Home / Pemuda / Pengetahuan / Mengapa Qurban Berupa Daging?

Mengapa Qurban Berupa Daging?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Daging Sapi (perindagtangerangkab.org)

dakwatuna.comSetahun sekali, umat muslim di dunia merayakan Idul Adha, atau biasa disebut sebagai hari raya Qurban yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Selain melaksanakan ibadah haji di Baitullah, umat muslim juga disyariatkan untuk menyembelih hewan Qurban. Mengapa Allah memerintahkan kita untuk menyembelih hewan qurban dan bukannya membagi-bagikan makanan pokok atau yang sejenisnya? Berikut ini adalah salah satu hikmah perintah menyembelih hewan qurban.

Hewan qurban, baik berupa kambing atau sapi, adalah sumber protein hewani yang sangat baik. Protein dalam daging kambing atau sapi dicerna dan diserap lebih baik daripada sumber protein nabati seperti kedelai atau kacang-kacangan lainnya. Protein dalam daging dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam tubuh kita, mulai dari pembentukan enzim, hormone, system kekebalan tubuh, perbaikan jaringan tubuh yang rusak, bahkan pembentukan dan pemeliharaan otak pada manusia. Asupan protein yang tidak mencukupi kebutuhan akan menghambat fungsi-fungsi sistem ini. Hal ini tentu berbahaya, sebab sebagian materi penyusun protein tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga kekurangan materi ini akan menyebabkan kelainan pada tubuh manusia.

Asupan protein yang bermutu dapat dipenuhi salah satunya dengan mengkonsumsi daging sebagai salah satu sumber protein hewani. Akan tetapi, konsumsi daging dan protein hewani lain oleh masyarakat Indonesia masih tergolong sangat rendah saat ini. Menurut Menteri Pertanian, Suswono, konsumsi daging di Indonesia tahun 2010 rata-rata hanya 7 kg per kapita per tahun (anataranews.com). Padahal, menurut pedoman umum gizi seimbang (PUGS), daging atau pangan hewani penukarnya seperti ikan, telur, susu, dan unggas sebaiknya dikonsumsi sebanyak 2 – 3 porsi sehari dengan takaran per porsi sebanyak 50 gram. Jadi, apabila dikalkulasi jumlah yang pangan hewani berupa daging atau penukarnya adalah 100 – 150 gram sehari atau setara 36,5 – 54,7 kg per kapita per tahun.

Di antara jenis pangan hewani lainnya, daging memang termasuk bahan pangan yang mahal. Tidak heran apabila konsumsinya lebih rendah dibandingkan jenis pangan hewani lain, terutama oleh kalangan ekonomi menengah ke bawah yang mungkin hanya menyantap daging setahun sekali di hari qurban ini. Oleh karena itu, adanya kebijakan syariat berqurban berupa penyembelihan hewan untuk dibagikan dagingnya kepada fakir miskin merupakan bukti bahwa Islam sangat memperhatikan semua aspek kebutuhan manusia, termasuk asupan gizi. Selain mengajarkan kita untuk berbagi, syariat ini juga mengajak kita untuk lebih memperhatikan asupan gizi saudara kita yang rendah aksesibilitas pangannya.

Wallahu a’lam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (35 votes, average: 8,97 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Gizi Masyarakat IPB
  • abi basmallah

    salam,
    setau sy protein nabati spt kedelai dll justru lebih mudah di cerna dibanding protein hewani makanya saudara2 penderita autisme tdk boleh minum sapi dan sbg gantinya sangat baik konsumsi susu kedelai krn ada asam amino pd protein hewan yg ga mampu di cerna oleh mreka yg menderita autisme.
    bahkan protein hewani perlu penyesuaian suhu sblm di cerna oleh sitem pencernaan kita,sedangkan protein nabati tdk perlu menyesuaikan dg suhu tubuh utk langsung dicerna.
    ALLAHU a’lam.

  • Yustiyani Sutoyo

    Mungkin sekedar
    klarifikasi, yang dimaksud protein hewani lebih baik daripada protein nabati
    adalah dari segi kualitasnya. Nilai biologis protein hewani lebih tinggi
    dibandingkan protein nabati, karena protein hewani seperti daging memiliki
    kandungan asam amino esensial, atau asam amino yang tidak dapat dihasilkan oleh
    tubuh, lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Hal ini menyebabkan protein
    hewani lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Protein nabati pada biji-bijian
    seperti kedelai juga mengandung zat-zat anti gizi seperti asam  fitat yang mengikat molekul protein sehingga
    menurunkan kelarutan dan daya cernanya.

    Autisme
    adalah kasus gangguan pada sistem saraf yang memerlukan penanganan khusus. Salah
    satu pengaturan diet yang terkenal untuk penderita autis adalah diet tanpa
    kandungan gluten dan kasein (No Gluten No
    Casein Diet). Gluten misalnya terdapat pada gandum dan kasein pada susu. Setahu
    saya, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan diet ini dapat menyembuhkan autis,
    meskipun ada laporan bahwa diet ini dapat mengurangi gejala autis. Alasan untuk
    penggunaan diet ini adalah karena pada individu dengan autisme, penyerapan
    protein gluten dan kasein berbeda dengan penyerapannya pada orang normal.

    Jadi, mengapa
    saudara kita yang autis dianjurkan tidak mengkonsumsi susu sapi (bukan daging
    sapi) adalah karena kerja sistem pencernaannya yang berbeda, bukan karena daya
    cerna protein hewani lebih rendah daripada protein nabati.

    Wallahu a’lam.

  • Nurlina_jambi

    Penjelasan diartikel tsb emang cocok untuk kondisi Indonesia, tapi..untuk negara2 maju seperti negara2 di Eropa dan Amerika, penjelasan tsb kurang pas.Sehingga kalo kita kaitkan dengan nilai2 Islam yang sifatnya universal maka, maka penjelasan diatas tidak singkron..wallahu’alam

    • TOMO

      ARTINYA AGAR NEGARA TG SUDAH MAKMUR MAU MENDISTRIBUSIKAN DAGINGNYA KE NEGARA LAIN YG MEMBUTUHKAN WALAU SECARA PERORANGAN. CONTOHNYA NEGARA SINGAPURA,,BANYAK WARGA MUSLIM SINGAPURA YG BERQURBAN SAPI ATAU KAMBING KE PULAU BATAM. ATAU MENJADI DONATUR MASJID2 DI BATAM

    • Nafeeza Al-Anshary

      kurban itu tidak hanya berhubungan dgn masalah teknis spt yg telah
      dijelaskan pd artikel di atas. akan tetapi juga harus mempunyai manfaat
      dari segi sosial. Artinya orang yg berkurban harus memperhatikan
      kebutuhan para tetangganya akan konsumsi daging yg memang jarang
      dikonsumsi setiap harinya. Hal ini pun berlaku bagi negara yg sdh
      surplus daging macam negara-negara yg sdh maju spt negara2 yg ada di
      Eropa dan Amerika. Mereka pun dituntut utk bisa berbagi daging kurban
      dgn negara-negara lain yg kekurangan daging. Inilah yg dinamakan Islam
      yg Rahmatan lil alamin, mbak Nurlina.

  • Tifan11240

    Semua negara hatta negara Eropa pasti masih banyak jg penduduk miskinnya mbak, kalaupun berlebih bisa mencontoh arab saudi yg mengawetkan daging qurban dg pendingin lalu dikspor kenegara miskin macam somalia dan negara2 afrika lainnya.

  • Ddbrhndn

    Kurban apa dan bagaimana …. yg bisa mengakibatkan kekuatan musuh terputus ( abtar).

  • sing ayu tenan.

    Negara2 di Eropa dan Amerika di kota2 kecil sulit mendapatkan daging halal dan lebih mahal dari supermaket lokal. Seringkali harus pesan pakai kiriman pos atau pesan rombongan dengan sesama teman mesjid. Kalau ada yang mendermakan daging sapi atau kambing halal, alhamdulillah benar. Daging halal rasanya enak, tidak banyak kotorannya (sisa darah) dan menyehatkan.

  • Sont2008

    Subhanalloh Islam sangat memperhatikan kaum miskin cuman yang jadi masalah Orang Orang yang menjalankannya baik dia adalah Jamaah atwpun Orang yang di amanahi Kurban tsb. Didalam pelaksanaan korban ini banyak sekali terjadi penipuan yang sehingga daging kurban tersebut tidak sampai pada fakir miskin mungkin Okelah kalau korban itu di laksanakan di daerah asal nya yang paling jadi masaalah adalah dam tamattu, setelah di potong diberikan kepada si tukang potong atw kepada orang yg memang mencari dan berani bayar per satu potong 100 sr ini kan mengakibatkan melencengnya tujuan dari dam tsb (di jual ke pasar) jadi sebaiknya dam tersebut harus benar-benar di bawa dan di serahkan kepada yang berhak dan tentu ini sangat memakan waktu dan tidak mungkin dilakukan oleh orang yang punya dam tersebut jadi harus di laksanakan Orang yang mukim nah ini yang harus kita yakini jangan sampai salah dalam memilih kepercayaan ini demi untuk menjalankan amanah yang mulia ini memang dam ini sangatlah bermasalah dan rumit mohon sama sama kita pikirkan untuk kedepan agar fakir miskin bisa mendapatkan Hak mereka amien

  • indra laksana

    Protein dalam daging dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam tubuh kita, Asupan protein yang tidak mencukupi kebutuhan akan menghambat fungsi-fungsi baik yang terdapat banyak dalam tubuh kita. “”Hal ini tentu berbahaya, sebab sebagian materi penyusun protein tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga kekurangan materi ini akan menyebabkan kelainan pada tubuh manusia””

    Maav yang ingin saya tanyakan adalah, kenapa orang budha yang tidak sama sekali makan daging sehat2 saja, serta tidak memiliki kelainan pada tubuhnya??? mungkin teman ada yang tau jawabannya??? terimakasih :)

    • Lalu Sefty Junaedi

      Itu karena Protein bukan hanya didapat dari daging saja. Akan tetapi seperti yang ditulis di atas “Protein dalam daging kambing atau sapi dicerna dan diserap lebih baik
      daripada sumber protein nabati seperti kedelai atau kacang-kacangan
      lainnya.”

      Orang orang vegetarian kan juga begitu.

Lihat Juga

Permudah Layanan Qurban, PKPU Jalin Kerjasama dengan Tokopedia