Home / Berita / Nasional / DPR Dorong Pembatasan Biaya Kuliah di PTN

DPR Dorong Pembatasan Biaya Kuliah di PTN

Anggota Komisi X dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi X dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar, menilai pungutan biaya yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri (PTN) sudah kebablasan dan terlampau tinggi. Karenanya, sudah saatnya dilakukan pembatasan pungutan biaya pendidikan tinggi.

Menurut Raihan, saat ini DPR masih mencari celah demi terwujudnya pendidikan murah, khususnya di PTN. Raihan mengakui, hingga saat ini pihaknya sedang meminta masukan dari berbagai kalangan. “Harapannya perguruan tinggi negeri ini punya standar SPP yang sama, baik otonom atau tidak. Tapi mungkin nanti kualitasnya agak berbeda,” terang Raihan di Jakarta, Senin (31/10).

Raihan pun menyesalkan adanya otonomi perguruan tinggi yang justru dijadikan sebagai sarana untuk memberlakukan biaya pendidikan yang mahal kepada peserta didik atau mahasiswa. Akibatnya, biaya pendidikan di PTN justru lebih mahal daripada biaya di perguruan tinggi swasta (PTS). “Makanya kita sedang mencari bentuk yang pas,” ujar Raihan.

Ditambahkannya, Komisi X DPR yang membidangi pendidikan sudah pernah melakukan audiensi dengan beberapa PTN untuk membahas biaya kuliah. Pada dasarnya, kata Raihan, pengelola PTN setuju jika diberlakukan batas atas biaya, asalkan pemerintah juga mau membantu.

“Pada dasarnya mereka juga mau jika ada pembatasan seperti itu. Akan tetapi, mereka tetap mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk menutupi segala biaya kekurangannya,” pungkasnya.

Oleh karena itu, terang Raihan, saat ini pihaknya juga sedang berhitung berapa kira-kira angka yang pas untuk batas atas tersebut. “Kita akan rata-rata, dan berapa negara akan nombok. Kalau tidak ada tombok dari pemerintah, maka kita hitung berapa maksimal perguruan tinggi negeri dapat menarik ke mahasiswa,” imbuhnya.(cha/jpnn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 6,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Augi Jusri Djalaluddin

    Asslm.Wr.Wb.

    “Sesungguhnya pendidikan itu sama dengan udara bagi rakyat Mesir. Oleh karena itu harus gratis sebagaimana nafas juga gratis.” Begitu kira-kira alasan yang dibangun Dr. Taha husein untuk menggratiskan pendidikan. http://tinyurl.com/6ax6le6Mesir yang menggandalkan Pariwisata, Pertanian, Perkebunan dan Tekstil dapat membuat kebijakan menggratiskan pendidikan dari Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi.
    Indonesia yang kaya bahan tambang, mineral, migas, danau, sungai, laut dan terbebas dari taufan periodik, selayaknya pembendaharaan negara dapat mengratiskan pendidikan. Sayang korupsi demikian tinggi, sehingga ketua KPK bisa ditahan oleh aliansi mafia korupsi.
    Wass.Wr.Wb.

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Negeri Burung Garuda