Home / Berita / Nasional / Mendag Tak Layak Dipertahankan karena Kebijakannya tidak Kondusif Bagi Ekonomi Dalam Negeri

Mendag Tak Layak Dipertahankan karena Kebijakannya tidak Kondusif Bagi Ekonomi Dalam Negeri

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sudah tak layak lagi dipertahankan.

Menurut mereka, jika Mari tetap pada posisinya, atau malah bergeser menjadi Menteri Keuangan, maka tak ada perbaikkan yang akan terjadi.

“Setuju kalau mendag diganti. Karena kebijakannya kurang kondusif bagi ekonomi dalam negeri. Namun, kalau sampai bertukar ke posisi Menteri Keuangan musibahnya lebih besar,” kata Wasekjen DPP PKS, Mahfudz Siddiq, Senin (3/10/2011).

Pernyataan Mahfudz juga diamini oleh politisi PPP, Arwani Thomafi. Ia menyarankan kepada Presiden SBY sebagai pemilik hak prerogatif, memilih menteri yang memiliki orientasi memperkuat kemandirian bangsa.

“Selain nasionalisme, SBY harus berpegang pada aspek kualitas kinerja. Menteri yg kinerjanya bagus, asal tidak tersangkut perkara hukum, menurut saya patut untuk dipertahankan,” Arwani menambahkan.

Seperti diberitakan, jelang reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden SBY sebelum 21 Oktober, bongkar pasang posisi menteri serta kemungkinan adanya wajah baru mulai menjadi desas-desus di kalangan politisi. Disebutkan bahwa Menkeu Agus Martowardoyo akan digantikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Agus Marto akan dicarikan pos yang tepat, kemungkinan besar akan dijadikan salah satu duta besar. (Rachmat Hidayat/Yudie Thirzano/jppn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Keindahan pantai lombok menjadi salah satu daya tarik wisata halal di Indonesia. (nginepmana.com)

Tren Ekonomi Wisata Halal