Home / Berita / Internasional / Asia / MUI Kutuk Keras Rencana AS Pindahkan Kantor Kedubes Israel ke Yerusalem

MUI Kutuk Keras Rencana AS Pindahkan Kantor Kedubes Israel ke Yerusalem

Ilustrasi - Peta Palestina (palestine-net.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Kongres untuk pembebasan Al-quds dari Maroko bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)sepakat memperkuat kerjasama dalam memberikan dukungan terhadap perjuangan Palestina mencapai kemerdekaannya. Ada dua poin penting dalam kesepakatan kedua belah pihak.

Ketua MUI Bidang Kerjasama Luar Negeri, Muhyidin Junaidi mengatakan poin pertama dari kesepakatan itu adalah mengutuk rencana AS untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Menurut dia rencana itu merupakan bagian dari usaha menenggelamkan eksistensi Palestina atas Jerussalem. Padahal sesuai dengan kesepakatan internasional, Yerusalem merupakan ibukota bersama Palestina dan Israel.

“Pemindahan itu melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama. Sudah jelas bahwa Yerusalem bukan ibukota Israel,” papar Junaidi kepada republika.co.id, Selasa (25/10).

Karena itu, kedua belah pihak, meminta Israel dan AS tidak melanjutkan rencana itu dan menghormati kesepakatan dalam perjanjian yang telah diteken sebelumnya. (Ajeng Ritzki Pitakasari/Agung Sasongko/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Neti Supenti

    Amerika dan Israel emang bekerja sama untuk menghancurkan Islam salah satunya melalui penghancuran negara Palestina

  • Neti Supenti

    Setuju.. saya setuju dengan pernyataan MUI untuk mengutuk keras aksi yang dilakukan Israel yang memindahkan ibu kotanya ke Yerussalem.

  • ULUKHUTECK

    bangsa As dan Israel sudah sepantasnya dilenyapkan dari muka bumi ini, halal untuk membunuh orang As dan Israel dimanapun, kapan pun, siapa pun.

Lihat Juga

Erdogan: Menjaga Al-Aqsha Bukan Tanggungjawab Anak-Anak Palestina, Tapi Muslim Sedunia