Home / Berita / Nasional / Hati-hati Beritakan Peristiwa di Ambon

Hati-hati Beritakan Peristiwa di Ambon

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Pada Minggu, 11 September 2011, konflik pecah di tiga titik di Kota Ambon, di depan kampus PGSD Universitas Pattimura, Tugu Trikora, dan Waringin. Rusuh dipicu kematian seorang tukang ojek, Darfin Saimen.

Diduga, warga terprovokasi SMS berantai yang menyebut Darfin tewas dibunuh. Padahal polisi menyatakan, kematiannya murni kecelakaan lalu lintas.

Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq memperingatkan, konflik antar kelompok yang terjadi di Ambon bisa meluas dan membesar, “jika semua pihak, termasuk pers tidak hati-hati dalam menyikapi,” kata dia, Senin 12 September 2011.

Wasekjen PKS itu menambahkan, di satu sisi, pers dengan kecepatan informasinya telah membuka pengetahuan masyarakat akan apa yang terjadi, sekaligus menggerakkan masyarakat. “Pers melalui investigasinya juga bisa membatasi gerak jika ada pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh. Namun di sisi lain pers juga harus hati-hati agar tidak melakukan pola pemberitaan yang justru bisa memicu perluasan dan pembesaran konflik,” tambah dia.

Mahfudz mencontohkan pemberitaan yang berisiko memperbesar konflik. Antara lain, mengungkap kembali potret konflik berdarah Ambon pada masa lalu, penayangan berulang-ulang situasi konflik dan kekerasan, pemberitaan yang fokus pada korban-korban kekerasan dan publikasi komentar narasumber yang cenderung negatif. “Pola pemberitaan seperti ini akan menguak kembali trauma masyarakat Ambon dan Maluku terhadap konflik masa lalu yang masih dalam tahap pemulihan,” tambah dia.

Sebelumnya, Ketua Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PMIB) Ronald A Syuta menyatakan, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Maluku, baik yang berada di Maluku maupun di luar Maluku agar bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi situasi yang berkembang dan memecah belah persatuan warga.

“Kami mengharapkan Gubernur, para bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menahan diri tidak mudah terprovokasi,” ujarnya, kemarin.

Ia meminta agar aparat mengusut kejadian di Ambon dan mengantisipasi kejadian serupa. Pihaknya juga mendesak agar presiden tetap menjaga kondisi Maluku yang damai dan aman. (umi/VN)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • #PrayForAmbon

  • al-falah al-amir

    masyarakat indonesia mudah ter-provokasi hanya karena hal yang tidak jelas

  • Get_izzis

    tapi saya bukan dapat info dari pers tapi dari teman tentara TNI yg diterjunkan kesana…. yang insya Alloh kredibel

Lihat Juga

Gubernur Mekah: Iran Harus Hentikan Kedengkian dengan Arab dan Umat Islam