ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Pantaskah Aku Dicintai?
April Safa

Jalan Cinta Para Pejuang

1/12/2011 | 06 Muharram 1433 H Please wait
Oleh: April Safa
Kirim Print
email

Judul: Jalan Cinta Para Pejuang
Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro-U Media
Tahun terbit: Mei – 2009
Tebal Buku: 344 halaman

Cove Buku "Jalan Cinta Para Pejuang"

dakwatuna.com – “Hari-hari kita pada umumnya memprioritaskan emosi yang dominan cinta dalam jiwa. Jika kita ingin mengubah segala sesuatu dalam jiwa, tentu diawali dengan mengubah cinta, jiwa dan dunia.”

Mencintai mempunyai arti yang luas, apakah selalu mengorbankan jiwa dan raga demi orang yang dicintai dengan menghilangkan akal sehat? Tentu saja tidak.

Dalam buku ini, cinta memiliki banyak rasa. Cinta ada saat menikmati kesusahan, kegelisahan dan kesedihan. Jiwa ini seperti cermin, jika kita diberi rangsangan untuk tersenyum pasti perasaan kita bahagia. Jika kita ingin bahagia awali agar hati dan jiwa kita untuk selalu tersenyum membahagiakan diri sendiri dan orang lain.

Sudah saatnya kita menaklukkan emosi serta menaklukkan hawa nafsu. Terkadang kita mencintai seseorang dengan menggantungkan kebahagiaan untuk selalu bersamanya. Namun di saat dia tidak memberi kesempatan pada kita, itu menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena mencintai ataupun karena cinta itu sendiri tapi karena kita salah meletakkan kebahagiaan cinta itu dalam arti kebersamaan.

Kata ‘menaklukkan’ sangatlah hebat, kita harus mengenali apa yang akan kita taklukkan. Setelah mengenali, barulah kita paham apa saja yang dibutuhkan dalam menaklukkan tujuan kita itu. Selain kebutuhan secara jasmani, kebutuhan spiritual sangat dibutuhkan dalam menapaki perjalanan untuk mencapai tujuan. Kita boleh saja percaya adanya keajaiban tapi jangan bergantung pada keajaiban karena ada yang lebih memegang kendali agar keajaiban itu terjadi yaitu Allah SWT.

Dengan apa kita menaklukkan dan menghadapi musuh dunia? Tentu saja dengan cinta. Karena kita belajar apa itu cinta dari segala sesuatu yang ada di bumi. Dengan cinta di koridor yang benar, akan kita nikmati perjalanan mencapai cita dan harapan Ilahi. “Ya Allah letakkanlah dunia dalam genggamanku bukan dalam hatiku…”

Buku yang membahas perjalanan cinta para pejuang di jalan Allah yang diharapkan tidak memaknai cinta sekedar nafsu saja tetapi juga meluapkan cinta atas dasar ibadah kepada Allah. Penyampaian buku yang sangat menarik dengan dibumbui cerita-cerita Nabi serta sahabatnya benar-benar menginspirasi bagi pembaca. Selamat membaca!


Topik: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (14 orang menilai, rata-rata: 9,93 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ustadz Arifin Ilham: Siapa yang Ingin Membubarkan FPI…