Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Jalan Cinta Para Pejuang

Jalan Cinta Para Pejuang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul: Jalan Cinta Para Pejuang
Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro-U Media
Tahun terbit: Mei – 2009
Tebal Buku: 344 halaman

Cove Buku "Jalan Cinta Para Pejuang"

dakwatuna.com“Hari-hari kita pada umumnya memprioritaskan emosi yang dominan cinta dalam jiwa. Jika kita ingin mengubah segala sesuatu dalam jiwa, tentu diawali dengan mengubah cinta, jiwa dan dunia.”

Mencintai mempunyai arti yang luas, apakah selalu mengorbankan jiwa dan raga demi orang yang dicintai dengan menghilangkan akal sehat? Tentu saja tidak.

Dalam buku ini, cinta memiliki banyak rasa. Cinta ada saat menikmati kesusahan, kegelisahan dan kesedihan. Jiwa ini seperti cermin, jika kita diberi rangsangan untuk tersenyum pasti perasaan kita bahagia. Jika kita ingin bahagia awali agar hati dan jiwa kita untuk selalu tersenyum membahagiakan diri sendiri dan orang lain.

Sudah saatnya kita menaklukkan emosi serta menaklukkan hawa nafsu. Terkadang kita mencintai seseorang dengan menggantungkan kebahagiaan untuk selalu bersamanya. Namun di saat dia tidak memberi kesempatan pada kita, itu menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena mencintai ataupun karena cinta itu sendiri tapi karena kita salah meletakkan kebahagiaan cinta itu dalam arti kebersamaan.

Kata ‘menaklukkan’ sangatlah hebat, kita harus mengenali apa yang akan kita taklukkan. Setelah mengenali, barulah kita paham apa saja yang dibutuhkan dalam menaklukkan tujuan kita itu. Selain kebutuhan secara jasmani, kebutuhan spiritual sangat dibutuhkan dalam menapaki perjalanan untuk mencapai tujuan. Kita boleh saja percaya adanya keajaiban tapi jangan bergantung pada keajaiban karena ada yang lebih memegang kendali agar keajaiban itu terjadi yaitu Allah SWT.

Dengan apa kita menaklukkan dan menghadapi musuh dunia? Tentu saja dengan cinta. Karena kita belajar apa itu cinta dari segala sesuatu yang ada di bumi. Dengan cinta di koridor yang benar, akan kita nikmati perjalanan mencapai cita dan harapan Ilahi. “Ya Allah letakkanlah dunia dalam genggamanku bukan dalam hatiku…”

Buku yang membahas perjalanan cinta para pejuang di jalan Allah yang diharapkan tidak memaknai cinta sekedar nafsu saja tetapi juga meluapkan cinta atas dasar ibadah kepada Allah. Penyampaian buku yang sangat menarik dengan dibumbui cerita-cerita Nabi serta sahabatnya benar-benar menginspirasi bagi pembaca. Selamat membaca!

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,93 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

April Safa
Anak ketiga dari 4 bersaudara yang menyukai ketenangan, humoris, berusaha membuat suasana menyenangkan dan tetap fokus. Tertarik dengan hal-hal berbau desain, mencoba menuangkan ide dengan menulis dan sedang berusaha menjadi public speaker karena aku tergolong orang yang lebih baik diam daripada menambah masalah dengan perdebatan.

Lihat Juga

Tembok rasis di Palestina. (alresalah.ps)

Guna Hadapi Terowongan Bawah Tanah Hamas, Israel Bangun Tembok Rasis di Gaza