08:22 - Kamis, 24 April 2014

Seni Terindah Menunggu Kematian

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Mamaz Rahmat mantabz - 19/01/12 | 19:30 | 24 Safar 1433 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com - Indahnya hidup ini ketika kita melakukan suatu hal yang mempunyai manfaat. Hidup kita sangat begitu menyenangkan ketika kita bisa memberikan sebuah kebanggaan untuk di persembahkan kepada orang yang kita cintai. Hidup ini sangatlah begitu berarti ketika kita mampu mengerti dan memahami orang lain terutama orang yang kita cintai. Hidup kita akan selalu Tenang dan menggairahkan ketika selalu bersyukur dan ikhlas atas kehidupan yang kita dapatkan dan kita jalani.

Kata-kata yang indah yaaa? Siapa sih yang gak mau seperti kalimat di atas, pasti semua orang maulah. Hanya orang yang tak punya hati yang tak mau seperti itu… kidding.

Kita hidup hari ini sangat sederhana yaa, kita hidup untuk menunggu kematian. Ya hanya untuk menunggu kematian, dan ini yang tak pernah kita sadari, tidak pernah kita sadari sedari kita lahir sampai saat ini. Kita hanya berfikir Hidup kita untuk kesuksesan dunia semata, hanya untuk rumah mewah, mobil mahal, makan enak, duit yang banyak, pokoknya maunya yang enak dah, ada kata yang buat saya tersenyum geli, “Muda Foya-foya, Tua kaya Raya, Mati masuk surga”. Bbeh kata yang tak masuk akal kan?

Memang sederhana, saat ini kita hanya tinggal menunggu kematian, semua sudah tertulis dan tidak bisa di ubah lagi. Nah masalahnya kita menunggu kematiannya sambil melakukan apa, nah itu pertanyaannya. Gak mungkin kan kita menunggu kematian hanya bengong, melamun, jongkok. Nah kita selama ini melakukan apa nih sambil menunggu kematian menjemput.

Ada yang menunggu kematian dengan main gaplek, remi, judi sabung ayam. Ada juga yang menunggu kematian sambil korupsi, makan uang anak yatim, dan banyak dah hal-hal yang dilakukan seluruh manusia untuk menunggu kematiannya. Ada semuanya dan beragam, dari yang paling jelek dan salah sampai dari yang paling baik dan benar.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. 103)

Nah seni terindah menunggu kematian adalah mengerjakan amal shalih dan menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Yang Lebih di kenal dengan sebutan “The Real Agent Of Change”, menjadi agen perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Ini yang terbaik yang kita lakukan sambil menunggu kematian. Menjadi manfaat untuk orang lain. Mengajak orang lain untuk amar ma’ruf nahi mungkar. Ini tugas manusia sesungguhnya sambil menunggu kematian dengan seni yang begitu indah.

Mengajarkan Islam kepada orang yang belum mengenal indahnya Islam, inilah seni yang indah dalam menunggu kematian. bagaimana caranya agar kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat dalam mengenalkan Islam, sebagai seorang the real agent of change. Ada caranya dong, nih caranya:

  1. menjadi teladan sebelum mengenalkan Islam
  2. menjalin keakraban sebelum memberikan pelajaran mengenal Islam dan iman
  3. mempermudah bukan mempersulit orang lain dalam mengenal Islam
  4. menyampaikan yang dasar terlebih dahulu
  5. memberi kabar gembira terlebih dahulu ketika belajar Islam sebelum ancaman
  6. memberikan pemahaman bukan mendikte

Itu cara bagaimana kita menjadi manusia yang bermanfaat dan menjadi The Real Agent Of Change. Sebuah Seni Terindah Menunggu Kematian. Mudah-mudahan kita menjadi manusia yang selalu memberikan warna dalam hidup dan selalu mewarnai dalam setiap kehidupan. Dan bidadari akan menjemput kematian kita ketika melakukan sebuah seni terindah ketika menunggu kematian. Buatlah inspirasi menggairahkan hidup yang tak kenal kata henti.

Tentang Mamaz Rahmat mantabz

aktivitas sebagai Pengajar BIP BKB Nurul Fikri. Mamaz Rahmat Mantabz juga seorang Motivator Muda Indonesia yang telah banyak bersinergi dalam dunia motivasi terutama Pelajar dan Mahasiswa. Mamaz Rahmat Mantabz punya… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (43 orang menilai, rata-rata: 9,37 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 4580 hits
  • Email 2 email
Iklan negatif? Laporkan!
90 queries in 1,064 seconds.