Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ku tak Ingin Menjadi “Bukan Siapa-Siapa”

Ku tak Ingin Menjadi “Bukan Siapa-Siapa”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Hari ini yang ku nanti…

Saat lembaran-lembaran iman saling terpaut

Membentuk garis-garis ukhuwah

Sketsa impian masa lalu, kini nyata terekam dalam pita batinku…

Segenggam ghirahMu bagai batu bara menyala pada permukaan tungku,

Berkawan dengan api…

Saat ku terlelap, bara itu kian menyala!

Menyilaukan,

Pesonanya memukau menerangi seantero jagat raya, memukau dalam peraduan cintaNya…

Lentera-lentera zaman menyatu terselimuti asa-asa tak terperi,

Mencipta senyum menyemaikan benih-benih wasilah…

Damainya pelita arsy-Mu menggoda, mengusik kelalaianku

Sejenak merenungi,

Ku terjaga akan Rumah-Mu di sana…

Segudang perih menusuk jiwa,

Menghunus tajam dalam dada!

Ingatan menerbangkan ruhku pada bayi-bayi yang terkapar tak berdaya!

Semangkuk suara-Mu membisikkan nyawa-nyawa melayang oleh sabetan pedang…

Hatiku, menjerit!

Pandanganku mendadak nanar

Amat kentara di ujung lensa mataku,

mayat-mayat menjerit!

Mengaduh kesakitan… terlukis dalam untaian tinta darah bercecer

Membeku dalam kalbu

Mengakar dalam sangkar.

Jangkar-jangkar berakar meniupkan kabar

Menyangsikan bayi-bayi syahid menggema takbir,

Mengenangnya, tak sekedar menyayat hati mengguratkan kepiluan lara…

Rekaman setengah abad lampau, menyulut imanku!

Saat kobaran api dipercikkan zionis Dennis Rohan di al-Quds,

Api itu kini sudah padam seutuhnya! TIDAK!

Lalu, apakah kau rela menjadi “bukan siapa-siapa” dalam memoar ini?

Rasa cemburu berkobar pada tangan-tangan zionis laknatullah…

Gelegar dahsyat jet-jet tempurmu, tak kan mampu menggedor kekokohan imanku…

Komitmen ini kami bangun, menjulang tinggi, membangun tembok-tembok peradaban!

Memecah lingkaran-lingkaran keangkuhan…

Seucap doa kita menyimpan seribu kekuatan untuk mereka mujahid sejati…

Karena kita “siapa-siapa”

*bismillah ikhwah puisi ini saya buat khusus untuk Palestina tercinta. Juga untuk saling mengingatkan tentang sebuah tempat yang sangat bersejarah, yang kini menjadi proyek yahudisasi Al-Aqsha. Relakah jika kiblat pertama kita roboh? Digerogoti puluhan galian bawah tanah Yahudi!. Ada ungkapan memuakkan dari Golda Meir, Perdana Menteri perempuan Israel yang juga satu dari 24 deklarator berdirinya negara Israel Laknatullah! “Hari terberat dan termudah dalam pemerintahanku adalah hari pembakaran masjid Al-Aqsha”. Apa kita hanya diam? Tentu tidak…Saya berharap puisi ini menjadi penggerak untuk “penggalangan dana” for renaissance Palestine pada Sarasehan ADK Se-Indonesia yang akan diadakan di UGM tanggal 28-30 Oktober nanti. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk membantu secara nyata baik doa maupun materiil.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,72 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aktif di Lembaga Dakwah Mahasiswa UIN SGD Bandung dan KAMMI UIN SGD Bandung, Lembaga Pers Mahasiswa, kuliah Jurusan Jurnalistik 2009, aktif menulis juga di koran nasional Media Indonesia, anak ketiga dari tiga bersaudara, asal Ciamis Jawa Barat.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General