Home / Berita / Analisa / Apa yang Terjadi Apabila Hamas Kembali Memenangkan Pemilu?

Apa yang Terjadi Apabila Hamas Kembali Memenangkan Pemilu?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Bendera Hamas (life)

dakwatuna.com – Banyak pertanyaan yang tertuju terhadap permasalahan Palestina, namun dalam kesempatan kali ini kita mencoba untuk mengerucutkannya dalam sebuah pertanyaan, apa yang akan terjadi apabila Hamas menang dalam beberapa proses pemilu nanti? Hal ini mendapatkan perhatian yang lebih baik dari dalam maupun dari dunia internasional, dan juga dari bangsa Palestina sendiri, baik yang berada di dalam maupun mereka yang terusir keluar atau terpencar di berbagai belahan dunia.

Terlebih khusus paska kesepakatan rekonsiliasi di internal Palestina yang dimediasikan oleh pemerintah Mesir, prosesnya sejauh ini berjalan dengan cukup baik. Rekonsiliasi yang ditandatangani di Kairo itu digulirkan untuk mengakhiri segala bentuk perpecahan di tubuh Palestina dan membangun sistem politik yang mampu mengakomodir kepentingan semua pihak, dan membuat agenda yang dapat mengikat semua pihak di Palestina agar dapat mewujudkan harapan dari rakyat Palestina sehingga terwujudlah sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Rekonsiliasi yang melahirkan point-point kesepakatan di Kairo beberapa waktu lalu memberikan jawaban bahwa masa untuk mengadakan pemilu cepat atau lambat pasti akan datang. Dan itu sudah dicetuskan bersama oleh para pemimpin Palestina termasuk di antaranya adalah Gerakan Perlawanan Islam Hamas, dengan menetapkan bulan Mei tahun 2012 nanti sebagai bulan dilaksanakan pesta demokrasi di Palestina.

Pemilu ini juga merupakan peluang untuk mengganti penguasa dengan jalan damai. Sekaligus menjadi momen untuk melakukan revisi hukum dan undang-undang sesuai cara pandang faksi politik nasional ataupun islami yang menang nantinya, dan juga kesempatan mengukur dukungan dari bangsa Palestina yang berada di dalam maupun di luar. Pesta rakyat ini juga menjadi cara satu-satunya untuk menentukan siapa yang berhak menjadi Dewan Nasional Palestina, Anggota Legislatif dan siapa terpilih menjadi Presiden Otoritas Palestina.

Apapun hasil dari pemilu yang akan digulirkan pada tahun mendatang tetap akan menjunjung tinggi rekonsiliasi nasional Palestina, karena faksi-faksi yang ada sepakat bahwa pekerjaan yang dilakukan pada masa mendatang merupakan pekerjaan bersama, dan pemerintahan yang lahir dari hasil pemilu merupakan wujud dari pemerintahan bersatu, yang akan menjadi simbol kemenangan bagi bangsa Palestina dan kekalahan bagi Israel.

Dari cita-cita dan harapan mulia ini, ternyata menyimpan kecemasan tersendiri bagi beberapa pusat-pusat kajian di berbagai negara, khususnya yang berpusat di Israel dan Amerika. Mereka bertanya-tanya, bagaimana nantinya kalau ternyata Hamas menang dalam pemilu mendatang?

Sebelum lebih jauh menjawab pertanyaan ini, kita harus mengetahui indikasi-indikasinya, apakah mungkin Hamas akan mendapatkan kemenangan di ketiga pemilu lembaga politik di Palestina; pemilu Dewan Nasional, pilpres dan pemilu legislatif? Pertama, kita mencoba untuk melihatnya dari faktor luar. Hal yang paling menguntungkan bagi Hamas saat ini adalah suasana politik di kawasan Timur Tengah, dimana saat ini mereka telah menikmati gelombang revolusi.

Kemenangan kubu Islamis di Mesir, Tunisia, Maroko dalam pemilu sedikit banyak memberi pengaruh untuk mendongkrak suara dan memberikan kemenangan kubu Islamis di Palestina yakni Hamas. Ditambah lagi dengan perubahan sikap politik Kerajaan Jordania terhadap Hamas dan juga perubahan sikap dari negara-negara Teluk terhadap kubu Islamis, yang mana semua ini jelas akan menguatkan posisi Hamas untuk mengantongi suara yang cukup dan memenangkan pemilu nanti.

Kedua, dari internal bangsa Palestina sendiri. Rakyat Palestina yang turut dalam pemilu 2006 sebanyak 60% dari mereka memberikan suaranya kepada Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Sangat memungkinkan sekali untuk kedua kalinya mereka akan memberikan suaranya kembali kepada Hamas di pemilu 2012 mendatang. Mengembalikan kembali kejayaan Hamas melalui pemilu yang jurdil setelah suara mereka di pemilu 2006 “dibuang” oleh dunia internasional, lalu mereka dikenakan blokade lalim yang mengepung setiap sisi kehidupan mereka terkhusus bangsa Palestina yang berada di Jalur Gaza. Di saat bersamaan dunia internasional justru mensupport dana keamanan di Tepi Barat untuk memberi kenyamanan bagi penjajah Israel.

Baru-baru ini Otoritas Palestina kemudian melakukan manuver politik dengan cara mengajukan status keanggotaan penuh Palestina ke PBB sesuai dengan teritorial Palestina 1967, yang berbuntut penolakan oleh DK PBB melalui keputusan mutlak dari Uncle Sam, Amerika. Rentetan kondisi politik seperti ini akan mendorong bangsa Palestina untuk semakin menekan Barat dan Israel, dan mereka menaruh harapan dan kepercayaan itu kepada Gerakan Perlawanan Islam Hamas.

Kembali ke tema pembahasan kita, bahwa rentetan ini ibarat akan menjadi gempa susulan yang mengguncang Barat dan Israel. Israel menganalisa bahwa kemenangan Hamas nantinya di Dewan Nasional akan berujung dengan penarikan dokumen pengakuan dua arah antara Israel dan PLO.

Kemenangan Hamas di kursi Presiden ataupun Legislatif akan memberikan efek dukungan dunia untuk menjatuhkan kebijakan dari negara Kwartet yang selama ini selalu memojokkan Palestina. Kemenangan ini jelas akan mengisolasi Israel, dan mengobrak-abrik sikap politik Amerika sehingga menimbulkan perpecahan di tubuh internal mereka; antara memperjuangkan prinsip, nilai atau kepentingan. Karena selama ini sebagaimana yang diketahui dunia bahwa Amerika memiliki kepentingan untuk menjaga seluruh kemaslahatan Israel, tujuannya adalah agar presiden menjabat mendapatkan suara dan dukungan dari pemilih Yahudi.

Namun di satu sisi, prinsip dari bangsa Amerika adalah menerima hasil dari yang lahir dari demokrasi, dan prediksi kemenangan Hamas nantinya merupakan pengejawantahan dari bukti kepercayaan dan buah demokrasi dari bangsa Palestina. Dan semua bisa menilai, bahwa Hamas-lah yang selama ini terlihat selalu mengedepankan dan memperjuangkan nasib dari bangsa Palestina. (msy/felesteen.ps/knrp)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Hisam Dajniy
Penulis dan analis politik Palestina.

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

Kreasi Apik Bendera Palestina Iringi Laga Indonesia vs Malaysia