Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Sederhananya Cinta

Sederhananya Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul : Sederhananya Cinta
Penulis : Deasy Lyna Tsuraya
Penerbit : Indie Publishing
Terbit : I, Januari 2011
Halaman : vi + 110

Cover Buku "Sederhananya Cinta" oleh Deasy Lyna Tsuraya.

dakwatuna.com – Cinta merupakan anugerah dari yang Maha Pemberi Cinta. Dengan cinta hidup ini terasa damai dan tenteram. Dan karena cinta timbulnya keteraturan di muka bumi ini. Sebagaimana tata surya yang beredar secara teratur, di sana ada cinta Allah Sang Maha Pemberi Cinta. Sehingga makhluk di permukaan bumi ini pun dapat mengambil manfaat dari keteraturan tata surya itu.

Sungguh tak terbayangkan bila pada tata surya itu tak ada cinta Allah di dalamnya. Tentu antara benda antariksa terjadi benturan satu sama lain dan itu artinya malapetaka bagi penduduk bumi.

Dan bahkan cinta Allah itu pun dirasakan oleh hewan serta tumbuhan sekalipun. Tak ada serigala yang memakan anaknya. Tumbuh-tumbuhan kembang merekah, adanya kesinambungan antara tumbuhan satu dengan tumbuhan lainnya, dengan jenis dan warna yang beraneka ragam.

Cinta dalam konteks manusia acap kali hanya ditafsirkan antara pria dan wanita saja. Sedangkan cinta maknanya sungguhlah sangat universal. Pemaknaan cinta tentu lebih luas dari itu. Cinta antara orang tua terhadap anak yang menghasilkan kasih sayang. Cinta antara guru dengan murid yang menghasilkan pembimbingan. Cinta antara yang tua kepada yang muda yang menghasilkan penjagaan. Semua merupakan bentuk dimensi cinta yang begitu luas. Dan tentunya bagaimana kita menafsirkan cinta akan memiliki warna yang berbeda dalam kita memaknai cinta itu.

Namun, sangat disayangkan pada masyarakat modern saat ini cinta sudah dianggap menjadi berhala yang disembah-sembah. Cinta itu memang penting bagi hidup manusia, namun cinta bukan berarti segala-galanya. Bagaimana sepasang muda mudi yang putus cinta dan berakhir dengan bunuh diri. Atau cinta yang menuntut harta, tidak ada materi maka tidak cinta. Serta pemujaan cinta lainnya yang sangat berlebihan yang sangat jauh dari nilai cinta itu sendiri. Sebuah cinta buta yang sangat jauh dari tuntunan sang Maha Pemberi cinta, Allah SWT.

Bahwa cinta yang sesungguhnya ialah saat sang pencinta mampu untuk mengekspresikan perasaannya tanpa melupakan cintanya kepada penciptanya. Karena sesungguhnya sang Maha Pemberi Cinta harus lah senantiasa dilibatkan dalam setiap episode kehidupan kita di dalam memaknai cinta.

Dalam Sederhananya Cinta ini Deasy Lyna Tsuraya mengupas berbagai dimensi cinta. Bagaimana cinta terhadap lawan jenis. Di mana cinta terhadap lawan jenis tidaklah untuk dilenyapkan, melainkan cinta itu perlu untuk dikelola asal tidak berlebihan. Cinta seseorang pun haruslah dalam bingkai mardhatillah, tidak dalam rangka memperturutkan hawa nafsu. Karena bila hawa nafsu menjadi panglimanya tentu cinta tidak lagi menjadi kemaslahatan, namun pada kondisi ini cinta sudah berpaling menjadi cinta yang menistakan.

Dimensi cinta lain yang cukup menarik dibahas dalam buku ini ialah cinta  Allah telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk, lengkap dengan kesempurnaannya. Itu berarti bahwa kesempurnaan kita sebagai manusia telah melekat pada diri kita. Dan begitu pula pada cinta, bahwa jangan pernah menuntut kesempurnaan cinta, karena dengan kesempurnaan yang telah ada pada diri kita telah menjadikan diri kita sempurna.

Cinta dengan segala dimensinya memberikan sebuah ruh pembangun jiwa bagi para pencinta. Di sana menghasilkan kekuatan maha dahsyat. Ada sebuah kekuatan cinta yang dihasilkan, di mana kekuatan itu tidak dapat dihasilkan kecuali dari kekuatan cinta itu sendiri.

Cinta para pencinta kepada yang dicintainya menghasilkan karya. Cinta tanpa karya hanyalah sebuah cinta yang palsu. Bahwa cinta membutuhkan bukti nyata yaitu karya. Karena cintalah keinginan untuk menghasilkan karya yang terbaik itu selalu bergelora. Pagi para pecinta, karya cipta yang dihasilkannya yaitu membesarkan setiap jiwa yang ditemuinya. Sehingga karya cinta itu dapat pula dirasakan orang lain. Atau dalam istilah Anis Matta dalam Serial Cintanya bahwa para pecinta harus mampu memberikan semangat penumbuhan kepada orang yang dicintai.

Ataupun bagaimana cinta Allah secara tunai kepada hambanya, bagaimana Allah mencurahkan rahman-Nya kepada seluruh hamba-Nya tanpa memandang bagaimana tingkat amalnya. Tanpa sedikit pun mengharap manfaat atas cinta itu yang telah dicurahkan kepada hamba-Nya. Allah mencurahkan cinta tak mengharap pamrih. Dan di situ lah letak kesederhanaan cinta.

Dan pada buku ini lebih lanjut membawa kita untuk menangkap hikmah bagaimana “seni” Allah serta para pencinta dalam mencinta untuk cinta yang sederhana dan tidak rumit.

Terakhir, buku ini ditutup bagaimana doa para pecinta. Bagaimana doa ibu terhadap anaknya, agar sang anak senantiasa dilimpahkan kesejahteraan dan keselamatan. Lalu bagaimana doa Adam AS terhadap istrinya Hawa yang Allah pertemukan jua di muka bumi setelah Allah usir dari surga. Semuanya itu dilakukan karena cinta yang berlandaskan pada Rabb nya yang menyandarkan cinta itu pada nilai ilahiyah. Cinta bersumber kepada Maha Pemberi Cinta dan kepada-Nya jualah cinta itu harus disandarkan. 

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (39 votes, average: 9,28 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ofis Ricardo

Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Undip tahun 2004. Saat mahasiswa sempat menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa KM Undip. Saat ini bekerja sebagai Analist pada SERUM Institute. Tinggal di Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat. Bercita-cita menjadi Lawyer sukses dan Penulis ternama.

Phone : 0857 2696 0569 / 0852 900 900 99

Twitter : @ofisricardo

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang