Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Melihat Lebih Dekat Mencoba Lebih Bermakna

Melihat Lebih Dekat Mencoba Lebih Bermakna

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Bila kulihat kenyataan yang ada

Ketika kesadaran belum sepenuhnya tertanam

Tak wajar berharap untuk berbuat lebih

Hanya berbuat apa adanya

Tak bertenaga apalagi bermakna

Terlalu biasa untuk sesuatu yang teramat istimewa

 

Bila kulihat kenyataan yang ada

Ketika keikhlasan belum sepenuhnya tertuang

Maka semua yang engkau lakukan sekarang

Tak akan mampu menggerakkan

Apalagi membawa perubahan

Untuk sebuah peradaban yang diimpikan

 

Kucoba menafikan kenyataan yang ada

Beban cinta ini terbagi merata sempurna

Sehingga tiap pundaknya laksana baja

Baja yang menanggung beban sesuai modulusnya saja

Tak mudah berkarat karena terlindung oksida ukhuwah

Kuat, tak mungkin patah tiba-tiba

 

Kucoba menafikan kenyataan yang ada

Amanah cinta ini pastinya mengakar sempurna

Sehingga harum bunga dan manis buahnya

Bisa dinikmati, bahkan oleh mereka yang tuna pancaindera

Bertenaga sempurna membawa perubahan bermakna

Peradaban Islam yang mulia

 

Maka biarkan aku bertanya kepada aku dan kamu

Sudahkah hati ini berpadu satu

Mencurahkan cinta hanya kepada pemiliknya yang paripurna

Bersua hanya untuk tunduk pada-Nya, Sang Pemilik segala Maha

Bersatu hanya untuk menyeru di Jalan-Nya yang suci tak bernoda

Berikrar untuk jadi pembela syariat-Nya yang murni tak berjelaga

 

Dan inilah doa yang aku panjatkan tiap hari

Doa yang terlafazkan dengan mengingat wajah kalian

Wajah yang senantiasa bercahaya karena cinta dan mencintai-Nya

Kuatkanlah ikatannya

Kekalkanlah cintanya

Tunjukilah jalan-jalannya

Terangilah dengan cahayamu

Yang tiada pernah padam

Ya robbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami

Dengan karunia iman

Dan indahnya tawakal padamu

Hidupkan dengan ma’rifatmu

Matikan dalam syahid dijalanmu

Engkaulah pelindung dan pembela

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Feriyanto
Berasal dari keluarga yang sederhana. lahir di Cirebon, kota udang kebanggaan. mencoba menjadi pribadi yang senantiasa belajar, lebih-lebih belajar tentang arti hidup dan kehidupan. kuliah di kampus Gajah, ITB jurusan teknik sipil angkatan 2008 dan peserta PPSDMS regional 2 Bandung angkatan 5. aktif di GAMAIS ITB sebagai Staff Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus.

Lihat Juga

Ilustrasi. (arabworld.nl)

Beginilah Seorang Muslim Memaknai Kemenangan