Home / Berita / Nasional / MUI Banten: Koruptor Layak Dihukum Mati

MUI Banten: Koruptor Layak Dihukum Mati

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Lebak. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten KH Aminudin Ibrahim menilai,  para koruptor layak dihukum mati jika menimbulkan kerugian cukup besar hingga miliaran rupiah.

“Saya kira sangat layak koruptor yang nilai korupsinya besar, dihukum mati, karena menyengsarakan banyak orang dan menimbulkan kemiskinan di tengah masyarakat, serta memberikan efek jera,” katanya, Sabtu (26/11).

Ia mengatakan, korupsi di Tanah Air, saat ini sangat subur dan memprihatinkan, bahkan pelakunya ada dari kalangan kepala daerah dan legislatif.

Aminudin menilai, selama ini hukuman bagi pelaku korupsi sangat ringan dan tidak sebanding dengan hukuman bagi pelaku terorisme dan narkoba. “Para koruptor yang merugikan uang negara, seharusnya diberikan hukuman mati atau sama dengan pelaku penyalanggunaan narkoba,” katanya.

Sebab korupsi identik dengan tindakan terorisme dan narkoba, karena   secara langsung membunuh masyarakat Indonesia, sehingga pelakunya layak dihukum mati. Menurut dia, penegakan hukum di Indonesia saat ini masih lemah karena banyak kasus-kasus korupsi yang besar sama sekali tidak tersentuh.

“Penegakan hukum masih formalitas dan belum memiliki komitmen untuk menegakan supremasi hukum, meskipun sudah ada Undang Undang tentang  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  dan telah dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujarnya. (Ant/OL-04/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Asmuni_drs

    Alinea 3 menunjukkan kekagetan yang tidak proporsional, karena kerupsi sudah menjadi tradisi (bukan budaya) yang biasa dilakukan siapa saja di Indonesia ini. Sekalipun sudah banyak pelaku korupsi yang ditangkap dan dijebloskan ke sel, seperti menteri perdagangan Rahardi Ramlan, namuan tambah marak saja kasus korupsi di negeri ini. Ini menunjukkan bahwa sengaja hukuman bagi koruptor itu ringan, kenapa ? Karena masih banyak pejabat yang semestinya meringkuk dalam keadaan hina dipenjara. Untuk menghindari hal itu, berapapun uang yang harus dikeluarkan tidak masalah, selama dirinya bisa selamat dari jerat hukum. Jabangbayi pejabat korup. 

  • Asmuni_drs

    Ka, KPK, pamplet “awas bahaya laten kodupsi” itu sangat tidak penting. Karena yang penting itu pelaku penimbul bahaya itu yang harus digorok lehernya biar modar. Bahayanya tidk akan muncul lagi jika pelakunya dihabisi seperti para teroris, karena mereka itu embahnya teroris yang sok keren. Setan pelaku korupsi itu!!!!!!

Lihat Juga

Ketua MUI Din Syamsuddin.  (panjimas.com)

Ulama Minta Umat Islam Kawal Kasus Ahok

Organization