Home / Berita / Nasional / Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, Achmad Rilyadi (facebook)

dakwatuna.comFraksi PKS DPR menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik rata-rata sebesar 10 persen per 1 April 2012. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, Achmad Rilyadi mengatakan pemerintah masih mempunyai opsi lain menutupi peningkatan subsidi listrik.

“Kuncinya cuma satu yakni pemerintah niat dan mau bekerja keras untuk mengurangi biaya listrik PT PLN (Persero),” katanya, Jumat (16/9).

Menurut dia, opsi menutupi kenaikan beban subsidi listrik yang bisa dilakukan pemerintah di antaranya menyediakan pasokan gas sebesar 400 triliun British thermal unit (TBTU). Volume gas itu 27,5 TBTU lebih tinggi dibandingkan usulan pemerintah yang disampaikan dalam Nota Keuangan RAPBN 2012 sebesar 372,5 TBTU.

“Ambilah harga harga rata-rata gas dengan tingkat cukup maksimal yakni 8,2 dolar AS per MMBTU, maka berdasarkan hitungan kami akan ada penghematan subsidi sebesar Rp9,22 triliun,” ujarnya.

Rilyadi melanjutkan nilai penghematan tersebut setara dengan tambahan pendapatan listrik PLN dari rencana kenaikan TDL sebesar 10 persen di 2012.

Pada rapat dengar pendapat Komisi VII DPR dengan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman pekan lalu, pemerintah secara resmi mengajukan kenaikan TDL sebesar 10 persen per 1 april 2012. Melalui kenaikan TDL itu, pemerintah menghitung ada penghematan subsidi sebesar Rp9 triliun.

Ia juga mengatakan, opsi lainnya yang masih bisa dilakukan pemerintah agar TDL tidak perlu naik adalah konsisten menerapkan harga batu bara acuan untuk keperluan domestik sesuai Indonesian Coal Index (ICI).

Menurut dia, dengan memakai patokan ICI, harga batu bara yang dibeli PLN menjadi lebih murah. Dengan kebutuhan batu bara PLN sebesar 48,1 juta ton di 2012, maka diperkirakan akan ada penghematan sekitar Rp2-3 triliun. “Jadi, rencana kenaikan TDL masih bisa dihindari,” katanya. (Ant/OL-04/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya