Home / Berita / Opini / “Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak” Benarkah?

“Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak” Benarkah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Danang Kawantoro)

dakwatuna.comPerempuan yang baik adalah yang bagus agamanya, yang dimaksud ‘agamanya’ adalah agama dalam hati bukan dalam penampilan. Pertanyaan, “Berarti lebih bagus perempuan tidak berkerudung tapi baik kelakuannya (beragama) daripada perempuan berkerudung yang tidak beragama (tidak baik kelakuannya)? Jawab: “Yang lebih bagus adalah perempuan yang berkerudung dan beragama sekaligus.”

Kenapa?

Realitas memperlihatkan kepada kita bahwa perempuan berkerudung lebih banyak yang beragama ketimbang perempuan yang tidak memakai kerudung.

Jika ada perempuan tak memakai kerudung tapi beragama (berakhlaq), maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan tak berkerudung yang rata-rata kurang berakhlaq.

Begitu pula jika ada perempuan berkerudung tapi tidak/kurang beragama, maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan berkerudung yang rata-rata beragama.

Kerudung adalah setengah petunjuk kalau wanita yang memakai kerudung tersebut adalah wanita beragama, setengahnya lagi adalah hati atau perilaku kesehariannya.

Bila perilaku keseharian seorang wanita muslimah sudah bagus namun belum berkerudung, segera lengkapi dengan kerudung, agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna. Begitu pula jika seorang wanita muslimah sudah berkerudung, namun akhlaq atau perilaku kesehariannya masih tidak baik, segera lengkapi dengan akhlaq yang baik, agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna.

Jadi, jangan ada lagi orang yang berkata “Buat apa berkerudung kalau kelakuan seperti wanita tak beragama (tidak baik), lebih baik tidak berkerudung!!”

Pernyataan itu keliru karena beberapa alasan:

Pertama: Alasan Syar’i

Pernyataan tersebut sama dengan menyeru perempuan untuk melanggar apa yang telah Allah perintahkan kepada wanita muslimah. Di dalam Al-Quran Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzaab: 59)

Kedua: Alasan Logis

Dikatakan sebelumnya bahwa wanita muslimah yang baik akhlaqnya namun tak berkerudung baru setengahnya menunjukkan kalau wanita tersebut beragama, karena setengahnya lagi adalah kerudung, berarti wanita yang tidak baik kelakuannya dan tidak berkerudung, tidak setengah pun menunjukkan bahwa wanita tersebut beragama. Maka, bukankah ini lebih parah nilainya di mata agama? Oleh karena itulah pernyataan di atas tidak menjadi solusi yang tepat.

Solusi yang Tepat

Bagi wanita muslimah yang sudah berkerudung dan merasa kalau akhlaq atau perilakunya masih jauh dari akhlaq seorang wanita muslimah yang sebenarnya, tidak perlu terhasut dengan pernyataan “Buat apa pakai kerudung, kalau…. dst” lantas melepas kerudungnya karena malu.

Solusi yang bijak adalah, biarkan kerudung itu tetap melekat bersamanya sembari berusaha untuk terus mengadakan perbaikan akhlaq atau perilakunya.

Pernyataan Lain

Kerudungi hati dulu, baru kerudungi penampilan”. Jika pernyataan ini memang pernah terlontar dan pernah ada, alangkah bijak jika pernyataan ini kita ubah menjadi: “Mengerudungi hati tak kalah penting dari mengerudungi penampilan”.

Tentang pernyataan pertama, dikarenakan perbaikan akhlaq adalah proses berkesinambungan seumur hidup yang jelas bukan instan, dan dikarenakan tak ada yang dapat menjamin bagaimana dan seperti apa hari esok dalam kehidupan kita? Masih di atas bumi kah atau di dalam perutnya? Masih memijak kah atau dipijak? Maka menunda berkerudung dengan alasan memperbaiki akhlaq dulu adalah sesuatu yang tidak semestinya dilakukan oleh wanita muslimah mana pun.

Adapun pernyataan kedua, memang demikianlah adanya, bacalah Al-Quran dan tadabburi maknanya, maka kita temukan bahwa hampir setiap kali Allah berfirman tentang wanita muslimah yang baik (beragama), isinya adalah tentang “Bagaimana seharusnya wanita muslimah itu berperilaku?” selebihnya adalah tentang “Bagaimana seharusnya wanita muslimah itu berpenampilan?”. Jika berkenan bacalah QS. An-Nur ayat 31, At-Tahrim ayat 5, 10, 11 dan 12, dan seterusnya.

Pernyataan berikutnya adalah:

“Kerudung itu bukan inti dari Islam!” Ya, saya pribadi setuju, memang bukan inti dari Islam, tapi bagian penting dari Islam yang jika bagian itu tidak ada, maka terlalu sulit untuk dikatakan “Ini Islam” sama sulitnya untuk dikatakan “Ini bukan Islam”.

Dikatakan wanita muslimah sulit karena tidak pernah mau pakai kerudung, dikatakan bukan wanita muslimah juga sulit, karena shalat, zakat dan ibadah-ibadah lainnya tetap dikerjakan, juga akhlaqnya adalah akhlaq wanita muslimah.

Kalau saya ibaratkan, hal ini seperti bangunan rumah yang tak nampak seperti rumah, namun lebih tampak seperti gudang; berjendela tanpa kaca, tanpa lantai ubin, dan tanpa atap dan seterusnya.

Dikatakan rumah sulit, karena dari luar hampir tak dapat dibedakan dengan gudang. Dikatakan bukan rumah juga sulit, karena ternyata penghuninya lengkap, pasangan suami istri dan satu anak lelaki.

Jendela berkaca, pintu, atap, dan lantai ubin memang bukan bagian inti dari rumah, tapi tanpa adanya semua itu, sebuah bangunan akan kehilangan identitasnya sebagai rumah, konsekuensinya, orang-orang akan menyangka kalau bangunan tersebut adalah gudang tak berpenghuni.

Kerudung atau jilbab adalah identitas seorang muslimah (wanita beragama Islam). Kerudung lah yang memberi isyarat kepada lelaki-lelaki muslim bahkan semua lelaki bahwa yang mengenakannya adalah wanita terhormat, sehingga sangat tidak pantas direndahkan dalam pandangan mereka, kata-kata mereka, maupun perbuatan mereka (para lelaki).

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzaab: 59)

Kesimpulan

Identitas seorang wanita muslimah itu adalah jilbab dan akhlaqnya, akhlaq tanpa jilbab kurang, sama kurangnya dengan jilbab tanpa akhlaq”.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (239 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tinggal di Kecamatan Andir Kelurahan Dungus Cariang. Lahir tahun 1987 di Bandung. Saat ini aktif sebagai mahasiswa di Al-Azhar tingkat 4 Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah wah tsaqafah Tslamiyyah.
  • Guest

    Masya Allah tulisan yang bagus. Di-sharing di blogspot pengajian kita ya. JazakAllahu khayr

  • Dien

    Sebagian wanita berjilbab tujuannya untuk menutupi aurat sesuai yang disyariatkan Islam, sebagiannya lagi berjilbab hannya untuk tujuan tertentu. Setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya, hasil yang akan dicapainyapun sesuai niatnya.

  • Diding Muhyiddiden

    Udkhuluu fi silmi kaafah

  • tika

    harus banyak2 di-share niy, bahan introspeksi kita.

  • Lusi

    Sinetron Televisi kita, yang mengajarkan perempuan berkerudung (muslimah) berkelakuan buruk, tanpa landasan iman… 

  • tatanr

    Alhamdulillah, semoga artikel ini tidak hanya sekedar tulisan dan pajangan yang hanya enak untuk di baca, tapi lebih ditekankan utuk diamalkan, Insya Allah kalau diamalkan bisa jadi maslahat Dunia dan akherat. ……. Amin….

  • Doni

    Alhamdulillah, akhirnya ada juga artikel yg tidak menjelek2kan pihak2 tertentu melainkan mengambil jalan tengah dari persolan khususnya persoalan menutup aurat. Teruslah berkarya

  • perempuan lebih berkerudung biar lebih cantik

    • aksan

      cantik?

  • Yenique_Demariano

    alhamdulillah…smg dakwatuna bs mjd tempat untk mencari solusi yg tepat..

  • Ofyxs

    Semoga semua wanita yang mengaku muslim mau memakai kerudung…. amin

    • Yudhi Mw

      amiiiiinnnnn,……

  • Budi2raharjo

    jilbab adalah kewajiban menutup aurat bagi setiap wanita,jadi gak ada hubungannya dengan kelakuan.terima kasih

  • Djulaeha2

    jadi ungkapan yg umum dilontarkan oleh byk wanita yg nyatakan benerin dulu hati baru berjilbab,itu semua adalah salah selama ini . wanita yang akhlaknya baik tapi belum bejilbab dikatakn sama seperti berbaju tapi telanjang karna auratnya masih terlihat umum ( rambut,telinga)
    jadi sobat jgn ragu bila ingin berjilbab karna itu adalah identitas sempurnamu sebagai seorang wanita muslimah dimata Allah

  • Djulaeha2

    jangan ragu sobat mari mentutupi jilbabmu sampai seluruh tubuh, karna tubuh wanita adalah seluruhnya Aurat .
    Semoga Allah memudahkan niat sobat muslimah. Jangan dengar suara-suara sumbang yg melunturkan agidah kita kepadah Allah dan Rasulullah 

  • djulaeha_jaya

    jadi sobat jangan menderkan suara-suara sumbang yg membuat kita wanita muslim ragu untuk kewajiban identisa kita dimata ALLAH SWT
    ALLAH berserta niat-niat yang baik

  • Adimth

    tp syngnya jaman sekarang kerudung hanya djadikan sbgai kdok belaka…
    bkan brdsarkan Iman karena 4JJI.. :((

  • saguru_kun

    jawaban yg gak realistis dan idealis sekali… jelas lebih baik yang gak berkerudung daripada yg berkerudung tapi kelakuan bejat.. mengapa ???

    secara umum
    setidaknya golongan pertama gak merusak citra para akhwat dan muslimah… sedangkan golongan kedua jadi pencemar nama baik…

    saya gak bilang yg berjilbab tapi kelakuan buruk terus dilepas aja, maka saya setuju dengan anda.. kalau berjilbab harus tahu diri… biar gak mempermalukan islam…

    • Yuda Pratama

      Pertama, antara citra dan kewajiban; maka yang harus didahulukan adalah kewajiban
      Kedua, masalah realisasi kewajiban tidak sempurna yang akhirnya malah membuat citra islam jadi rusak, maka itu adalah urusan si wanita bersangkutan dengan Allah dan tentunya perlu ada arahan dari kawan-kawan terdekat atau siapa saja. Media juga punya peran penting dalam mempublish gaya berjilbab yang benar. Wallahualam.

    • you sounds like politician…menomor satukan pencitraan tapi kewajibannya gak dijalanin

    • Mba End

      saya setuju pendapat anda…super sekali.

  • Umu_aufa

    selain sebagai penutup aurat.jelbab juga sebagai pembeda antara kaum muslimin dan kafir.saya sependapat lebih baik berjilbab meskipun akhlaknya buruk.karena itu salah satu tabiat yg susah dihilangkan.namun dengan seiringnya wkt akhlak seseorang bisa berubah atas kehendak Alloh dan usaha orang itu sendiri (hidayah).wallahu a’lam

  • Ntahakim

    saya sangat setuju dgn pendapat diatas..menutup aurat adalah kewajiban wanita muslim, jadi kalau kewajiban,.. ya… ngga’ bisa ditawar2 lagi., itu aturan Allah, kita harus mengikuti suka ngga’ suka,karena sudah tertulis di Al Qur’an, kalau ngga’ pake, sama dgn kita tidak shalat, ya dosa gitu aja..ngga’ bisa dicari alasan lain….

  • Defzijanisya

    smua prnyataan2 yg ada ttng prmpuan sebaiknya memakai kerudung n alasan2 yg tpat utk mmakai krudung,.,.,!!! artikel yg sngat mmbantu utk prmpuan2 yg blm mmakai krudung,.,.,!!!

  • Defzijanisya

    smua prnyataan2 yg ada ttng prmpuan sebaiknya memakai kerudung n alasan2 yg tpat utk mmakai krudung,.,.,!!! artikel yg sngat mmbantu utk prmpuan2 yg blm mmakai krudung,.,.,!!!

  • Dedewidaningsih

    dengan berkerudung otomatis akan mengikis segala perbuatan atau akhlak yang negatif karena berpikir dulu jika berbuat yang dilarang agama karena memakai kerudung kan malu jika sudah berkerudung tapi tidak sesuai dengan pakaiannya .

  • Clear-eye-sight

    Yoo dibalik: Untuk apa berkelaluan rusak kalau sudah berkerudung?

  • putri

    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeenn

  • almira

    artikelnya benar-benar super sekali …..

  • Sulfriadi

    Semoga artikel ini bisa mengubah jalan pikiran muslimah kita untuk lebih baik dalam berahlak dan berjilbab…insyaALLAH, aamiin

  • Aziima

    bgus bgt tulisan n pnjelasannya :)

  • Fitri_win

    Ijin share,boleh??trimaksh…

  • Veetee_vee

    سُبْحَانَ اللَّهِ.

  • Eep Suhandi

    Semoga banyak muslimah yg membaca artikel ini

  • Amikhomisah

    hemm… ini menjudge namanya….
    coba baca artikelnya lagi baik2 dunk…

    Klo hanya kedok berti mewakili smw wanita berjilbab dunk? naudzubillah.
    Kita blm thu islam yg kokoh ssguhnya kita sunyi maka kita terangi. Smw hars saling memenuhi tdak instan memang.

    Intinya mngkin baca yg jelas spti di atas. tokH TAK ada manusia yg jauh dari khilaf.
    baca lagi yah biar jgn ceplos kedok belaka.. naudzubillahi mindzalik

  • Dengan berjilbab kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, membuka aurat berarti kita menjauhkan diri kita kepada Allah SWT, berapa jauhnya sampai tidak bisa mencium bau Syurga.

  • Aisyah

    sip

  • Ayu Kencanasari

    Berjilbab tidak bisa di gantikan dengan akhlak yang baik sekalipun karena berjilbab adalah perintah Allah…berjilbab adalah bukti kepatuhan kita kepada Allah sebagai muslimah…seperti halnya saat wanita muslimah meninggal dunia yang pertama kali harus di lakukan yaitu menutupi auratnya untuk di persiapkan menghadap Illahi itulah bukti betapa wajibnya berkerudung dan menutup aurat untuk muslimah…terlebih lagi saat kita masih hidup…sebelum terlambat di panggil Illahi …Subhanallah…

  • ABe Abraz Ghandy

    Jika engkau berjilbab dan ada orang yg permasalahkan Akhlakmu, katakan kepada mereka Bahwa Antara Jilbab & Akhlaq adalah 2 Hal yg berbeda.
    Jilbab adalah Murni Perintah Allah SWT, wajib bagi wanita Muslim yg sudah Baligh tanpa memandang Akhlaqnya baik atau buruk.
    Akhlaq Adalah Budi pekerti, tergantung dari budi pekerti masing2. Jika seorang wanita berjilbab melakukan pelanggaran, itu bukan karna Jilbabnya, Tapi karna Akhlaqnya.
    yang berjilbab belum tentu berakhlaq mulia. Wallahu A’lam.

  • Baiq SastraWati

    Paling tidak kita sudah berusaha menjadi muslimah yg baik,,,menutup aurat yg memang hanya boleh di lihat oleh suami kita…

  • Rima Silviana Azizah

    jika boleh menambahkan dan mengingatkan maka gunakan juga jilbab dan pakaian yang sopan dan sesuai ajaran agama :) karena masih banyak yang pakai jilbab tapi pakaiannya tidak sesuai :(

Lihat Juga

Pernyataan Sikap Salam UI Terkait Aleppo, Suriah Berdarah

Figure