Home / Berita / Nasional / KPK Seharusnya Pro Rakyat, Bukan Membela Penguasa

KPK Seharusnya Pro Rakyat, Bukan Membela Penguasa

Ilustrasi - Gedung KPK (swatt-online)

dakwatuna.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai KPK tidak beres mengurus masalah korupsi. Sebab sampai sekarang kasus Century gagal dituntaskan KPK. “Jika gagal mengusut tuntas Century, sebaiknya semua orang KPK diganti. Buat apa digaji mahal jika rakyat hanya dapat sandiwara tebang pilih kasus korupsi. Kita tidak butuh lembaga pengecut!” tegas ketua PP KAMMI, M Ilyas di Jakarta (05/10).

Ilyas meminta KPK jangan sibuk mengurus korupsi recehan. Sedangkan, sumber korupsi di istana tidak tersentuh. Banyak kasus besar seperti Century gagal diungkap. KPK seharusnya pro rakyat, bukan membela penguasa.

Selama ini KPK memang terbukti mengecewakan rakyat. Berbagai kasus korupsi seperti kasus Nazaruddin, mafia anggaran dan mega skandal Century gagal diselesaikan. KPK lebih sibuk kejar citra, banyak berkoar di media tapi minim kerja. Kewenangan sebagai lembaga superbody belum dimanfaatkan maksimal.

Untuk itu, KPK sebaiknya serius menyelesaikan kasus Nazaruddin. Sebab banyak unsur partai penguasa terlibat di dalamnya. Apalagi menurut pengakuan Nazaruddin, dana korupsinya mengalir ke Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Masih menurut KAMMI, kasus Century juga harus berani diungkap ke publik. Apalagi dana negara yang dikuras century sangat besar yaitu Rp 6,7 miliar. Sudah 2 tahun berjalan penanganan Century masih setengah hati.

“Jangan takut mengusut tuntas di balik kebohongan Century, Nazaruddin dan lainnya. Jangan sampai rakyat frustasi dan akhirnya main hakim sendiri. Apalagi kekecewaan masyarakat terhadap SBY sudah semakin membesar” ungkap Ilyas.

Di tempat terpisah, seorang aktivis KAMMI Salahudin Yuswa mengatakan, “Fungsi KPK sudah tidak berjalan baik. KPK sibuk bergerak sebagai pengaman dan pelindung penguasa. Jika itu masih terus terjadi, lebih baik KPK disegarkan dan kembali kepada hukum rakyat.” (is/kammi)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Abu Khansa

    Lembaga Pemberantas Korupsi Cuma SATU sobat….. jangan diruntuhkan….sementara Koruptor dah menguasai semua lahan di negeri ini……Tak semudah membalik tangan memberantas korupsi…..KPK Punya Prosedur tak tak akan ngasal dalam bekerja….. SAYA tetep Dukung KPK untuk memberantas Koruptor yg selama ini telah banyak merugikan negara dan saat ini sedang menjatuhkan KPK. 

    jadi Orang yg jujur dan ingin menegakkan Kebenaran akan banyak yang membenci dan sedikit yg menyukai,tp Alloh selalu Suka kepada yg Jujur….
    Kalo Anda ingin mecoba seperti apa orang yg jujur itu, coba anda lakukan di lingkungan kerja anda, katakan yg benar adalah benar dan yg salah adalah salah, nanti akan ada temen anda yg akan terganggu dengan sikap Anda.

  • Toni

    bukannya dana yang digelontorkan 6,7 triliun ya??

  • alwang55

    KPK ( komisi penyelamat Koruptor )

  • alwang55

    KPK ( komisi penyelamat koruptor )

  • Harus nya sebagia pemimpin organisasi kemahasiswaan islam ,harus bersikap yang realistis jangan memberikan komentar kampungan kyak gini…harusnya mendukung apa yang di lakukan KPK…tidak dengan komen di media,klo pingin kritik KPK ya kritik Aj waktu sidang di DPR…….
    emngnya lo bisa mampu nyelesain kasus yang rumit2 kyak yang di tangani KPK…wkwkkw
    kalau misalnya ada saudara atau tetangga lo aja yang korupsi belum tentu lo mau mengungkap….
    Bravo KPK……..mahasiswa itu sekarang ngak mutu……
    belajar yang pintar …
    besok klo pemimpin yang kira2 ngak becus ganti saja …jangan hanya demo2 yang tiada manfaat..

    • Erik Eri

      Wajar dong mahasiswa mengkritisi masalah kasus century merampok uang negara 6,7 triliun sudah 2 thn KPK menangani kasus ini belum ada titik terang nya. Ada apa?.. sebenar nya karna partai penguasa terlibat di dalam nya. Jangan pak sugiato ini kecipratan uang crntury ya apa salah satu termasuk dlm parrai maling ( DEMOKRAT) ya.

Lihat Juga

Cuplikan akun Twitter Syaikh Yusuf Qardhawi. (twitter.com/alqaradawy)

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi: Salam Hormat untuk Rakyat Turki