Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ku Tahu yang Ku Mau…

Ku Tahu yang Ku Mau…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Kehidupan ini adalah anugerah yang sangat berharga. Hidup adalah tanggung jawab yang setiap detiknya harus bermakna ibadah. Begitu banyak penjelasan kepada kita bahwa keindahan hidup bukan diukur dari panjang pendeknya umur, tidak juga diukur dari kaya miskinnya  orang, melainkan dari bagaimana ia mengisi hidupnya.

Memaknai hidup ini setiap insan pasti memiliki kemampuannya masing-masing dalam berbagai bidang. Karena Allah telah menciptakan manusia  sejak ditiupkan ruh ke dalam masing-masing kita memiliki potensi diri ,entah di sadari atau tidak karena kita ini adalah pemenang. Asal mau melihat dengan cermat. Sebab, di dalam diri kita masing-masing terpendam “kekayaan” bakat yang perlu dikelola agar lebih bermanfaat. Rasulullah bersabda “Sesungguhnya manusia tak lain seperti kawanan seratus ekor unta, hampir-hampir engkau tidak bisa menemukan di dalamnya seekor unta yang mampu menempuh perjalanan jauh” (H.R Bukhari). Mengapa begitu? Karena kita belum menggali potensi, belum menemukan bakat dan talenta kita, belum serius melatih kemampuan diri, sehingga gampang menyerah dan kalah di tengah jalan, batal bertanding sebelum naik ring.

Dan kerap kali seseorang banyak yang merasa tidak Percaya diri akan kemampuan dirinya,  sehingga tak jarang dari kita hanya  bergantung di bawah bayang-bayang kesuksesan orang lain. “Lebih baik menjadi nomor satu buat diri sendiri, dari pada menjadi nomor dua di bawah bayang-bayang sukses orang lain”

Percaya diri merupakan hal yang sangat penting  untuk memperoleh kesuksesan itu.  Dengan percaya akan kemampuan diri hal apapun yang membuatnya mundur atau rintangan apapun yang menghadang justru sebagai bahan akar semangat untuk mencapai kesuksesan. Di sebutkan di dalam al-Qur’an “Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (bakatnya) masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya” (Q.s Al-Israa: 84). Ayat tersebut telah membuktikan bahwa memang di dalam diri setiap insan memiliki potensi diri untuk menggapai kesuksesan yang gemilang.

Begitulah, sesungguhnya manusia memiliki potensi dalam dirinya  masing-masing, namun apakah mereka bisa memanfaatkan potensi tersebut? Itulah yang membuat mereka berbeda.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (28 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir di Jakarta pada 14 Agustus .Saat ini tinggal di Depok Jawa Barat. Hobinya yaitu membaca dan menulis. Motto hidup: "Differentia or die".Selain menyukai ilmu Psikologi. Dwi memiliki motivasi dalam menulis dan menerbitkan buku best seller adalah salah satu cita-citanya.

Lihat Juga

Tidakkah Kamu Berpikir?