Home / Berita / Internasional / Amerika / Obama: Selain Israel, Tak Ada Sekutu AS yang Lebih Penting

Obama: Selain Israel, Tak Ada Sekutu AS yang Lebih Penting

Barack Obama (knrp)
dakwatuna.comPresiden AS Barack Obama kembali menegaskan dukungannya yang tak tergoyahkan pada Israel. Dalam sebuah acara penggalangan dana, Obama menjawab kekhawatiran tokoh Yahudi terkemuka di AS atas hubungan AS-Israel.

Obama belakangan ini menerima banyak kritik dari para pendukung Israel di AS, yang menganggap sikap presiden AS itu terlalu keras terhadap Israel dan menimbulkan ketegangan hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, Obama menepis semua itu dan menegaskan lagi kebijakan pemerintahannya untuk menjamin keamanan rezim Israel.

“Saya berusaha untuk tidak terlalu membebani diri sendiri, tapi pemerintahan ini (pemerintahan Obama) sudah berbuat lebih banyak dalam menjaga keamanan negara Israel, dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Kami tidak akan berkompromi jika menyangkut keamanan Israel … dan itu akan terus berlanjut,” ujar Obama dalam pidatonya dalam acara kampanye untuk menarik donatur di rumah Jack Rosen di Manhattan.

Jack Rosen adalah ketua dari American Jewish Congress. Dalam acara itu ia mengatakan, “Akan menjadi sebuah kelalaian buat saya jika tidak mengatakan bahwa banyak orang dalam komunitas Yahudi yang mengkhawatirkan hubungan antara Israel dan AS.” Di sisi lain, Rosen mengakui bahwa presiden Obama-lah yang paling banyak memberikan dukungan pada Israel dibandingkan presiden-presiden AS sebelumnya.

Gedung Putih berusaha untuk mendapatkan dukungan suara dari masyarakat Yahudi di AS agar Obama terpilih kembali sebagai presiden dalam pemilu tahun 2012. Pada pemilu tahun 2008, delapan dari sepuluh orang Yahudi di AS memberikan suaranya pada Obama. Gedung Putih sadar betul kesalahan sedikit saja akan membahayakan posisi Obama dalam pemilu mendatang, terutama di negara bagian Florida dan Pennsylvania, dua negara yang menjadi kantong suara yang penting.

Sejak awal tahun, sejumlah pemuka Yahudi di AS mengkritik Obama karena presiden AS itu mengatakan bahwa negosiasi terkait garis batas bagi negara Palestina di masa depan harus berdasarkan pada garis batas yang ada sebelum Israel mencaplok wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza pada perang tahun 1967.

Tetapi, Obama mendapat pujian dari Israel dan para pendukungnya, ketika Obama menentang langkah Palestina untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara dan anggota resmi PBB. Israel dan antek-anteknya juga memuji sikap keras Obama terhadap Iran, musuh bebuyutan Israel.

“Tak ada sekutu yang lebih penting dibandingkan negara Israel,” kata Obama dalam acara penggalangan dana, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar 300.000 USD dari para donor kaya untuk kepentingan kampanye Partai Demokrat dan kampanye untuk terpilihnya kembali Obama sebagai presiden AS dalam pemilu tahun depan. (aisyah/mn/knrp)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • zaka

    NAH, DAH JELASKAN, KALO OBAMA TUH MUSUH ISLAM…

  • zakaria syahputra

    naaah, dah jelaskan, kalo obama tuh musuh islam….?!!!

  • Fajarfitrah

    namanya juga antek, kalo bapaknya marah bisa gawat. hehehe

  • BramSonata

    Pada galibnya AS itu bangsa yg dianggap RENDAH kastanya termasuk Australia(buka kembali sejarah) oleh Inggris, dari dulu hingga sekarang. Sedangkan orang Yahudi yg terhina dina dan sekaligus NAJIS dimasa sebelum adanya negara Israel, dikumpulkan oleh Inggris, untuk mengelola negara bentukan Inggris dengan Nama Israel. Sehingga tidak heran kalau AS menganggap Israel sekutunya, orang dia (AS) kacung/jongosnya Inggris, bangsa yg kastanya rendah dimata bangsa Inggris. (buka sejarah dan pahami).

Lihat Juga

Talk Show Palestine Solidarity Day di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (aspacpalestine.com)

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina