Sahabat…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (tulisannda.wordpress.com)

dakwatuna.com – Sahabat…

Izinkanlah aku menemani mu tak hanya di kala kau bahagia, Izinkanlah aku tetap di sini berjalan beriringan bersama mu walau buliran airmata menetes dari sudut ruang mata mu.

Meringankan beban mu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi ku. Berbagi dengan mu adalah salah satu hal terindah dalam hidup ku. Dan tersenyum bersama mu adalah salah satu hadiah terbaik yang ku dapatkan.

Ingatkah dulu…

Saat kita bersama mengukir sebuah senyuman, berbagi cerita penuh cinta, mengais hikmah bersama dalam setiap episode kehidupan… hingga menitikkan air mata bersama saat gulita yang kita temukan. ingatkah kau?

Sahabat,

Aku bukanlah malaikat, aku hanyalah manusia biasa yang penuh dengan segala kekurangan. Aku tahu rasa cinta pada mu adalah hal yang utama dibandingkan aku mencintai diri ku sendiri. Namun…bila kelak kau menemukan cacat pada diri ku yang tanpa sengaja menyakiti mu, janganlah kau hujat aku. Yang aku minta adalah ingatkan aku dengan nasihat yang penuh dengan hikmah kehidupan…kemudian maafkanlah aku…

Sahabat,

Aku pun menyadari bahwa kau pun sama sepertiku yang hanya manusia biasa. Jika kelak aku pun menemukan cacat pada mu, tak akan ku hakimi kau dengan lisan ku ataupun dengan tangan ku. Namun…akan ku panjatkan doa pada Sang Ilahi agar dengan segera Dia memberikan kedamaian dan kelapangan dalam hati ku hingga tak ada dendam merasuki hati ini. Dan jika kau tak berkeberatan izinkan jua aku mengingatkan mu dengan nasihat yang penuh dengan hikmah kehidupan…

Sahabat,

Ingin sekali aku belajar dari seorang Abu Bakar yang tidak mengeluh saat ular menggigit pergelangan kakinya ketika Rasulullah sedang tertidur di pangkuannya. Karena rasa cinta yang ada pada Abu Bakar kepada Rasul lah yang pada akhirnya mengurungkan niat beliau untuk mengganggu istirahat Sang Nabi. hingga akhirnya meluruhlah air mata beliau dari pelupuk matanya karena menahan rasa sakit itu. Atau kisah cinta para Sahabat lainnya kepada Rasulullah hingga cinta itu utuh sempurna terhimpun menuju syurga-Nya. Itulah ukhuwah….

Sahabat,

Percayalah… semua itu ada karena rasa cinta. Rasa cinta yang tumbuh bukan karena kau adalah seorang yang kaya, bukan pula karena kedudukan mu di dunia atau bukanlah karena kepintaran mu semata. Sungguh, Allah lah yang telah menghimpun rasa ini dalam jiwa dan hati kita hingga kita raih bersama hakikat cinta yang sesungguhnya, yaitu Cinta Karena-Nya…

Dari Umar bin Khatab RA, Rasulullah SAW mengatakan kepadaku, ‘sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat sekelompok orang yang mereka ini bukan para nabi dan bukan pula orang yang mati syahid, namun posisi mereka di sisi Allah membuat para nabi dan orang yang mati syahid menjadi iri. Para sahabat bertanya, beritahukan kepada kami, siapakah mereka itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, ‘mereka adalah sekelompok orang yang saling mencintai karena Allah SWT, meskipun di antara mereka tiada ikatan persaudaraan dan tiada pula kepentingan materi yang memotivasi mereka. Demi Allah, wajah mereka bercahaya, dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak takut manakala manusia takut, dan mereka tidak bersedih hati manakala manusia bersedih hati.’ Lalu Rasulullah SAW membacakan ayat ‘Sesungguhnya wali-wali Allah itu, mereka tidak takut dan tidak pula bersedih hati.” (HR. Abu Daud).

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (42 votes, average: 9,62 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Hanya seorang manusia biasa dengan segala kelemahannya. Namun, dengan berbekal sebuah azzam dalam hati dirinya bertekad untuk memanfaatkan apa yang dimilikinya sebaik mungkin agar menjadi insan yang dapat memberi manfaat bagi sesama (Khoirunnas An'fauhum Linnas).

Seorang manusia biasa yang sedang menunggu ketetapan Rabb nya disetiap waktu, menjalani setiap skenario yang menjadi garis kehidupannya dari Sang Khalik.

Seorang pemimpi yang menjadikan ikhtiar, doa, tawakkal dan ridho orang tua sebagai modal utamanya.

 

Ketika dengan tulisan menjadikan seseorang berilmu sehingga ilmu itu berubah menjadi sebuah amal

Maka itulah sebuah nilai yang mampu ku berikan agar manfaat itu membersamai hidup ku hingga berbuah pahala dalam lingkaran Ridho Ilahi....
  • Hajiwidy

    mawaddat al-shadiq tadhhar waqt al-dliq (kecintaan seorang sahabat akan terlihat saat kesempitan)

Lihat Juga

Respons Ulama Sunni Terhadap Pengkafiran Sahabat Rasulullah SAW