Home / Berita / Internasional / Amerika / Kanada Ikut-ikutan AS, Bekukan Dana untuk UNESCO

Kanada Ikut-ikutan AS, Bekukan Dana untuk UNESCO

Logo UNESCO

dakwatuna.com – Otawa. Kanada sangat kecewa oleh keputusan yang diambil Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memberi Palestina status anggota penuh. Menyusul jejak AS, negara itu telah memutuskan untuk membekukan sumbangan baru sukarela buat badan PBB itu. Kebijakan itu disampaikan Urusan Luar Negeri Kanada John Baird, Selasa (1/11).

Baird mengatakan dalam keadaan apa pun Kanada tak bisa memberi sumbangan uang lagi untuk menutup setiap kekurangan anggaran UNESCO, yang mungkin muncul akibat keputusannya. Baird mengatakan di dalam satu pernyataan Kanada juga telah memutuskan bahwa saat ini negara tersebut tak mempertimbangkan kemungkinan skema pendanaan baru.

Ia menambahkan Kanada juga sedang mengkaji pilihan lain sebagai tanggapan atas perkembangan tersebut. Ia juga menambahkan upaya sepihak Palestina untuk memperoleh status negara anggota-atau-pengamat di PBB, UNESCO dan organisasi lain internasional tanpa kesepakatan perdamaian lewat perundingan dengan Israel “akhirnya tak membantu”.

“Kanada terikat komitmen pada perdamaian yang menyeluruh, adil dan langgeng di Timur Tengah. Kanada sekali lagi mendesak semua pihak agar melanjutkan pembicaraan perdamaian langsung, tanpa penundaan atau prasyarat, dengan dasar Pernyataan Kuartet 23 September,” tambah Baird.

Kanada memberi sumbangan sebanyak 10 juta dolar Kanada per tahun untuk UNESCO.

Pada Senin, Palestina diterima oleh UNESCO sebagai anggota penuh dalam pemungutan suara di Konferensi Umum Ke-26 organisasi PBB yang memiliki 194 anggota itu –yang dimulai di Paris pada 25 Oktober dan akan berlangsung sampai 10 November.

Pemungutan suara itu membuat UNESCO menjadi badan pertama PBB yang menerima Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) sebagai anggota penuh sejak Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengajukan permohonan resmi ke PBB untuk jadi anggota pada Sidang Majelis Umum PBB, 23 September. Dewan Keamanan PBB telah memutuskan untuk membahas masalah tersebut pada November.

Prancis termasuk di antara mayoritas negara yang mendukung keanggotaan Palestina, tapi Israel serta Amerika Serikat dengan tegas menentang upaya Palestina di UNESCO dan PBB. UNESCO bergantung atas Amerika Serikat untuk memperoleh 22 persen anggaran tahunannya, atau sebanyak 70 juta dolar AS per tahun, demikian laporan yang sebelumnya disiarkan oleh New York Times.

Sumbangan Israel berjumlah sebanyak tiga persen dari anggaran tahunan organisasi tersebut. Konferensi Umum UNESCO itu dihadiri oleh negara anggota dan negara peninjau, organisasi antar-pemerintah serta organisasi non-pemerintah. Masing-masing negara anggota memiliki satu suara, tak peduli ukurannya atau besarnya sumbangannya bagi anggaran organisasi PBB tersebut. (Ajeng Ritzki Pitakasari/Antara/Xinhua-Oana/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • irawan

    Blackberry dari Kanada. Ga bakalan aku memakai ponsel ini

  • Putrasetia75

    Itulah salah satu alasan mengapa harus banyak muslim yang kaya dan kaya raya. Uang telah menjadi senjata ampuh untuk mempengaruhi dunia.

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

Ini Respon Ulama Palestina Soal Koreo Bendera di Stadion Manahan Solo