Home / Berita / Nasional / MUI dan Ormas Islam Galakkan Gerakan ‘Tangan di Atas’

MUI dan Ormas Islam Galakkan Gerakan ‘Tangan di Atas’

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Serang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk menggalakkan gerakan memberi atau ‘tangan di atas’. Gerakan ini sebagai upaya menjalin ukhuwah islamiyah melalui peningkatan kesejahteraan umat.

Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat, Maneger Nasution, mengatakan, umat Islam di Indonesia paling merasakan krisis multidimensi yang terjadi saat ini. Terutama umat Islam yang berada di pelosok Nusantara yang berjuang mempertahankan keimanannya dalam keadaan lapar. “Mengapa tidak tersisa kesetiakawanan antara elit politik dengan rakyatnya yang menderita?” Tanya Maneger Nasution, saat ‘Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural Antar Pimpinan Pusat dan Daerah Intern Agama Islam” di Provinsi Banten, Jum’at (14/10).

Menurut Maneger, di tengah krisis multidimensi seperti sekarang ini, rakyat seperti dibiarkan menghadapi nasibnya sendiri-sendiri. Ada indikasi menguatnya sikap acuh dan tidak saling peduli terhadap sesama. Yang sudah diuntungkan oleh takdir, kata Maneger, merasa bukan tugasnya untuk peduli dan berbagi. Bahkan, menganggap yang kurang beruntung itu tidak berpotensi untuk diajak bersama-sama menyongsong masa depan yang lebih cemerlang. “Keadaan seperti ini merupakan ciri-ciri keruntuhan suatu peradaban, betapapun besar peradaban itu,” kata Maneger.

Karena itu, ikatan kesetiakawanan yang juga disebut ukhuwah ini perlu ditumbuhkan dan dirawat agar tidak memudar dan kemudian dilupakan. “MUI dan Ormas Islam perlu secara sistematis menggalakkan gerakan tangan di atas,” kata Maneger.

Seluruh kekuatan Islam perlu bersinergi untuk membangun kemandirian dari aspek ekonomi sehingga bisa memberi, dan memberdayakan umat. Kalau perlu, kata Maneger, dana abadi umat yang kini menumpuk di rekening Kementerian Agama bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi umat yang lebih konkrit demi kemaslahatan umat.

Merawat ukhuwah islamiyah melalui pemberdayaan ekonomi ini, diharapkan dapat segera mewujudkan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), negara yang aman, damai, adil, makmur secara rohani dan jasmani yang diridhoi Allah SWT. “Hingga terwujudnya baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur,” kata Maneger.

Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama, Abd Rahman Mas’ud, mengatakan umat Islam sebenarnya memiliki modal manajemen yang sangat besar. Umat Islam memiliki organisasi massa seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Mathlaur Anwar (MA), serta ormas Islam lainnya. Ormas Islam ini merupakan aset yang sangat berharga bagi pengembangan ekonomi umat.

Menurut Rahman, NU, Muhammadiyah, dan MA melalui amal usahanya masing-masing telah berhasil merespon tantangan abad 20 sejak awal berdirinya. Terutama dalam bidang pendidikan, “Namun sektor ekonomi belum tergarap secara optimal oleh sebagian ormas Islam ini,” kata Rahman. (Rahmat Santosa Basarah/Muhammad Fakhruddin/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Zainuddin M. Zaini

    Setuju banget dengan gerakan tangan di atas asal bukan dalam artian menindas dan membantu orang lain dari hasil jarahan dan korupsi…..sebab di negara kita kalau sudah jadi koruptor baru sering tangan diatas dan sering naik haji dan umrah untuk mensucukan diri

Lihat Juga

Austria Larang Pembagian Al-Quran