07:30 - Jumat, 19 Desember 2014

Ikhwanul Muslimin: Mesir Tak Akan Sekuler

Rubrik: Afrika | Kontributor: dakwatuna.com - 18/09/11 | 01:06 | 18 Shawwal 1432 H

Ilustrasi (mapsof/hdn)

dakwatuna.com – London. Ikhwanul Muslimin yang merupakan organisasi Islam, memandang Mesir pasca revolusi, untuk menerapkan sistem pemerintahan “Politik Islam” hal ini ditegaskan oleh Mohamed Ghanem wakil Ikhwanul Muslimin di Inggris.

Ghanem menyatakan Mesir setelah revolusi, akan mengambil metode politik Islam yang baik bagi demokrasi. Dia juga berusaha menepis Konstitusi Sekuler yang dihembuskan oleh Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sebagaimana diwartakan, Erdogan dalam wawancaranya dengan sebuah televisi satelit swasta Mesir menegaskan, “Sebuah negara sekuler menghormati seluruh agama. Jangan takut terhadap sekulerisme. Saya berharap akan terbentuk pemerintahan sekuler di Mesir.”

Hal iyu memantik Juru Bicara Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ghuzlan, menilai pernyataan Erdogan itu sebagai interferensi terhadap hubungan internal Mesir. Ditambahkannya bahwa pengalaman dari negara lain tidak harus dikloning.

“Kondisi di Turki memaksanya untuk menerapkan konsep sekuler,” kata Ghuzlan. (AP/CN34/SMCN)

Redaktur: Hendra

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (9 orang menilai, rata-rata: 9,89 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
106 queries in 1,220 seconds.