Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kusebut Ia, Angkasa Sang Bunga Peradaban

Kusebut Ia, Angkasa Sang Bunga Peradaban

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com 

Langit baru saja terbangun dari malamnya
lalu rona merekah merah di kaki anak bukit
dibawah cakrawala angkasa-angkasa tegak
kaki-kakinya terhujam ke bumi
tunduk, melantun pada doa-doa
yang sejak gelap subuh ia lafalkan
dalam tahajud-tahajudnya
dalam sujud-sujudnya

dan ini adalah cerita angkasa
yang teguh menjaga
saat terik masih saja merah
dan ini adalah kisah angkasa
yang tak pernah mengeja jasa
karena diatas horison sana
telah ditata

lalu angkasa-angkasa?
cakrawala begitu iba
lalu ia menggantung teduh
mencurah bening cintanya
pada manusia-manusia
pada angkasa-angkasa
tapi mengapa?
bukankah angkasa tak perlu teduh?
angkasa hanyalah manusia
yang kueja ‘akhwat anggun nan perkasa’

Kueja kembali, dan kusebut ia Angkasa sang bunga peradaban…

@markaz pribadiku, memoar mega mendung
langkah kecil untuk ribuan langkah yg harus ditapaki..
Bismillah!! Hamasah…!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Shita Ismaida

Istri dari Iwan Solahuddin muslimah kelahiran Jakarta ini masih menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Ia juga aktif menulis, tulisannya pernah dimuat di websitus islami.

Meski latar belakang pendidikannya Ekonomi, anak sulung ini justru sangat menyukai sastra. Saat ini ia lebih suka menulis. Penggemar aktivitas petualang dan menantang ini punya hobbi hikking, rafting, traveling.

 

situs web penulis : www.ismaidha.blogspot.com ; www.oasepena.wordpress.com
  • Mulki_ar

    Subhanallah, bagus puisinya

  • widi

    subhanallah

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Wajah Hakiki Peradaban Madani, Manifestasi Nilai Ketuhanan dalam Demokrasi Pancasila