Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Masih Haruskah Berpacaran??

Masih Haruskah Berpacaran??

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (blogspot)

dakwatuna.com – Allah memberikan rizki sesuai dengan kebutuhan hambaNya dan di waktu yang menurut Allah terbaik untuk kita mendapatkannya. Jodoh adalah salah satu rizki yang Allah persiapkan untuk kita.

Allah akan memberikan jodoh pada kita di saat yang tepat. Bukan sesuai dengan keinginan kita. Seringnya kita menginginkan sesuatu hanya berdasarkan pada keinginan bukan pada kebutuhan. Allah Maha Tahu, kapan kita akan siap untuk menerima sebuah tanggung jawab besar untuk membentuk suatu peradaban kecil yang di mulai dari sebuah keluarga.

Karena menikah bukan hanya penyatuan dua insan berbeda dalam satu bahtera tanpa visi dan tujuan yang pasti, berlayar tanpa arah atau berlayar hanya menuju samudera duniawi. Menikah adalah penggenapan setengah agama karena menikah adalah sarana ibadah kepada Allah. Dalam tiap perbuatan di dalam rumah tangga dengan berdasarkan keikhlasan dan ketaqwaan maka ganjarannya adalah pahala. Tapi jika menikah hanya berdasarkan nafsu atau bahkan mengikuti perputaran kehidupan dunia, maka hasilnya pun akan sesuai dengan yang di niatkan.

Karena menikah adalah ibadah. Menikah adalah sunnah di anjurkan Rasulullah. Menimbun pahala yang terserak di dalam rumah tangga. Dan semua manusia yang normal pasti akan mendambakan suatu pernikahan. Merasakan suatu episode hidup dimana kita akan memulai segala sesuatu yang baru. Yang dahulu kita berperan sebagai seorang anak dengan berbagai kebahagiaan bermandikan kasih sayang orang tua. Maka menikah adalah suatu gerbang menuju pembelajaran menjadi orang tua kelak. Kita bukan lagi sebagai penumpang di mana mengikuti arah kehidupan yang di tentukan orang tua, melainkan kita akan menjadi driver untuk kehidupan kita sendiri kelak. Kita bisa saja mengikuti jalur yang telah di lewati orang tua, jika memang itu jalur yang tepat. Tapi jika jalur itu tak sesuai dengan arah tujuan kehidupan rumah tangga kita yaitu jalur keridhaan Allah, maka kita pun harus mencari jalur yang tepat.

Karena menikah itu adalah satu kebaikan maka seharusnya harus di mulai dengan yang baik pula. Misalnya, ketika kita ingin lulus ujian, maka kita harus belajar yang giat bukan bermalas-malasan.

Ayat Allah masih jelas tertera dalam kitabNya, bahwa pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula dan sebaliknya. Dan ayat itu masih sama dengan pada saat Allah turunkan beribu tahun yang lalu. Janji Allah pun tergambar melalui ayat itu dan Allah Maha Menepati janji. Lalu mengapa kita masih meragukan janji Allah itu??

Masih haruskah berpacaran??

Mengenal lawan jenis dengan dalih untuk mengenal pribadi masing-masing. Padahal kenyataannya, hanya sedikit kejujuran yang di tampakkan pada saat pacaran. Rasa takut yang besar untuk di tinggal pasangannya atau hendak mengambil hati pasangannya membuat mereka menyembunyikan keburukan yang terdapat dalam dirinya. Sudah menjadi rahasia umum, jika usia pacaran yang lama tak menjamin bahwa itu menjadi suatu jalan untuk memuluskan hubungan menuju jenjang pernikahan. Sudah tak menjamin adanya pernikahan setelah sekian lama menjalin masa pacaran, juga banyak di bumbui pelanggaran terhadap rambu-rambu Allah. Maksiat yang terasa nikmat.

Zaman sekarang, berpacaran sudah selayaknya menjadi pasangan suami istri. Si pria seolah menjadi hak milik wanita dan si wanita kepunyaan pribadi si pria. Mereka pun bebas melakukan apapun sesuai keinginan mereka. Yang terparah adalah sudah hilangnya rasa malu ketika melakukan hubungan suami istri dengan sang pacar yang notabene bukan mahram. Padahal pengesahan hubungan berpacaran hanya berupa ucapan yang biasa di sebut “nembak”, misalnya “I Love You, maukah kau menjadi pacarku?” dan di terima dengan ucapan “I Love You too, aku mau jadi pacarmu”. Atau sejenisnya. Hanya itu. Tanpa adanya perjanjian yang kuat (mitsaqan ghaliza) antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Tanpa adanya akad yang menghalalkan hubungan tersebut. Hubungan pacaran tak ada pertanggungjawaban kecuali pelanggaran terhadap aturan Allah. Karena tak ada yang namanya pacaran islami, pacaran sehat atau apalah namanya untuk melegalkan hubungan tersebut.

Kita berlelah melakukan hubungan pacaran. Melakukan apapun guna menyenangkan hati sang kekasih (yang belum halal) meskipun hati kita menolak. Jungkir balik kita mempermainkan hati. Hingga suka dan sedih karena cinta, cinta terlarang. Hati dan otak di penuhi hanya dengan masalah cinta. Kita menangis karena cinta, kita tertawa karena cinta, kita meraung-meraung di tinggal cinta, kita pun mengemis cinta. Hingga tak ada tempat untuk otak memikirkan hal positif lainnya. Tapi sayang, itu hanya cinta semu. Sesuatu yang semu adalah kesia-siaan. Kita berkorban mengatasnamakan cinta semu. Seorang pacar, hebatnya bisa menggantikan prioritas seorang anak untuk menghormati orangtua. Tak sedikit yang lebih senang berdua-duaan dengan sang pacar di banding menemani orangtua. Pacar bisa jadi lebih tau sedang dimana seorang anak di banding orang tuanya sendiri. Seseorang akan rela menyenangkan hati pacarnya untuk di belikan sesuatu yang di suka di bandingkan memberikan kejutan untuk seorang ibu yang melahirkannya. Seseorang akan lebih menurut pada perintah sang pacar di banding orang tuanya. Hubungan yang baru terjalin bisa menggantikan hubungan lahiriah dan batiniyah seorang anak dengan orangtua.

Jika pun akhirnya menikah, maka tak ada lagi sesuatu yang spesial untuk di persembahkan pada pasangannya. Sebuah rasa yang seharusnya di peruntukan untuk pasangannya karena telah di umbar sebelumnya, maka akan menjadi hal yang biasa. Tak ada lagi rasa “greget”, karena masing-masing telah mendapatkan apa yang di inginkan pada masa berpacaran. Bisa jadi, akibat mendapatkan sesuatu belum pada waktunya maka ikrar suci pernikahan bukan menjadi sesuatu yang sakral dan mudah di permainkan. Na’udzubillah.

Parahnya jika tiba-tiba hubungan pacaran itu kandas, hanya dengan sebuah kata “PUTUS” maka kebanyakan akan menjadi sebuah permusuhan. Apalagi jika di sebabkan hal yang kurang baik misalnya perselingkuhan. Kembali hati yang menanggung akibatnya. Kesedihan yang berlebihan hingga beberapa lama. Hati yang terlanjur memendam benci. Tak sedikit yang teramat merasakan patah hati dikarenakan cinta berlebihan menyebabkannya sakit secara fisik dan psikis. Juga ada beberapa kasus bunuh diri karena tak kuat menahan kesedihan akibat patah hati.

Terdengar berlebihan. Tapi itulah kenyataannya, hati adalah suatu organ yang sensitif. Bisa naik secara drastis, tak jarang bisa jatuh langsung menghantam ke bumi. Apa yang di rasakan hati akan terlihat pada sikap dan perilaku. Hati yang terpenuhi nafsu akan enggan menerima hal baik. Ada orang bilang, jangan pernah bermain dengan hati. Karena dari mata turun ke hati, kemudian tak akan turun kembali. Akan ada sebuah rasa akan mengendap di dalam hati. Jika rasa itu baik dan di tujukan pada seseorang yang halal (suami atau istri) maka kebaikan akan terpancar secara lahiriah. Bukan sebuah melankolisme yang kini merajalela.

Banyak pelajaran dari sekitar. Kenapa masih harus berpacaran??

Karena ingin ada teman yang selalu setia mendengar tiap keluh kesah?? Tak selamanya manusia bisa dengan rela mendengarkan keluhan manusia lainnya. Hanya Allah yang tak pernah berpaling untuk hambaNya. Bisa jadi secara fisik sang pacar rela mendengar dengan seksama, tapi dia juga manusia yang akan merasa bosan jika selalu di cecoki dengan berbagai keluhan.

Malu di bilang jomblo??

Jika dengan jomblo kita bisa terbebas dari rasa yang terlarang, kenapa harus malu?? justru kita akan merasa nyaman bercengkerama dengan Allah karena sadar hati kita hanya patut di tujukan kepadaNya bukan yang lain. Justru kita harus bangga, di saat yang lain berlomba untuk melakukan hal terlarang tapi kita menjauhinya. Kemudian tak akan ada perasaan was was karena telah melanggar aturan Allah. Kita bebas berkumpul dengan kawan-kawan tanpa ada kekangan dari orang yang sesungguhnya tak memiliki kewenangan terhadap diri kita.

Mungkin masih banyak lagi kesia-siaan dalam berpacaran. Dan sesungguhnya belum tentu sang pacar akan menjadi pasangan kita kelak.

Pacaran ibarat minuman beralkohol, banyak yang mengelak bahwa dengan berpacaran mereka memiliki semangat baru dan sederet hal positif yang mereka kumandangkan. Tapi sama halnya dengan alkohol, maka manfaat yang di dapat jauh lebih kecil di banding kemudharatan yang di hasilkan. Karena segala sesuatu yang di larang Allah, pasti ada sebab dan manfaatnya.

Kemudian ada yang berdalih, toh pacaran itu tidak merugikan orang lain. Tidak merugikan orang lain, namun hukum Allah jauh lebih baik untuk di ikuti ketimbang menurutkan hawa nafsu yang berakhir pada jurang kebinasaan.

Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika di awali dengan keburukan. Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhai. Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhaan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.

(hanya sebuah catatan hati guna pengingat diri dan saudara seimanku)

Allahua’lam

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (323 votes, average: 9,45 out of 10)
Loading...Loading...
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Ilustrasi-Keluarga (eureka89.wordpress.com)

Di Hari Raya Idul Fitri, Mari Jatuh Cinta Lagi

  • Rangga Yustian

    Aseeekkkk……. gak usah ngapelin pacar!!! Mau jungkir balik, mau tiduran, mau salto, mau main laptop, gak ada yang ganggu!!
    Hahahahaha

  • Masteham

    bener banget!

  • Pratama El-genio

    terimkakasih telah mengingat kan saya….

  • Septian dwi f

    Alhamdulillah..Tlah diingetin..

  • Lia

    astaghfirullahalladzim…

  • Musdar M017

    urus diri sendiri belum bener apalagi mau urusin pacar…,????apa kata dunia

  • Ainulfadlan

    tapi kalo seandainya kita telah berpacaran gimana?

    dan kayaknya ga segampan itu minta putus…
    kita berdua juga berusaha menjadi insan yang baik…
    kita berdua juga sudah merencanakan untuk kepernikahan walaupun masih 8 tahun lagi…
    mohon wejangannya ya…
    mohon bijak

    • G42_id

      Anda lebih mengutamakan Allah atau ciptaanNya?

    • http://pulse.yahoo.com/_QMAFMKP5LVLWIYFHCLQCFIFFWM Zaza

      Insya Allah gampang, tinggal butuh keberanian dan keyakinan. Yang mempersulit adalah ruang kekuatiran dalam benak kita, yang mempersulit semua langkah dan niat baik kita. Tidak ada yang menjamin 8 tahun lagi hati kita akan “seawet” yang kita bayangkan saat ini. Selama 8 tahun itu, semua yang ada dalam diri kita sudah kita serahkan dan ‘bongkar’ kepada dirinya. Tidakkah itu rugi, saudaraku? Ketika tiba masanya halal untuk kita, tiada lagi yang tersisa untuk dirasai dan dinikmati bersama. Hambar.

      Kalau memang belum siap untuk menikah sesegeranya (finansial, psikologis, orang tua,biologis, pekerjaan, dsb), ya berpuasalah… ^^ Insya Allah..

  • Ainulfadlan

    kalo udah pacaran gmana?
    ga sgampang itu putus…jadi gmana?

    • G42_id

      Anda lebih mengutamakan Allah atau ciptaanNya?

  • M_karmila09

    semoga tidak seperti itu…

  • Bahar kurnianto

    Subhanallah…. Maha Suci Allah Yang menciptakan Langit dan Bumi beserta isinya.

    Sebuah Mutiara Hikmah (pelajaran) yang sangat berharga. Di zaman skrg yang sudah bnyak berubah karena pengaruh negatif yg datang dari mana saja, haram menjadi halal dan halal menjadi haram. Naudzubillah..
    Nasehat yg sangat bagus, sbg cambuk bagi diri kita yg msh terpengaruh oleh kesenangan dunia. peringatan bagi umat zaman skrg khususx bagi anak muda. Syukron wa katsiron…

  • http://www.facebook.com/yeniajalah Yeni Kurniasih

    LIKE IT ^_^

  • http://www.facebook.com/yeniajalah Yeni Kurniasih

    LIKE IT ^_^

  • http://www.facebook.com/yeniajalah Yeni Kurniasih

    LIKE IT ^_^

  • Yoz moet

    izin copas ya…bolehkah???

  • Yos_syah89

    izin copas ya…^^

  • Sya_dza

    Izin share

  • na

    kalau ada yg tiba2 ngajak nikah apa itu serius?
    apa yg hrs d blg,mau atau tidak?sdgkan saya jg tdk ingin ada pacaran2.
    tp, dy masi ada hub yg tidak jelas dg seseorang.
    mohon jwabannya…

    • Syach

      katakan tidak…

  • Bayu

    Ya..Pastilah Harus itu…

    *tapi setelah resmi menikah

  • Ahmat_reza

    bagus ini untuk anak muda. thakns artikelnya!

  • Pak Widada

    sebuah ibroh yg baik sekali dan cubitan ditelinga ikhwan muslim yg telah lali dr jln yg lurus. Alhamdulillaah, ada yg ‘amar ma’ruuf naahi munkar. Teruskan…!

  • MeldhaAgustina

    aaammiiinnnnnn.
    ya allah

  • sahid abdul

    Izin Copas ya..

  • sahid abdul

    izin copas..

  • sahid abdul

    izin copas…

  • zuhniar

    Harus dibaca, terutama bagi yg muda spy tdk salah melangkah…!  Mohonlah kpdNya utk selalu dituntun di jalan yg lurus dan dikuatkan iman dlm meniti masa muda, masa bercinta kt orang.    

  • Fuad Hamdani

    mohon izin share.. :)

  • http://twitter.com/AyuNajelique Ayu Najelica

    Thax 4 remind

  • Renny_khusnawaty

    mohon ijin share

  • Upik_hany

    Subhanallah,sebuah nasehat yang menggugah hati saya

  • http://twitter.com/ColAdit Roger

    afwan ijin share

  • Excexutorempire

    MANTAB!!!!! MAJU TERUS!!!!!!! Atas Nama Cinta, Jangan Pacaran!!!!!

  • Ruditop Harianto

    like this

  • Trisna_bae

    Bagussssss dweh ^_^..

  • Me_lra

    lalu ikhtiar seperti apa yang seharusnya dilakukan dalam rangka menunggu jodoh kita yang sudah di tetapkan Allah SWT?? apakah ikhtiar mencari pasangan di perbolehkan.. atau hanya menunggu saja, atau bagaimana seharusnya? terimakasih

    • rainkelana

      IKhtiar bisa di lakukan dg menjemput jodoh,, mnta dcarikan oleh ortu, guru ngaji atau org yg agamanya baik… 

      • http://www.facebook.com/people/Abdullah-K-Ren/100002474074376 Abdullah K’ Ren

        cara menjemput jodoh yg seperti gimana???

  • Magell_boy

    k eren bgt artikelnya.. maksih bero. hehheh

  • Farkha Maulana

    aku gak pernah mau pacaran/ 
    aku sangat mencintai orang yang sama sekali gk mau pacaran!aku juga pernah ngomongin mo lngsng nikah.dan aku seriusss!sekarang tinggal tunggu akhirnya aja

  • Lalanciecemprenk

    bagus mas artikel.ya…
    Q jadi gimna g2…
    hehehehe…
    trus klo udah terlanjur pcran n pernah berduaan d.tempat sepi gimna..
    ntar klo tiba2 ga mau di kira pnya yg baru now..
    mohon jawabannya…

  • Saefboy08

    izin kopas yooo

  • Muhammad Harnellius

    cinta yang tak benar akan menjadi penyakit isyiq.

  • 19811981

    Subhanallah. Ya Allah jauhkan hamba dari kemaksitan dan zina. Lebih baik tidak usah punya pacar.

  • Herlhya Khalik

    subhanallah semoga ini bs mnjadi kkuatan dn pengingat,,,untuk sy tidak pacaran ,,, dan ttap yakin bahwasanx bila tlah tiba wk2x Allah psti kan mmpertmukan sy dgn jodoh sy.

  • Pur_wnto

    Afwan,  Anna Izin Sare  Artikel2nya . . . Sebelumnya Syukron. . ..  Sangat bErmanfaat. . .

  • Pur_wnto

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu. . .

    Afwan, Izin Copas Artikel2nya. . . .

    Sangat Bermanfaat. . .

    Syukron Sebelumnya. . . .

  • Neneng Suhartati

    Astaghfirulla’alazim, tak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat mencintai sepenuhnya selain Allah Sang Pencipta.
     

  • http://pulse.yahoo.com/_WA7FWOV67QRUR55KRZKFHK6K5A Fayus Azzahra

    izin share ya

  • iman

    Betul Banget kata katanya…semoga Bermanfaat…jazakumullah Khoir…

  • Ukhti_imyut

    Saya share nggih….

  • aziz

    artikelnya sangat menarik.. ijin share ya.. terimakasih.. :)

  • Qaina Ry93

    Setukat, Setuju dan Sepakat.. Subahaanallah..
    stop pacaran.. kembalikan cinta pada fitrahnya..
    Syukron Jazillan..
    Sngat bermanfaat.. ^_^

  • ama

    bagus artikelnya

    mau tanya dumz
    klo perasaan muncul kan tiba”, kita berkenalan dengan banyak orang dan berteman dan perasaan seperti suka dan cinta pasti ada lah yaa,,,
    nah rasa cinta itu inginnya memiliki 
    sama seperti halnya Allah mencintai kita karena Allah memiliki kita sebaliknya pun begitu kita mencintai Allah karena kita memiliki Allah rasa dicintai dan mencintai itu merupakan rasa saling memiliki
    rasanya klo perasaan seperti cinta, marah, suka, benci dan sebagainya itu tidak bisa kita pendam begitu klo perasaan dipendam pastinya akan menimbulkan rasa sakit alias gangguan kejiwaan
    secara teori perasaan ditimbulkan dari hormon fisiologis kita dan kita diciptakan oleh Allah jadi gimana yaa?
    saya kurang mengerti
    bisakah anda jelaskan mengenai hal tersebut?

    • Azam

      Makanya, pergaulannya dijaga. Jangan sering2 bergaul dengan yang bukan mahromnya. Biar hati tetap terjaga.

  • Amague Strezz

    oia ada lagi klo ada yg ngajak nikah tiba” kita ga tau sapa dia da blum/baru kenal 

    ortu ga tau silsilahnya n kita jg ga tau
    apakah harus terima gitu aja?
    misalkan kita bilang iaa kita perkenalan dulu
    tp kan katanya klo perkenalan dulu bisi dosa
    aduh bingung juga tuh

    trus klo misalkan dijodohkan ortu
    biasanya anak itu klo depan ortu bgitu klo diluar bgtu
    nah kan kita ga tau n perlu proses perkenalan
    trus gmn itu?
    bisa dijelaskan
    saya kurang mengerti hhehehe
    makasih

    • Alfian Muharam Eec-Bmi

      kan dalam islam ada yang namanya ta’aruf….
      saling mengenal terlebih dahulu, mengenal keluarganya, jika kedua belah pihak sudah cocok, dan setuju… maka menikahlah…. :)

  • Hargyadlu

    Subhanallah… izin share,ea… :D

  • Boby Indradito

    Subhanallah.. Dahsyaat skali artikelnya. izin share ya

  • http://www.facebook.com/people/Abiy-Ayyash/100001806402564 Abiy Ayyash

    baca bukunya Salim A. Fillah: Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan…

  • http://www.facebook.com/rien.puspita.9 Rien Puspita Sari

    akuu sukaaa artikel iniii :D

  • Mohamad Yanuar

    artikel yang bagus.

  • Mohamad Yanuar

    artikel yang bagus.

  • Ahmad Fikri AbuHasan

    bagus artikelnya, sepertinya butuh pengorbanan buat anak muda yg menjalaninya :)

  • arief

    keren…hidup jomblo untuk menghindari maksiat,,hidup ta’aruf,,heheh

  • Budi Mulyanto

    subhanallah……

  • Dalil Hadist

    Dari Ahmad ‘an jabir ibin ‘abdillah: Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali menyendiri dengan sorang perempuan yang tidak bersama mahromnya, karena yang ketiganya adalah syetan.

  • Chindra Yenni

    disaat kemaksiatan terlihat begitu indah, menjadikan lupa apa yg sejatinya indah…

  • Tengku Mahesa Khalid

    Subhanallah.. luar biasa

  • Munawwarah Rasli

    MasayaAllah.

  • Rudi Hartono

    nggilani nek ws wani yan#an ,parah2 djan parah,, astagfirullah.

  • Guest

    Subhanallah, nasehat yg sangat bermanfaat khususnya buat anak muda, termasuk saya

  • Guest

    Subhanallah, nasehat yg sangat bermanfaat terutama buat generasi muda saat ini….