Home / Berita / Nasional / PNS Perempuan Diminta Usir Perokok

PNS Perempuan Diminta Usir Perokok

Ilustrasi - Rokok membakar kita (antismoke.org)

dakwatuna.com – Blangpidie. Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Ir. Syamsurizal,M.Si mengharapkan agar pegawai dilingkungan pemerintahan setempat terutama yang perempuan berani melawan asap rokok dengan cara melarang pegawai yang merokok di dalam ruangan.

Pernyataan itu disampaikan Syamsurizal Senin (5/9) di hadapan para pegawai saat melakukan sidak disejumlah dinas pada hari pertama masuk kantor.

Selain melakukan sidak tentang kedisiplinan PNS pada hari pertama masuk kantor pasca libur panjang Idul Fitri 1432 H, Syamsurizal yang masuk ke seluruh ruangan seperti di Kantor Bappeda, Dinas PU, Dinas Pendidikan, BPKKD, BPBD, dan lainnya selalu mengingatkan agar pegawai tidak merokok didalam ruangan kerja.

Kalaupun ada pegawai yang merokok dirinya meminta kaum perempuan yang ada di dalam ruangan berani melawan.”Kalau ada yang merokok tolong persilahkan ke luar ruangan,” kata Syamsurizal kepada para pegawai perempuan.

Dirinya mengaku, pihaknya tidak melarang pegawai yang merokok tetapi sebaiknya merokoklah di luar ruangan sehingga tidak menggangu lingkungan ruangan kerja. Selain tidak menggangu ruangan juga bisa bersih dari asap rokok.

Menurutnya, sampah yang ada dilantai ruangan kantor selalu dibersihkan setiap masuk kantor. Namun, lanjutnya, tidak sadari bahwa setiap jam pegawai selalu mengkotori ruangan dengan asap rokok yang lebih bahaya dari sampah yang ada dilantai.

”Kalau sepintas kita tidak melihat bahayanya tetapi kalau terus terusan baju yang kita pakai bisa kuning kalau berada didalam ruangan yang merokok,” katanya.

Saat masuki setiap ruangan ketika sidak kemarin, Syamsurizal menekankan agar pegawai yang perokok sebaiknya merokok di luar ruangan, jangan di dalam ruangan.

Seperti ketika berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah, wabup melihat setiap meja dipenuhi satu asbak rokok. Dengan sendirinya ruangan tersebut dipenuhi asap rokok saat bekerja.”Tolong pegawai yang perempuan merlarang pegawai merokok didalam ruangan,” tegasnya yang didampingi oleh Kepala Badan kepegawaian Pedidikan dan pelatihan drh Cut Hasnah Nur.

Bukan saja kepada pegawai, wabup yang melakukan sidak keseluruh ruangan juga meminta pegawai agar berani menyatakan tidak merokok di dalam ruangan kepada tamu yang datang ke kantor.”Kalau pun merokok sebaiknya di luar sebelum masuk keruangan,”tuturnya.

Untuk itu diharapkan kepada kepala ruangan agar tidak menyediakan asbak rokok di dalam ruangan kerja apalagi diatas meja kerja sehingga bila ada tamu yang meminta merokok bisa dilarang. (man/jppn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Al Asyhar

    Sebaiknya sekalian aja dibuat perda larangan merokok di dalam ruangan. Seperti di DKI. Agar berkekuatan hukum. Kasihan PNS Perempuan kalau dibebani tugas ngusir PNS Perokok.

  • Burhani_sdit

    langkah pembelajaran bagi perokok, bhw klo tidak melihat situasi dan kondisi sebenarnya telah membiasakan vandalisme, ya kan? tenangg sajja merugikan banyak orang dan asset.

  • Burhani_sdit

    pembelajaran bagi perokok untuk menyadari tidak sembarangan
    merokoknya, kan menyuburkan VANDALISME. Asal saja merokok
    dg merugikan orang lain dan asset2 umum, paling tidak meribah
    warna ruangan lama-lama. Perlu dikembangkan ke daerah lain.
    Syukur telah di Perda-kan. Manthabs!!!!

Lihat Juga

Tolak Rokok - ilustrasi (Foto: liputan6.com)

Harga Rokok Naik, Apa Dampaknya?