Home / Berita / Opini / Rok Mini Versus Pakaian Syar’i

Rok Mini Versus Pakaian Syar’i

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (storylifeme.blogspot.com)

dakwatuna.comBelakangan ini, masyarakat Jakarta dikejutkan maraknya kasus pemerkosaan terhadap perempuan. Kejadian itu tentu menyisakan kenangan perih karena kehilangan kesucian yang berusaha dipertahankan. Kaum perempuan sebagai kalangan yang harusnya dilindungi justru mendapatkan ancaman kriminalitas. Mereka mendapatkan gejala serangan asusila yang mengorbankan harga diri.

Perkembangan suburnya kasus pemerkosaan sendiri sudah banyak terjadi. Tapi mulai ramai kembali menyusul kasus yang menimpa Livia, mahasiswa Binus pada 16 Agustus lalu. Korban menaiki angkot M 24 jurusan Slipi – Srengseng. Dirinya diperkosa dan mayatnya dibuang. Kejadian mengerikan ini memicu ketakutan banyak perempuan untuk naik angkot.

Belum selesai satu masalah pemerkosaan, masyarakat kembali dikejutkan pemerkosaan karyawati berinisial RS. Dirinya mengalami perampokan dan pemerkosaan saat menaiki angkot yang berputar di sepanjang Jl TB Simatupang.  Salah seorang pelaku akhirnya dapat ditangkap dua minggu kemudian setelah korban melihat supir angkot pemerkosanya. Tanpa ampun, korban melaporkan ke kepolisan terdekat yang langsung meringkusnya.

Rentetan kasus pemerkosaan itu menambah deretan panjang kriminalitas perkosaan di Jakarta. Sebelumnya jumlah kasus perkosaan di Jakarta selama Januari hingga September 2011 mencapai 3753 kasus. Khusus di Jakarta terdapat 40 kasus. Sebagian besar korbannya dicekoki miras kemudian diperkosa dalam rumah. Sedangkan, tiga kasus pemerkosaan terjadi di angkutan umum.

Kerawanan angkutan umum langsung mendapat respons banyak pihak. Kalangan penegak hukum mengambil kebijakan merazia angkot. Supir tembak dan kaca gelap mobil angkot dianggap pokok persoalan maraknya perkosaan sehingga menjadi sasaran razia. Tidak ketinggalan komentar Fauzi Bowo yang menyatakan bahwa pemerkosaan di angkutan umum muncul karena gaya busana minim. Bupati Aceh Barat Ramli Mansur juga menyatakan perempuan berbusana minim seakan minta dan layak diperkosa.

Menjawab tudingan para birokrat, banyak kaum perempuan merasa terlecehkan. Para perempuan penyuka rok mini berdemonstrasi dan menolak disalahkan. Sebaliknya, mereka menyalahkan ucapan keduanya yang dianggap menimbulkan polemik karena bias gender. Perkataan Foke dan Ramli dianggap menistakan korban yang seharusnya membutuhkan perawatan dan pertolongan fisik.

Rok  Mini, sebuah kesalahan ?

Kecaman sekelompok perempuan itu memang dianggap sebuah kewajaran. Tapi bukan sebuah sikap bijak menyalahkan sepenuhnya komentar Foke dan Ramli. Sebab pencegahan dari tindakan kejahatan memang seharusnya dilakukan sejak dini. Sebab kejahatan timbul karena adanya aksi – reaksi. Pemakaian rok mini, perhiasan berlebihan dan pakaian ketat sangat rawan tindakan pelecehan seksual.

Hemat penulis, kita layak mengutuk perbuatan pemerkosaan yang melanda banyak kaum perempuan. Timbulnya tindak pemerkosaan di angkutan umum sangat meresahkan masyarakat utamanya kaum perempuan. Pelaku kejahatan layak dihukum berat atas perbuatannya merusak dan menghilangkan harga diri wanita.

Tapi perlu dipikirkan kembali pendapat Ketua MUI Amidhan. Beliau menegaskan kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Perempuan berbusana ketat, rok mini dan mengumbar aurat dapat membuat syahwat lelaki bergejolak. Pemakaian busana yang meminggirkan aturan agama ditambah perhiasan berlebihan seperti memberikan kesempatan kepada orang lain membuat kejahatan. Apalagi di banyak kota besar banyak perempuan berpakaian tapi sesungguhnya “telanjang”

Momentum maraknya pemerkosaan seharusnya menjadi ajang refleksi. Kalangan perempuan harus mengembalikan fitrahnya dengan menutup auratnya. Sebab potensi kejahatan seksual banyak dialami perempuan berbusana minim. Ada baiknya, mereka menutup tubuhnya berbalut jilbab dan busana yang sopan. Jika tidak sesuai syariat Islam, minimal menutup kaki sampai di bawah dengkul.

Islam sendiri sebagai agama sudah mengajarkan perempuan bagaimana melindungi dirinya. Syariat Islam meminta kaum muslimah menutup auratnya yaitu seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Lebih tegas, Allah menyuruh muslimah untuk berjilbab. Pemakaian jilbab bertujuan agar tidak diganggu lelaki yang bukan muhrimnya.

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin semua hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu.” (al-Ahzab: 59)

Akhirnya hemat penulis, masalah perkosaan di angkutan umum ada dua solusi. Pertama, adanya kesalahan paradigma dari perempuan rok mini bukan sebuah kesalahan. Demonstrasi perempuan penyuka rok mini menjadi sebuah pemantik kejahatan seksual. Sebaiknya, mereka introspeksi diri memakai busana sopan dan sesuai aturan agama. Jika perlu memakai jilbab sehingga tidak ada sejengkal aurat dapat dinikmati lawan jenisnya.

Kedua, lemahnya perlindungan hukum terhadap kaum perempuan. Pemerintah daerah dan penegak hukum harus mulai tegas terhadap pelaku kejahatan. Pengusutan laporan kejahatan seksual jangan berhenti pada berkas laporan saja. Pelaku harus ditangkap dan diberikan hukuman seberat – beratnya. Pemerintah daerah dan dinas perhubungan juga harus menindak tegas oknum supir tembak dan kaca mobil angkutan umum. Ini penting demi mencegah kejahatan serupa terulang sekaligus memberikan jaminan keamanan terhadap penumpang perempuan.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (87 votes, average: 9,48 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan peneliti Insure. Tinggal di Jakarta.
  • imar

    Plus satu lagi, menurut bu elly risman, psikolog, bahwa pemerkosaan tsb krn adanya game2 kekerasan saat ini.

  • kejahatan seksual lebih disebabkan karena ada rangsangan, dan tentu ada kesempatan. Pencegahanya tentu tidak sekedar mengganti rok mini dengan jilbab, tapi juga penegakan hukum. Ucapan Foke tidak bisa dilihat hanya sekedar ucapan Gubernur melarang rok mini. Tapi harus juga dilihat dari anjuran untuk tidak berpakaian merangsang yang menimbulkan niat melakukan perkosaan.

  • oki alkahfi

    tanada-tanda mau kiamat sdh dekat, naudzubillah minzalik…

  • Scs579

    Masak rok mini diganti jilbab, gak cocok atuh, jilbab mah letaknya di kepala, ganti dengan rok panjanglah..

    • Pengertian jilbab itu adalah menutupi aurat… jangan bukan sebatas menutup kepala saja…. memang ahli bahasa kita banyak yang kurang tepat dalam menejemahkan bahasa….

    • Nih org geblek.. Jilbab tuh bkn nutup kepala ªjª!! Kalo Ǧ̩̥aªªk ngerti maknanya dlm syariat islam jgn asbun..

  • omaryam

    saya setuju perempuan harus berpakaian dgn rapi utk yg non muslim mungkin gak bs juga dianjurkan tertutup rapat seperti pakaian muslimah, tapi paling tdk, cukuplah sopan dan rapi. tapi kalo memang cara berpakaian perempuan adalah salah satu penyebab utama pemerkosaan…kenapa tki2 di arab sana banyak juga yg jd korban  perkosaan majikannya ya…pastinya tki2 itu berpakaian tertutup di dlm rmh sekalipun….kalau begini, sepertinya menyalahkan cara berpakaian   perempuan sangat sangat tdk tepat.

    • Harirai74

      gaya berpakaian hanya salah satu sebab saudaraku …. berarti masih ada sebab yang lain ….

    • Jpank58

      paling nggak bisa menimimalisir kejahatan dengan menutup aurat.

    • Positive Thinker

      Kenapa kok di arab sana pake jilbab tapi tetap ada yang memperkosa? Karena rerata pria arab itu syahwatnya lebih besar dari pada rerata laki-laki Indonesia dan ras lain. Ga percaya? Jika ada waktu dan uang, cobalah Anda melancong kesana (Arab), kenakan busana yang ukurannya “sopan” di negeri ini, tidak perlu jilbab. Coba cari lorong sepi, dan berjalanlah disana sendirian. Tunggu apa yang akan terjadi pada Anda sesaat kemudian ketika ada seorang lelaki Arab yang melihat Anda.

    • NO NAME

      ehmmm… mungkin anda harus cari tahu lebih dalam tentang TKI (TKW) yang “katanya” jadi korban perkosaan,,, di Arab Saudi, pacaran dilarang,,, akan tetapi banyak sekali TKW2 kita yg secara diam2 memasukkan pacar mereka di rumah majikannya… kalo dh berdua di dalam kamar,,, apalagi yg dilakukan kalo g yg begituan,,, dan ketika mereka hamil, dipulangkan ke Indonesia mereka mengaku kalo kehamilan atau anaknya adlh hasil perkosaan majikannya,,, pdhl mereka melakukannya suka sama suka dgn pacarnya,,, info ini saya dpt dari org Indonesia yg menetap di Arab, dan pernah juga punya pembantu dari Indonesia…

    • Marshaltalahaturuson24

      msalah tki di arab, itu karna tinggal drumah majikan yg sdh psti bkn muhrimx. klu cntoh , pembantu dirumah sendrian dgn majikan laki2 dan tidk ada org lain drumahx baik istri majikan atau sanak saudarax… yah bisa jadi ada pmerkosaan. alngkah baik tkw indo gk usah kluar negri mrantau klu cm jd pembantu.

  • Mala_zahida

    kita sangat patut mengutuk tindakan bejad pemerkosaan, namun patut pula berupaya meminimalisirnya salah satunya dg berpakaian sopan bukannya malah mengundang dengan rok mini.

  •  Penyebab lain, maraknya iklan-iklan di televisi yang terkesan “mengeksploitasi” perempuan. Hampir semua iklan ada icon artis perempuan, yang menampilkan auratnya. Dengan demikian, perlu adanya peran para elit pengambil kebijakan untuk mengurangi “komersialisasi” perempuan, misal Menkominfo membuat aturan periklanan, agar tidak menampilkan artis perempuan yang menampilkan sisi-sisi erotis. Termasuk bos-bos perusahaan, aturan seragam hendaknya lebih mengedepankan kesopanan.

  • Hryadirichie

    mungkin perlu dikaji dan disampaikan kepada pembuat UU negeri ini, agar ke depan masyarakat indonesia punya peraturan ttg etika pergaulan, termsk di dalmnya tata cara berpakaian dlm setiap penampilan di depan umum

  • assalaamu’alaikum..
    menyangkut hal pemerkosaan, sebenarnya banyak penyebab hal itu terjadi. setelah saya simak semua koment pada pagi hari ini, semua semua berpartisipasi dalam saran dan penjelasan akibat dr “Sumbernya”
    apakah kita semua siap terutama kaum wanita menerima/menurut/melaksanakan solusi dri masalah ini termasuk peraturan yg akan di keluarkan. walaupun pemerkosaan/kejahatan msh ada,tetapi kemungkinan akan berkurang. kita hanya bisa berusaha dan terus berusaha biar masalahnya terpecahkan, “Tp ingat !!! semua  harus di laksanakan kontinyu/terus menerus/istiqomah” jangan sampe MUSIMAN (klo kt orgh sunda “Gebrag Tumbila”)
    SUDAH BANYAK SARAN, LAKUKAN!!!…. semangat sodaraku!!!

  • ali

    Selain barbusana sesuai syariat Islam, selayaknya para wanita bepergian dengan ditemani muhrimnya baik cewek atau cowok, kalaupun tujuan keluar dari rumah untuk menuntut ilmu (sekolah, kuliah) maka sebaiknya jangan sendiri lebih baik minimal berdua dan juga para wanita semaksimal mungkin hindari keluar rumah/pulang jangan terlalu larut malam atau dini hari.

Lihat Juga

Repro negatif potret RA. Kartini (wikipedia)

Mengupas Kembali Perjuangan Kartini, Meluruskan Kembali Hakikat Perjuangan Gerakan Perempuan