05:52 - Sabtu, 01 November 2014

Benahi Bangsa, PKS Luncurkan Rumah Keluarga Indonesia

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 24/12/11 | 20:15 | 29 Muharram 1433 H

Pembina RKI DKI Jakarta, Triwisaksana, memberikan sambutan pada peresminan RKI di Kota Tua, Jakarta, Sabtu, 24/12. (twitter.com/pksjakarta/Aljon Ali Sagara)

dakwatuna.com – Jakarta. Satu lagi langkah nyata dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berbasis sosial. Dalam suasana memperingati Hari Ibu, partai berasaskan Islam ini meluncurkan program Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Ketua DPP PKS Bidang Perempuan, Anis Byarwati mengatakan, berbagai permasalahan yang terjadi dalam masyarakat sebetulnya dapat dicarikan pemecahannya dari keluarga. Karena keluarga adalah pondasi bangsa.

“Yang kami lakukan adalah salah satu bentuk kerja nyata kami terhadap pembangunan bangsa ini,” ujar Anis dalam kegiatan puncak peringatan Hari Ibu di pelataran Museum Fatahillah, Kota Tua, Sabtu (24/12/2011).

Peresmian RKI dilakukan secara simbolik dengan memukul gong oleh Presiden PKS Luthi Hasan Ishaaq. Hadir juga Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai) Untung Wahono, Ketua DPW DKI Jakarta Slamet Nurdin, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana.

Anis menjelaskan dasar pemikiran dibentuknya RKI. Dia mengatakan,  keluarga merupakan pondasi peradaban. Jika ibu baik secara kepribadian, maka keluarga juga akan menjadi baik. Sehingga berdampak pada terbentuknya masyarakat yang baik dan bangsa berkualitas.

“Karena itu ibu dan keluarganya menjadi sekolah awal dari perbaikan. Ini bukti komitmen PKS terhadap pembentukan generasi yang berkualitas. RKI bisa diakses masyarakat dengan mudah, untuk mendapatkan bekalan ilmu keluarga. Bagaimana menjadi suami yang baik, ayah yang hebat, istri yang baik, juga sebagai tempat konslutasi,” terangnya.

Hingga saat ini, sudah terbentuk  105 RKI di 33 provinsi seluruh Indonesia. Selain RKI, bidang perempuan PKS juga membentuk Pos Wanita Keadilan di seluruh provinsi di Indonesia untuk membantu mendorong perekonomian keluarga. Ada 5.800 Pos WK yang sudah terbentuk di 33 provinsi.

“Persoalan keluarga tidak hanya masalah kasih sayang, tapi juga soal ekonomi. Betapa banyak ibu berada di tempat-tempat yang bukan seharusnya karena untuk mempertahankan hidup keluarga. Karena itulah ini menginspirasi kami membentuk Pos WK agar para ibu bisa bekerja dari rumah mereka tanpa melepas fitrah dan fungsinya,” kata Anis.

Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin menambahkan, kerusakan bermula ketika setiap pihak keluar dari fitrahnya.
“Memang suami mempunyai orientasi mencari nafkah keluar rumah. tapi jangan lupakan kewajiban terhadap istri, anak, cucu, orang tua, dan tetangga yang ada di rumah. Begitupun dengan para wanita dan istri. Karena itu, kalau ingin baik, kembali kepada fitrahnya,” cetus Hilmi.

Acara dihadiri seribu lebih kader, simpatisan dan masyarakat umum. Kebanyakan adalah kaum perempuan. Kegiatan itu juga dimeriahkan dengan penampilan Tim Nasyid Izzatul Islam, Fadli Padi, dan Opick. Sejumlah stand bazar juga tampak ramai, seperti stand RKI, Pos WK, Layanan Kesehatan Gratis Lemsos DPW DKI Jakarta, dan Bidang Perempuan dari struktur DPP, DPW dan DPD di DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu juga diberikan Bang Sani Awards kepada beberapa perempuan inspiratif yang berkiprah di bidang lingkungan hidup, ekonomi rumah tangga, dan pendidikan. Mereka yang menerima antara lain Hj Tanawarrini (Bidang Lingkungan Hidup),  Heriyanti Pesimarmata (Bidang Lingkungan Hidup), Emma Rohaima (Bidang Pendidikan), Fatwa Bahalwan (Bidang Pendidikan), Atifah Hasan (Enterpreunership), dan Priyati Rahman (pegiat sosial, peraih penghargaan dari BKKBN). (nurul taqia)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (11 orang menilai, rata-rata: 9,27 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Tuankubajabe

    Asswb PKS  Ba’da tahmid was shalawat,amien  Berikut usulan tentang pemberdayaan tenaga kerja wanita. Konkritnya adalah penerapan sistem kerja shift 2 orang bagi tenaga kerja wanita untuk posisi yang sama.

    Jadi karyawati 1 masuk kantor jam 08.00-13.00. karyawati 2 masuk kantor jam  13.00-17.00. Upah dan tunjangan yg diterima masing-masing minimal mendapat setengah dari seharusnya jika full time, Perusahaan tidak dirugikan krn cost-nya tetap. Syukur-syukur jika perusahaan (misalnya BUMN) mampu memberi lebih dari setengahnya.Ini tidak berlaku mutlak bagi semua posisi, tidak juga berlaku mutlak bagi semua daerah, dan tidak berlaku mutlak sepanjang masa kerja. Ini utk memberi kesempatan pada wanita utk berbagi waktu dg keluarganya, sesuai kodratnya. Pun juga untuk mengurangi pengangguran, jadi berbagi pendapatan dengan lebih banyak wanita. Terutama perusahaan swasta di Jakarta yang transportasinya tambah macet. Perusahaan tidak boleh menolak jika karyawati yang mengajukan lebih dulu pada perusahaan.

    Jenis pekerjaan yang sangat mungkin mengaplikasikan sistem ini adalah : teller bank, operator call center, petugas kasir, buruh pabrik, perawat, penjaga toko, pelayan restoran dsb.Mohon tanggapan, apa saja hambatan untuk mewujudkan gagasan ini, esensi gagasan ini adalah pembagian waktu untuk memberi kesempatan bagi wanita secara seimbang antara kewajiban di rumah dan membantu ekonomi keluarga. Flexibilitas tetap diperhatian dan diakomodasi utk mewujudkan hal ini. yang penting semua pihak (perusahaan dan 2 karyawati tersebut) sepakat. Jazakallah khair jika setuju dengan gagasan ini, Insyaa Allah keluarga Indonesia akan lebih terbina dan sejahtera, amien. 
    Wass Wr Wb, AdiJl Kalimantan 83 Beji Depok0811378768

  • Sobirtex

    RKI ( rumah keluarga Islami) lebih keren

  • Sugi Yani

    usulan bagus , mudah2an bisa sebagai wacana yang diperhatikan n dipertimbangkan di dunia kerja. 

Iklan negatif? Laporkan!
65 queries in 1,394 seconds.