Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Bangsa Mati Hati

Bangsa Mati Hati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (politikana.com)

dakwatuna.com

Mungkinkah terjadi

Mereka menjadi besar dan bermanfaat

Bila saat ini terjebak dalam penjara hati

 

Mereka berjalan sendiri

Berlari atas akal indrawi

Melakukan lompatan tanpa tali

 

Tanpa menggali isi bumi

Membaca arah matahari

Dan mencari memoar Illahi

 

Benar kata sahabat

Mereka pasti akan mati

Di tangan langit yang berganti hari

 

Bintang tak digapai

Matahari tak bersinar

Di saat dunia akan segera berhenti berputar

 

Tapi mereka masih terus mendekam

Dalam penjara hati

Ironi

 

Mereka adalah ksatria

Pengganti panglima yang jatuh

Penerus raja yang mati

 

Naif

Tenggelam dalam samudera

Tanpa sadar dan hanya diam

 

Akan selalu seperti ini sampai kapan pun

Karena mereka masih mendekam

Dalam penjara hati

 

Mati hati mereka

Tertutup mata mereka

Dan musnah kerajaan dunia

Bogor, 17 November 2011

Eko Wardaya

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, JAS MERAH” Soekarno

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Wakil Ketua KAMMI Daerah Bogor

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam