat dan menilai secara subjektif apa-apa yang tidak baik dalam diri kita. Ia tidak pernah menginginkan sesuatu dalam diri kita, yang ia inginkan adalah perubahan baik untuk diri kita. Saudara itulah yang kemudian menuntun kita perlahan-lahan lewat rangkaian kata yang tersusun sedemikian rupa untuk bisa menyentuh kerasnya hati. Saudara itulah yang kemudian membantu kita perlahan-lahan mengikiskan segenap kekhilafan yang dilakukan oleh diri.

Mereka adalah saudara yang tak pernah bosan untuk mengingatkan dalam kebaikan. Mereka adalah saudara yang tak pernah kehilangan semangat untuk membantu kita mengevaluasi diri. Mereka adalah saudara yang Allah karuniakan untuk kita. Ya, mereka itulah saudara yang memiliki keimanan mendalam yang merangkum ungkapan kecintaan pada saudaranya lewat teguran.

Hadiah rabbaniyah itu adalah karunia, ialah ungkapan sayang sejati dari seorang saudara terhadap saudaranya yang terjebak dalam kekhilafan. Cinta yang timbulnya karena Allah, dan bencinya pun karena Allah. Kalau bukan cinta karena Allah, mungkin ia tak akan pernah menegur diri kita.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (27 votes, average: 9,70 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Shita Ismaida

Istri dari Iwan Solahuddin muslimah kelahiran Jakarta ini masih menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Ia juga aktif menulis, tulisannya pernah dimuat di websitus islami.

Meski latar belakang pendidikannya Ekonomi, anak sulung ini justru sangat menyukai sastra. Saat ini ia lebih suka menulis. Penggemar aktivitas petualang dan menantang ini punya hobbi hikking, rafting, traveling.

 

situs web penulis : www.ismaidha.blogspot.com ; www.oasepena.wordpress.com
  • fiersta

    ijin share y ukh..
     

  • Amrizalpks

    Maksih dengan taujihnya, ya memang dakwah ini perlu adanya perbaikan dengan teguran dan yg ditegur dapat menerimanya. Amin

Lihat Juga

Pelabuhan Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 1 di Jakarta Utara. (detik.com)

Pembangunan Pelabuhan Laut di Priok Rampung, Ini Foto-Fotonya