Home / Pemuda / Kisah / Katanya Allah itu Ada, Mana Buktinya? Kenapa Tidak Bisa Kita Lihat?

Katanya Allah itu Ada, Mana Buktinya? Kenapa Tidak Bisa Kita Lihat?

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comAssalamu’alaikum William…

Maaf ya tadi pembicaraan kita terpotong shalat Maghrib. Maaf juga tadi saya janji mau sampaikan jawabannya bukan melalui pesan ke inbox William tapi lewat catatan ini. Selain agar bisa dibaca oleh teman-teman lain, juga kalau ada yang kurang, ada yang menambahkan, atau kalau ada yang salah ada yang meluruskan…

Saya lupa William cerita itu dari mana sumber bacaannya, kalau tidak salah dari buku aqidah. Saya juga lupa William di mana saya sampaikan cerita itu, di kelas atau di masjid. Yang jelas kamu waktu itu masih kecil, dan masih di SMP, soalnya di angkatanmu sudah tidak ada SMU-nya di Alka.

Kisah ini termasuk kategori ‘Raddus-Syuhubuhat’ (jawaban atas tuduhan) tentang Islam. Musuh-musuh Islam selalu mencari-cari permasalahan dalam agama ini yang sulit dijawab oleh logika kita dan tujuannya agar kaum Muslimin ragu terhadap kebenaran agama mereka, terutama masalah aqidah.

Saya juga kurang ingat betul William apakah ketiga pemuda itu beragama Kristen atau Atheis yang anti agama. Intinya ketiga orang pemuda itu ingin menguji pemahaman seorang ulama tentang Islam. Kalau ia tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan itu, apalagi orang awam. Dan kalau tidak ada jawaban yang logis dan memuaskan, maka ada kelemahan dalam agama ini.

Ketiga pemuda itu menemui sang ulama, dengan penuh yakin bahwa sang ulama tidak bisa menjawab salah satunya mulai berbicara,

“Ya syeikh, katanya Allah itu ada, mana buktinya? Kenapa tidak bisa kita lihat?”

“Cukup? Ya, ada pertanyaan lagi?” sambut ulama itu.

“Ada syeikh, katanya Allah telah menentukan segalanya, termasuk amal perbuatan kita sudah ditentukan dan ditakdirkan. Kalau memang demikian, kenapa musti ada hisab? Dan kenapa musti ada hukuman bagi orang yang melakukan kesalahan?” pemuda kedua bertanya.

“Ya bagus. Ada lagi yang ditanyakan?” tantang syeikh itu.

“Ya ada lagi syeikh. Katanya syetan itu diciptakan dari api. Dan kita tahu bahwa syetan nanti akan dimasukkan ke dalam neraka. Apa ada pengaruhnya, api dibakar dengan api?” Tanya pemuda ketiga.

“Cukup atau ada lagi?”

“Cukup syeikh.”

“Ya sebentar ya…”

Sang ulama tidak menjawab melainkan mengambil beberapa genggam tanah keras lalu…

Pluk… prak…duss…

Dilemparkan tanah keras itu ke muka ketiga pemuda itu, dan ketiganya meringis kesakitan. Darah pun bercucuran dari wajah mereka.

“Ya syeikh, kami bertanya baik-baik, kenapa Anda melempar kami?”

“Itu jawabannya…” jawab ulama itu.

Kedua pemuda itu pergi dan langsung membawa kasus ini ke pengadilan. Melaporkan perbuatan ulama itu agar diadili karena kezhalimannya.

Pengadilan menerima aduannya dan ulama itu pun dipanggil.

Saat sudah berada di atas kursi terdakwa hakim mulai memproses hukumnya dan menanyakan kepada ulama itu perihal dakwaan ketiga pemuda itu.

“Ya syeikh,” kata hakim. “Benarkah Anda telah menyakiti ketiga pemuda ini? Bisa Anda jelaskan?”

“Ketiga pemuda itu menanyakan tiga hal dan saya telah menjawabnya.”

“Jawaban macam syeikh? Lalu kenapa mereka terluka seperti itu?”

“Ya, itu jawabannya.”

“Saya tidak mengerti, bisa Anda jelaskan?”

“Mereka bertanya bahwa Allah itu ada, jika ada, mana buktinya? Kenapa kita tidak bisa melihatnya? Sekarang saya bertanya, bagaimana rasanya saya lempar dengan tanah keras itu? Sakit?”

“Jawab wahai pemuda?” minta hakim kepada salah satunya.

“Ya sakit.”

“Kalau memang sakit, berarti sakit itu ada, kalau memang ada, mana buktinya? Kenapa saya tidak melihat ‘sakit’ itu?”

“Ini, darah ini syeikh. Darah ini tanda bahwa sakit itu ada.”

“Begitulah pak Hakim, dia tidak bisa membuktikan adanya sakit dan tidak bisa melihat sakit itu, hanya menunjukkan tandanya, darah. Bahwa sesuatu yang ada tidak mesti bisa dilihat. Tapi ada tanda-tandanya. Sakit itu ada dan tidak bisa kita lihat, hanya ada buktinya, darah. Demikian halnya dengan Pencipta kita, Allah Azza wa Jalla. Ia ada, namun keterbatasan akal kita tidak bisa menangkap keberadaan-Nya. Dan seluruh makhluk di jagad raya ini adalah bukti bahwa Allah itu ada.”

“Bisa diterima,” sela hakim.

“Pertanyaan yang kedua pak hakim, mereka bertanya bahwa Allah telah menentukan segalanya termasuk amal perbuatan manusia dan mentakdirkannya, jika demikian, apa gunanya hisab dan kenapa mesti ada hukuman bagi orang yang berbuat salah?”

“Apa jawaban Anda syeikh?”

“Sekarang saya bertanya kepada kalian. Kalau Anda berkeyakinan seperti itu, kenapa melaporkan perbuatan saya ke pengadilan? Perbuatan saya kan sudah ditentukan?”

“Bisa diterima syeikh, ada lagi?

“Yang ketiga bertanya, syetan adalah makhluk yang diciptakan dari api, lalu di akhirat nanti akan masuk neraka dan disiksa dengan api. Dan saya telah melempar mereka dengan tanah, kita tahu bahwa mereka, kita diciptakan dari tanah, kalau memang sama-sama dari tanah kenapa mesti meringis kesakitan?”

Hakim pun menerima argumentasinya dan memutuskan bebas untuk sang ulama…

Gitu dach William ceritanya. Semoga bermanfaat. Wassalam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (356 votes, average: 9,24 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Asfuri Bahri, Lc
Lahir di Lamongan dan telah dikaruniai Allah 6 orang anak. Lulusan MTS di Gresik, MA di Gresik, dan LIPIA Jakarta. Sehari-hari sebagai Pengajar. Aktif di beberapa organisasi, antara lain LSM FOCUS, dan IKADI DKI Jakarta. Beberapa karya ilmiah telah dihasilkannya, antara lain "Rambu-Rambu Tarbiyah" (terjemahan, CIP Solo), "Anekdot Orang-Orang Tobat" (Darul Falah), "Galaksi Dosa" (Darul Falah), dan "Kereta Dakwah" (terjemahan, Robbani Press). Moto hidupnya adalah "Pada debur ombak, daun jatuh, hembus angin, ada tarbiyah".
  • Is Roadster

    Mirip yang pernah saya baca di sebuah buku, Vademecum seorang muslim. Tapi gak ingat di jilid berapa. Bedanya ketika itu sang guru menampar muridnya.

    • Rmzal19

      ia benar,,, kalau g salah ini ceritanya : Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, siapapun yang boleh menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

          “Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”

          Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;

      1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
      2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
      3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.

          Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”

          Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab Guru Agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.

          “Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.

          Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.

          Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “Pipi anda diperbuat dari apa?” “ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.

  • NF

    hehe.. postingan ini seperti yg pernah saya posting d blog saya http://nufadilah.blogspot.com/2011/12/3-pertanyaan.html hampir mirip :)

  • Alilubis53

    jawabnya seikhnya berbelit-belit , napa engk di bilang  aj  kayak gini : “ALLAH ITU ADA TAPI TIDAK BERSENTUAN KALAU DEKAT DAN TIDAK BERANTARAN KALAU JAUH ” .
     

    • Ghionk Cobain

      hehehe…seandainya 3 pemuda itu sepintar 
      Alilubis53 pastinya syeikh ga kan jelasin sedetail itu..

      • Guest

        dan kalau si ke 3 pemuda itu sepintar itu maka ia tidak akan mempertanyakan hal seperti itu

    • Ariagunadharma

      pertanyaan logika harus dijawab dengan logika orang yang bertanya itu sendiri…..

    • Azwarwahed

      Justru jwbn ulama itu yg praktis,mudah di cerna/dipaham (3 pertanyaan sekaligus terjawab).Kl ketiga pemuda itu mendpt jwbn spt jwbn anda ya percuma.Mereka pasti TIDAK PUAS, dan beujung pd debat kusir/membingungkan…….!

  • tatanr

    Ya pertanyaan seperti itu memang tidak perlu dijawab dengan dalil dan hadits, cukup dengan logika juga sudah terjawab, tidak usah jauh-jauh menampakkan wujud Alloh, wujud angin seperti apa saja kita tidak akan bisa, tapi dirasakan kan bisa, coba tiup telinga kita pasti terasa dingin, itu baru ciptaannya

  • Nisaitp45

    emmmm,,,, copy sebait kalimatnya ya,,,, boleh kan,,, terimaksaih,,, :)
     

  • Chicheerious

    Assalamualaikum. Izin share ya.. syukron :)

  • Tie_lucu17

    subbhannalh sekali,…

  • Kdigger

    terimaksih atas artikelx !!!!!! saya minta ijin untuk kopi dan share ini!!!!! semoga ALLAH  membalas kebaikan anda!!!!!!!!

  • Taufiksofyan

    Saya tidak perduli siapa yang lebih dulu memposting artikel serupa, yang jelas saya sangat berterimakasih atas postingan ini. karena artikel ini sudah membuka mata hati saya. jujur selama ini saya mencari jawaban apa, yang jadi pertanyaan William.

  • tuti

    saya masih kurang jelas yang kedua ya….mohon penjelasan, terima kasih :)

  • Dedyjie38

    apakah  surga dan neraka kekal trus apa buktinya…??????????
     

    • surga dan neraka adalah pilihan .rewards saat kita menjalani menjalani kehidupan di dunia ini.kalau anda ingin buktinya silahkan anda mati dahulu.nanti ceritakan kepada saya apa yg anda temukan dan anda rasakan.0k

      • Sigit

        woi sob napa lu minta orang mati ! jawaban yang sadis tapi bikin ngakak bacanya :D

    • all

      buktinya gampang tuhan menciptakan kita hidup didunia ini tidak kekal agar nanti kita setelah mati dapat bisa membuktikan surga dan neraka itu kekal.

      • lolo

        lo gali ja kuburan orang paling yg ktemu tinggal tulang,,,ntar lagi tulang pun habis dimakan waktu,,,,gua tantang lu dikuburan biar kita liat benar ada gak yg nama setan,dedemit,pocong

    • YCP

      Intinya adalah APAkah anda percaya Tuhan itu ada ? Bila ini sudah terjawab maka ada gunanya pertanyaan ini di jawab. Kalau anda tidak percaya adanya Tuhan maka di jelaskan sampai berbusa maka tidak ada gunannya karena anda menganggap diri anda sama dengan Batu yaitu sama-sama tercipta tanpa ada nilainya.

  • Singgih Pranowo

    bagus penjelasannya cukup logis, terkadang orang selalu menyatakan pembuktian lewat dali-dalil yang sulit dicerna logika, karenanya orang cenderung meragukan.
    Tuhan itu Logika, gaib itu logika, hanya saja nalar manusia terbatas, tak akan mampu menembus logika Tuhan sang pencipta.
    contoh mudahnya seperti halnya anak kecil mendengarkan omongan orang dewasa, anak-anak itu tak akan pernah mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa karena logikanya belum sampai. :)

  • subhanallah…saya telah menemukan jawaban dari apa yg terngiang2 di pikiran saya…sangat bermanfaat sekali terimakasih banyak..

  • izin share ya akhi…

  • Wah mengena sekali, dengan cara ini saya bisa menjelaskan hal yang sama tentang keberadaan Harry Potter, Superman, Pokemon, Si Manis dari Jembatan Ancol dan tokoh2 lain kepada anak saya….pasti mereka akan percaya kalo tokoh itu ada:)

  • 一人 世中

    untuk apa kehidupan ini ada?

  • Pembuktian bahwa Allah SWT itu ada bukan dari pembuktian fisik bisa diliat atau gak nya. Malaikat ama iblis juga gak bisa dilihat.
    Pembuktian yg bodoh.

    sakit itu ada tapi tidak terlihat.<– bisa di buktikan bahwa sakit itu ada dan dapat dirasakan , seperti yg dilakukan oleh ulama diatas.

    tuhan itu ada tapi tidak terlihat. <– apa buktinya.? mana bukti nya untuk merasakan Allah itu ada?

    • Adhita Sheila
    • prasetya

      Buktinya,, SIaPAKAH yang menciptakan UDARA…

      ataukah ada dg sendirinya? atau memang segala sesuatu itu ADA karena ada yang menciptakan?

    • YCP

      Seorang bayi atau janin dalam kandungan mungkin juga tidak percaya kalau ada Mobil, Pesawat bahkan mungkin dia juga tidak percaya kalau ada Ibu walaupun dia sedang hidup di dalam perut Ibu. Karena bagi Janin dan bayi UNIVERSE (Alam semesta) ini hanyalah RAHIM. Demikian juga manusia punay keterbatasan AKAL, kita tidak bisa berfikir diluar bingkai RUANG dan WAKTU. Padahal sebelum Big bang ruang dan waktu adalah NOL. Kalau kita memikirkan Alam Semesta saja tidak mampu bagaimana juga kita akan memikirkan sang Pencipta. Adanya sesuatu itu bisa di lihat tandanya. Bila Rumah terlihat BERSIH dan RAPI SETIAP HARi maka kita yakin 100 persen ada yang MERAWAT-nya. Demikian juga keteraturan alam semesta ini menunjukan adanya yang merawatnya.

      Bagaimana mungkin anda bisa percaya Alam Semesta ini “RAPI” BERMILYAR TAHUN tanpa ada yang mengaturnya tetapi anda tidak bisa menerima ada Rumah yang Bersih dan Rapi BERPULUH tahun tanpa ada yang merawatnya ?

  • Manusia itu tidak akan mampu untuk melihat wujud Tuhan yang sebenarnnya, tidak semuanya yang ghaib bisa di pikir secara logika. Apakah kamu bisa melihat angin, kamu hanya bisa merasakannya. Tolong masalah perbedaan agama jangan terlalu di nesar-besarkan yang penting itu tidak keluar dari sayariat Islam

  • Ini cerita yang saya tau : jawaban utk 3 perntanyaan itu adalah tamparan dengan tangan :

    Seseorang bertanya dimana Allah, bagaimana wujud Allah dan bagaimana menyembah sesuatu yang tidak ada wujudnya. Inilah 3 pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh “Pencari Tuhan” itu.
    1. Kalau memang Allah itu ada, tunjukkan wujud Allah.
    2. Apakah yang dinamakan takdir?
    3.
    Dan Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang
    terbuat dari api, apakah menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki
    unsur yang sama. Apakah Allah tidak pernah berfikir sejauh itu?
    Jika para pembaca juga mendengar ada seseorang yang menanyakan Dimana
    Allah, TAMPARLAH pipinya saja. Tamparan itulah jawaban atas tiga buah
    pertanyaannya tersebut. Jika mereka terkejut dan tidak mengerti,
    jelaskan seperti dialog berikut.
    Pe-nanya : Kok Anda marah.
    Anda : Bagaimana rasanya tamparan saya?
    P : Tentu saja saya merasa sakit.
    Anda : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
    P : Ya.
    Anda : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!
    P : Saya tidak bisa.
    Anda : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan keberadaan Allah tanpa mampu melihat wujudNya
    Anda : Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
    P : Tidak.
    Anda : Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
    P : Tidak.
    Anda : Itulah yang dinamakan Takdir.
    Anda : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
    P : Kulit.
    Anda : Terbuat dari apa pipi anda?
    P : Kulit.
    Anda : Bagaimana rasanya tamparan saya?
    P : Sakit
    Anda : Walaupun setan dan neraka sama terbuat dari api,
    neraka tetap menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

  • Menurut saya kisah di atas lebih kepada memberikan pemebelajaran kepada kita bahwa akal dan logika manusia itu terbatas. Ada banyak sekali hal yang kita tidak atau belum tau, bahkan ketika sudah diberitahupun kecerdasan kita belum tentu dapat untuk mencerna dan memahaminya. Untuk itu, alangkah sombongnya kalau kita menjalani hidup ini hanya berdasarkan akal kita semata, terlebih lagi akal diri sendiri dan tidak mau menimba ilmu atau berdiskusi dengan sesama. Sesuatu yang berbeda dengan pemikiran kita belum tentu salah, sesuatu yang belum kita tau atau pahami belum tentu tidak ada. So, be wiser. Cheers.

  • Rasional

    Ga rasional ceritanya..bila si hakim ingin ditunjukan rasa sakit dan syekh nya juga minta ditunjukin balik lempar aja ama Tanah atau kursi pengadilan,kan beres.BUat apa Allah menciptakan manusia jika Dia sendiri juga menciptakan neraka dan Iblis untuk mengganggu manusia???kan malah seperti menjebak,Bukan karena saya anti agama atau membenci agama tertentu tetapi berpikir lebih rasional dan nyata..Kalau perumpamaan cerita diatas lebih baik bicarain tentang hantu,sama2 ga bisa dilihat,kalaupun bisa dilihat itu karena alam bawah sadar anda yang melakukannya,sama halnya dngan yang Di Atas.

    • Amaturrahmah Afifah

      ya ampun namanya juga Allah.cuma Allah yang tau.itu pikiran anda dalam dunia dong kan.
      hati hati kalau ngomomg

    • Aulia Putri

      ya itu untuk mengetes sejauh mana iman kita kepada Nya. sama aja seperti pelajaran, walupun bisa dalam segi praktek tapi kita tetap di tes tulis kan untuk mengetahui sejauh mana kita sudah mengerti? kalau ga lulus tes tulis ya remedial. tes itu adalah iblis dan remedial itu sebagai neraka.

    • yusuf

      hantu itu sebenarnya tidak ada, hantu itu perwujudan dari jin/setan/ iblis untuk membelokan iman manusia( sehingga manusia lebih takut terhadap setan dibandingkan kepada allah)
      baca (QS. 2 : 29-36)

    • Amri El Barca

      Substansinya, gak setiap yang ada itu mesti diketahui wujudnya

  • iyan

    saya percaya akan tuhan, tapi saya kurang yakin? saya tidak minta bukti, cuma minta bagai mana meyakinkan adanya tuhan?

    • yusuf

      pernah membaca tulisan tentang percakapan tukang cukur yg tidak percaya dengan adanya allah n customernya yg memiliki pengetahuan n ilmu yang bagus tentang islam karena kebetulan ia seorang santri

      si tukang cukur: sambil dia melakukan tugasnya sebagai tukang cukur, dia bertanya kepada santri trsebut, apakah allah itu benar ada, buktinya ko banyak orang yg susah n bermasalah bahkan sampai bunuh diri
      santri: terdiam senjenak untuk mencari perumpamaan yang sekiranya mampu ditangkap oleh si tukang cukur tanpa harus ada slek. dan dia pun melihat keluar ada seseorang yg sedang berdiri di depan jalan dengan rambut yang berantakan, dan dia berkata saya juga tidak percaya di dunia ini ada tukang cukur
      si tukang cukur: sontak saja dia menjawab dengan nada bicara yg keras kepada santri tersebut, y terang saja rambut orang itu berantakan karena tidak datang ke saya untuk dirapihkan rambutnya
      santri: sambil tersenyum dia pun berkata begitu pun orang2 diluar sana yang memiliki berjuta masalah n yg sedang dalam kesusahan karena dia tidak datang ke allah untuk meminta petunjuknya
      si tukang cukur: terdiam

      dari pembicaraan tersebut dapat disimpulkan untuk berdakwah itu kita harus tau dulu pengetahuan objek dakwah kita. sehingga kita dpat menggunakan bahsan yg sesuai, jadi wajar kalau seseorang berbeda pendapat atau cara tentang bagaimana dia menyerap atau menyampaikan sesuatu asalkan tujuan atau kesimpulannya tidak melenceng dari ajaran dan syariat

    • YCP

      @Iyan : Sekarang coba anda mulai BERFIKIR seberapa besar kemungkinan terjadinya alam semesta ini terjadi secara kebetulan ? Kalau 50 persen berarti 2 kali lempar ada kemungkina 1 kali dapat.

    • YCP

      Seorang badui ketika ditanya Apa buktinya Tuhan ada maka dia menjawab kalau aku lihat ada kotoran keledai maka itu membuktikan bahwa ada keledai. Sesuatu itu dapat diketahui keberadaannya melalui TANDAnya (Sign atau dalam bahasa ARAb => AYAT). Demikian juga bukti adanya alam semesta ini membuktikan adanya penciptanya. Untuk membuktikan adanya sesuatu itu tidak harus dengan melihatnya. Oleh karena itu ARKEOLOG yang menemukan TEMBIKAR dapat mengetahui adanya peradaban yang TELAH MEMBUAT TEMBIKAR tersebut. TIDAK ADA arkeolog yang kemudian mengemukakan TEORI bahwa Tembikar Tersebut TERJADI dengan sendirinya melalui gempabumi yang membuat lumpur bercampur tanah liat di sertai kilat menyambar kemudian terjadi kebakaran hutan sehingga terbuatlah TEMBIKAR itu. Walaupun secara nalar bisa jadi masuk akal tetapi itu TIDAK MUNGKIN.

      Bila Logika kita tidak dapat menerima TEMBIKAR itu terjadi KARENA KEBETULAN tanpa ada yang membuatnya maka KENAPA ANDA dapat mempercayai kalau diri anda bisa tercipa secara KEBETULAN ?

  • lolo

    ingat bro….realita kita dikuburkan ke tanah…buktikan soalnya gua gak terima asal manusia dari tanah,,,capek2 orang tua bikin gua

    • titin

      pembuktiannya kalo lo dah modar

    • sahli

      emang yang dimakan emak sama bapaklo asalnya dari mana, tumbuhan dan hewan kan bro smua asalnya dari Tanah kalau ga da Tanah mti dong smua

    • Diel Wahidil

      baca AL-QUR’AN disitu ada jawabannya. atau cari di google mengenai firman ALLAH asal mulanya manusia.

  • Kaizack

    ahhh… ulama cacat tuhhh…. kalo berhadapan ama gua & temen2 gua, udah gua hajar rame2…. enak aja ngelemparin batu ke muka orang… emng situ juga mau dihajar hah?

    • titin

      blm pernah sakit parah kayak nya nih org…

    • franz maulana

      coba kalo lu berani..!

    • Akbar

      Pikiranya Cetek nih orang….

    • Qback Naoki Quron

      Klu lhu masi zayang am hidup lhu,jgn sskali sakitin ulama kami krn it tandax kalian memotong leher ndiri

    • adam

      keturanan fir’aun lu zack

  • fadlullah ayub

    subhanaullah..syekh pintar nyaaa

  • Elfiza

    jawaban2 dr yg komentar kayaknya jawaban klw gk orang sakit jiwa ya x orang gk ber agama x ya, kecuali beberapa aja yg msh ber akal

  • sahli

    jawabannya ok banget

  • saifullah us

    subhanallah

  • Rafa Ryu Kirana

    bukannya saya tidak percaya bahwa Allah itu ada..tp adakah yg bisa memberi saya jawaban darimana Allah mendapatkan ilmu atau apapun istilahnya untuk menciptakan semuanya…mohon pencerahannya dan jawaban…assalammualaikum

    • Ruhaniyyun

      Allah adalah sumber ilmu. Jadi tdk ada pernyataan “darimana Allah mendapatkan ilmu”.

    • Iwan s

      RRK : Nampaknya anda mesti tahu 10 sifat Allah.

    • Fardanan Fahri

      Assmaulhusna

    • Septio Fadhlul Ismi

      sekarang coba anda lihat lima jari anda.jari itu terdiri dari 3 ruas dan 1 ujung jari tiap jarinya,kecuali jari jempol.Allah itu memiliki 99 nama.Nah sekarang ketika anda berzikir menggunakan jari-jari anda: Subhannallah 33kali,Alhamdulillah 33 kali,Allahuakbar 33 kali dmn ketika ketiganya dijumlahkan akan berjumlah 99.dengan formula berdasarkan jari anda tsb adalah sebagai berikut= (({[3+1]x2}x4)+1jempol=33) setelah itu dikali 3 lagi maka 99.itulah salah satu tanda Kebesaran Allah melalui diri anda sendiri dan mengisyaratkan bahwa ketika kita berdoa,berdoalah dengan menyebut nama-nama Allah tsb. Wallahu’alambisshawaf

    • YCP

      @Rafa : Allah adalah sumber segala sesuatu. Misal saya tanya Kursi ini
      dari mana, itu dari toko furniture, toko furniture dapat dari mana, dari
      pembuat kursi, pembuat kursi dapat kayu dari maman, dari tukang kayu,
      tukang kayu dapat kayu darimana ? dari hutan, kayu di hutan dari mana,
      dari biji benih yang tumbuh, biji benih kayu tersebt dari mana? akan di
      jawab dari kayu…. maka dengan seperti ini maka kita akan berputar pada
      pertanyaan biji dari mana dan kayu dari mana. Secara logika ini tidak
      dapat di terima, maka jawaban yang rasional adalah ada “SESUATU” yang
      telah menciptakan BIJI (benih kayu) tersebut yaitu Allah Ta’ala.
      Dan
      Allah Ta’ala itu TDK ADA permulaannya dan tidak ada akhirnya, kalau ada
      awalnya maka kita akan bertanya kembali persis seperti kasus diatas
      tentang Kau dan Biji Benih kayu.

    • trs

      Kpd saudara Rafas, pelajari saja prima causa

  • apip ruchiatna

    yg coment dgn faham atheisnya tdak prnah mncantumkan fhoto mereka saat berkomentar, apa mreka hanya ingin mnjelekan islam atau punya maksud trtentu…
    intinya kta ini manusia…sesuatu yg terbatas tak prnah mampu mngkaji sesuatu yg tak terbatas…
    ini kisah yg mnarik…

  • dani putra

    KL KOMEN TU YANG BERGUNA DAN MENAMBAH WAWASAN BUKAN MAKI SANA MAKI SINI.
    MASALAH RABB TU ADA ATAU TIDAK ITU MASALAH AQIDAH KITA. KL INI JUGA DIBAHAS MAKA SIAP2 AJA NANTI MATI TINGGAL CAMPAK AJA LHOE KE NERAKA.

  • Akhmad Dharmawan

    jangan emosi. kita doakan saja supaya komen yg tidak mengenakan dapat dapat ilmu dan dapat hidayah. Untuk yg gak percaya kepada Allah, mari mas kita cari tau. Cari tau di mana? yah kita datangi majelis2 ilmu Allah. Banyak kok mas. Di Masjid Istiqlal saja ada konsultasi. Mungkin mas bisa ke sana. Atau banyak lah majelis yang mempunyai guru-guru yang bisa memberikan jawaban atas ketidakpercaan Anda. Jangan lupa do’a mas. Jangan tinggalkan sholat.

  • Robber Kun Rokudaime Hokage

    Subhanallh… Izin copy tadz……

  • taikebo

    lucu banget yah..

    membuktikan adanya tuhan kok pake nampar
    ustad macam apa tuh
    pengen ngakak dulu ah….. hahahahaha

Lihat Juga

Begitu Melimpah Nikmat Allah, Maka Berqurbanlah