Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kutunggu Janji Itu

Kutunggu Janji Itu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Saudariku,
Kutunggu janji itu
Janjimu 2 tahun lalu
Masih ingatkah kau?!
Ramadhan 2 tahun lalu
Saat kita masih mahasiswa baru
Kau memakai pakaian itu
Baju lengan panjang dan jilbab warna biru
Kukira kau sudah memutuskan sesuatu
Ingatkah kau?!
Ketika kuulurkan tanganku
Untuk mengucapkan selamat kepadamu
Namun kau berkata:’nanti dulu’
Aku heran kenapa kau berbuat seperti itu
Kau pun melanjutkan:’aku belum siap untuk itu’
Kukira kau akan berubah dari yang dulu
Kau mengatakan lagi:’Ramadhan tahun depan insya Allah akan kulaksanakan perintah itu’

Satu tahun pun berlalu
Ramadhan pun berlalu
Namun tak kunjung pula kau memenuhi janji itu
Bukanlah janji kepadaku
Namun janji kepada Penciptamu
Apakah gerangan yang membuatmu ragu?

Orang tuamu?!
Kurasa tidak,karena ku mengenal siapa orang tuamu

Rambut indahmu?!
Merasa tidak PD tanpa terlihatnya mahkotamu?!
Merasa terbelenggu dengan jilbabmu?!
Merasa belum pantas untuk itu?!
Atau merasa belum siap untuk itu?!
Masih banyak alasan lain yang bisa dikemukakan bila kau mau

Wahai Saudariku,
Hampir 2 tahun berlalu
Ramadhan pun akan segera menyeru
Akankah kau penuhi janji itu?!
Janjimu pada Penciptamu
Untuk melaksanakan perintah itu
Untuk menghijabi dirimu
Kutunggu janji itu hingga kapan pun kau mau dan tak ragu
Namun ingat saudariku
Umur kita tak ada yang tahu
Apakah Ramadhan kan menyeru?!
Yuk, gunakan sebaik-sebaiknya waktu

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (25 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
seorang perempuan yang suka menulis dengan kepribadian phlegmatis-melankolis dan dreamy idealist
  • Saya bermimpi dan membayangkan jika semua muslimah di negeri ini dapat ‘menghias’ diri mereka dengan memakai hijab yang sesuai syariat,, Muslimah-muslimah tersebut menjadi menjadi ratu di dalam kerajaan rumah tangganya. Mendidik dan membimbing putra-putrinya sebagai generasi penerus agama dan bangsanya, .. Sungguh bukankah hal tersebut suatu tanggung jawab yg begitu mulia..

Lihat Juga

Guru Honorer Masih Menanti Janji Jokowi