Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Menolak Tawaran Abbas Menukar Shalith dengan Pencabutan Blokade

Hamas Menolak Tawaran Abbas Menukar Shalith dengan Pencabutan Blokade

Mahmud Zahar, anggota Biro Politik Hamas. (knrp)

dakwatuna.comMahmud Zahar, anggota Biro Politik Hamas mengkritik pernyataan yang disampaikan oleh Menlu Palestina, Riyadh Al Maliki terhadap kesepakatan pertukaran tawanan, yang menurutnya itu merupakan langkah yang semula ingin dilakukan oleh Fatah.

Zahar kemudian mengatakan bahwa Presiden Abbas meminta kepada para petinggi gerakan Hamas untuk menyerahkan tawanan Israel, Gilad Shalith kepada Israel, untuk kemudian sebagai kompensasinya blokade di Gaza dicabut. Ia kemudian memberikan isyarat bahwa Hamas menolak usulan seperti ini. “Shalith mereka usulkan untuk dikembalikan kepada Israel dengan gratis tanpa ada pertukaran tawanan?” jelas Zahar mempertanyakan permintaan aneh Abbas itu.

Terkait kritikan yang menyebut Israel melakukan perjanjian itu tanpa jaminan, Zahar menjawab, bahwa Israel memang bisa berbuat sesuka hatinya, dan kekhawatiran seperti ini tak perlu dibesar-besarkan. Ia kemudian menambahkan, kalaupun Israel membuat perjanjian tertulis itu pun tak akan menjadi jaminan, dan itu tidak menyebabkan mereka berhenti untuk tidak melakukan apa saja yang diinginkan. Oleh karenanya, seluruh pejuang perlawanan selalu siap sedia untuk menghadapi Israel dengan segala kemungkinan terburuk yang mungkin bisa terjadi. (msy/alhy/knrp)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • UmarClp

    setujuuuuuuuuuuuuu

  • Anonim

    Setuju……..buktikan kesungguhan dulu dengan pembebasan………….

  • Anonim

    Ssssssetuju.jangan dibohongin lagi…cabut blokade hanya siasat israel…..buktikan dulu dengan pembebasannnnn itu terpentinggg

Lihat Juga

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. (Anadolu Agency)

PBB Tolak Upaya Kudeta di Turki