Home / Berita / Internasional / Asia / Ulama Arab Saudi Kecam Astronom yang Ragukan Hilal Ramadhan

Ulama Arab Saudi Kecam Astronom yang Ragukan Hilal Ramadhan

Ilustrasi (wordpress.com/stmikbujombang)

dakwatuna.com – Sejumlah ulama konservatif mengancam akan menggugat astronom dan ilmuwan Arab Saudi bernama Khaled Al-Zaaq yang meragukan kesaksian warga yang melihat bulan sabit Syawal terlihat pada 29 Ramadan 29 (29 Agustus).

Setelah mengonfirmasi kebenaran dari kesaksian orang-orang, komite hilal Arab Saudi menyatakan akhir bulan puasa Ramadan dan menandai munculnya Idul Fitri pada hari berikutnya (Selasa, 30/8).

Ancaman itu datang di tengah perdebatan antara para sarjana Muslim dan astronom tentang kemungkinan penampakan bulan pada 29 Agustus.

Menurut kalender Islam, bulan-bulan Arab dapat berupa 29 atau 30 hari paling lama.
Pada banyak kesempatan, Idul Fitri telah dirayakan setelah hanya 29 hari puasa.

Namun, tahun ini perdebatan berubah panas setelah Al-Zaaq secara luas dikutip oleh pers lokal dan situs elektronik yang menyebutkan tidak ada cara untuk melihat bulan sabit pada malam 29 Ramadan.

Sejumlah astronom Saudi telah mengeluarkan pernyataan pers menyatakan bahwa bulan tidak bisa terlihat. Tapi, para ulama Islam yang terkenal membela kesaksian dari orang-orang yang melihat bulan dan berkata Idul Fitri datang di waktu yang tepat.

Mufti Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Asheikh dalam khutbah Jumat pekan lalu di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh menggambarkan orang-orang yang meragukan bulan terlihat sebagai orang yang ingin menyimpangkan warga dengan mulut kotor. (Arabnews.com/OL-5/MIOL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (16 votes, average: 8,38 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • yang tersisa dari peristiwa kemaren

  • Ya ustadz, perbedaan adalah rahmat sepanjang didsarkan pada dalil dan argumen/hujah yang sahih/valid. Tidak perlu diikuti dengan pertentangan yang bisa mengarah pada konflik.

Lihat Juga

Sebanyak 90.183 visa jamaah haji Indonesia tahun 2016 sudah diterbitkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA). (bisnissyariah.co.id)

Alhamdulillah, Visa Calon Haji Gelombang Pertama Telah Selesai