Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Pelepas Semua Kenikmatan

Pelepas Semua Kenikmatan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (pianisbelel.blogspot.com)

dakwatuna.com

Pelepas semua kenikmatan

Yaitu kematian

 

Tatkala mengejar kehidupan

Tapi sesungguhnya kita di kejar kematian

 

Kita sedang mengantri

Mengantri menunggu mati

Namun entah di bumi mana

Nafas ini terakhir berhembus

Tapi mati adalah pasti

Karena kita makhluk bernyawa

 

Senandung kesenangan

Adalah pengiring melodi kematian

Semoga dzikir ini terpatri di hati

Hingga jasad ini mati

Dan dzikir menjadi pengiringnya

 

Karena ini adalah sejenak

Dunia ini adalah permainan

Panggung sandiwara katanya

Tapi di sana adalah kampung keabadian

Tempat kita bersenda gurau sepuasnya

Atau menyesal selamanya

 

Di sini kita merintih

Tak ada kemewahan yang di cicipi

Di sini kita tertatih

Melewati duri-duri yang menghampiri

Tapi kita tak sendiri

Ada Allah di sisi

 

Tak perlu bermewah-mewah

Jangan risau meski susah

Karena Rasul pun amat sederhana

Dan kita adalah hamba

Yang di nilai hanya dari taqwa

 

Sebuah doa, khusnul khatimah

Terangkai bersama kematian yang indah

Karena ini bukan akhir

Awal sebuah penghitungan

Untuk kita

Di dunia ini

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,90 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Partai Nasionalis Turki Dukung Hukum Mati “Dihidupkan” Lagi