Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Bila Mahkota Hilang

Bila Mahkota Hilang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (shutterstock.com)

dakwatuna.com

Bila mahkota hilang

Tak perlu ada rasa bimbang

Bukankah itu pilihan

Jika perintah di abaikan

Tak ingin terkekang katanya

Merasa panas dirinya

Jadilah bertebaran dada yang di pasarkan

Tubuh-tubuh yang dilemahgemulaikan

 

Bila mahkota hilang

Karena nafsu-nafsu berkerumun

Mangsa tak lagi di cari

Kini ia menjajakan diri

 

Bila mahkota hilang

Kenapa tak ada bimbang

Dimana lagi ada keindahan

Bahkan Tuhan di permainkan

 

Balasan itu belum berwujud

Tapi itu bukan dusta

Hanya sebuah rencana

Bahkan bila nafas masih ada

 

Tuhan sayang, teramat sayang

Bahkan ketika di abaikan

Tapi jangan senang-senang

Sedang sujud pun berjangka

 

Tuhan sayang, teramat sayang

Biar diri tak sia-sia

Terucap ampun

Bukan ketika nafas tersisa

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'
  • Egixgonibala

    mohon izin share lwat fb

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Jika Hawa Nafsu Mencampuri Urusan Anda