Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kader-Kader Manja

Kader-Kader Manja

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi.  Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja, merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Duh kader-kader manja, masalah pribadi jadi masalah lembaga. Harusnya fokus memikirkan umat, tapi sibuk mengungkit masalah internal yang dibuat buat. Kapan kita geraknya sobat?

Duh Kader-kader manja, selalu enggan datang rapat, kalaupun datang pasti bilangnya “afwan telat”

Duh kader-kader manja, inginnya selalu instan. Ingin dapet jabatan. Ingin terlihat mapan. Kalau tidak berhasil jadinya menjauh dari perkumpulan. Barisan patah hati pun jadi bermunculan.

Duh kader-kader manja, ingin ini ingin itu tapi tak mau bergerak. Hanya bisa berteriak-teriak, duh sampe suaranya serak, tak banyak manfaat.

Duh kader-kader manja, senangnya mengkritisi tapi tak memberi solusi, panjang lebar berdiskusi tapi tak ada aksi.

Duh kader-kader manja,

ternyata usia tak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan. Bersikap seperti anak-anak padahal beban dakwah semakin banyak. Umat ini sedang butuh kontribusimu, jangan kau tambah lagi masalah umat dengan kemanjaanmu. Ingat, Komitmen kita di jalan dakwah ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar. Jadi jangan beralasan meninggalkannya hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi. Syurga itu amat mahal takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja. Buanglah sifat manja, buktikan bahwa kita kader-kader dakwah yang siap bekerja untuk umat dan bangsa.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (159 votes, average: 9,22 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Jupri Supriadi
Lahir pada tanggal 14 Februari 1990 disebuah desa di Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Parung.Saat ini sedang merantau untuk melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada dan berdomisili di asrama Lembaga Pendidikan Insani (LPI), Kompleks Gedung Gema Insani Press Yogyakarta. Sebelumnya menetap selama 3 tahun di Asrama MAN Insan Cendekia Serpong dan menjadi salah satu santri di sekolah tersebut.Salam hangat :) ....
  • Arif_anwar_budiman

    Semoga menjadi mUhasabah kita semua…

  • setuju yg manja dibuang ke laut aja !

    • Abu Syifaa08

      nyarinya susah perlu biaya tinggi masa harus dubuang ke laut berfilir lebih jernih akhi

  • Bisa menjadi renungan sekaligus cermin bagi kita sebagai kader dakwah

  • Muslim Bersaudara

    Kita semua para kader dakwah adalah manusia biasa yang sedang berproses, sedang bersama-sama berusaha untuk memperbaiki diri, sedang berusaha untuk bersama-sama (berjamaah) untuk bisa berkontribusi secara maksimal. Kadang adakalanya saat berdakwah dan berkontribusi dengan semangat menyala-nyala, tetapi kadang juga menjadi Kader Manja. Mari kita bantu Ikhwah kita yang kebetulan lagi Manja, insya allah dengan bantuan kita dengan cara yang tepat, menjadi tidak manja lagi. Ingat! kitapun pada satu saat bisa jadi kader Manja, pada saat itu mudah-mudahan kitapun akan dibantu Ikhwah yang lain dengan cara yang tepat. Ana percaya, mereka semua yang tergabung dalam jamaah dakwah ini, yang bekerja untuk dakwah, meskipun mereka kadang manja, mereka adalah orang-orang yang cenderung pada kebaikan. Bersatulah wahai Ikhwah….Lapangkanlah hati kalian… Terima, dekati dan bantu mereka yang kebetulan lagi manja.

  • Ramadhan

    kalau boleh saya jujur, ini puisi yang agak egois menurut saya … bukannya mendidik malah menjatuhkan, mgkin ini kaidah baru kali ya dalam fiqh dakwah (???) … yang membuatnya mungkin kader mutung yang memproyeksikan dirinya dlm puisi ini atau murobbi ngambek yang punya binaan sebagaimana disinggung di puisi ini, atau mungkin si penulis sedang sekedar mengeluh melalui puisi ini…  dan menurut saya ini puisi ini juga lebih ke mengkritisi dan tidak memberi solusi :D

    anw ambil lebih baik kita ambil hikmahnya saja, kita harus lebih sabar dan memberikan perhatian bahwa masih banyak org gampang mutung / ngambek di lingkungan orang2 yg dianggap baik keislamannya. memang kualitas kognitif tidak selalu menjamin org2 tersebut memiliki kualitas emosi yang baik. kalau boleh saran coba kembangkan narasi yang lebih positif dalam hal membina, bukankah kita harus memberi kabar gembira sebelum memperingatkan, meringankan bukan malah membebani … silakan dirujuk kaedah2 fiqh dakwah yg ditulis syaikh Jumah Amin Abdul Aziz. bukan malah mencaci seperti ini.

    insyaAllah semoga puisi ini tidak mengurangi kualitas websiite dakwatuna yang selalu berisi dan bernas, sungguh sayang kalo harus bertambah satu lagi website dakwah yang isinya tulisan2 bernada blaming ….

    mohon maaf kalau kurang berkenan.

    • Indrasukmayadi

      sabar akhi, tenang2 …
      insya allah tujuannya teh positif, … da simkuring mah teu tersinggung

  • Zha_naruto

    cakeep, sindiran.nya mantab,,

  • Zha_naruto

    cakeep, sindiran.nya mantab,,

  • Abu Zidan

    semoga segera bangkit kader yang sedang tertidur, masa saya bangunkan diri sendiri.. pye toh

  • Abu Zidan

    semoga segera bangkit kader yang sedang tertidur, masa saya bangunkan diri sendiri.. pye toh

  • SEmua ambil hikmahnya saja ,semoga kita jadi lebih baik dan bermanfaat bagi umat..amiin

  • SEmua ambil hikmahnya saja ,semoga kita jadi lebih baik dan bermanfaat bagi umat..amiin

  • kiki_alfatih
  • kiki_alfatih
  • sip…Ayo semangat…. http://www.cakbas88.wordpress.com

  • sip…Ayo semangat…. http://www.cakbas88.wordpress.com

  • smga…bsa menjadi intropeksi buat diri kita

  • smga…bsa menjadi intropeksi buat diri kita

  • Omeyucux

    semoga bsa menjadi intropeksi buat diri kita

  • smga bsa mnjadi contoh bgi kader-kader mnja. agr lbih bertanggung jawab dalm mngemban tugasnya.

  • smga bsa mnjadi contoh bgi kader-kader mnja. agr lbih bertanggung jawab dalm mngemban tugasnya.

  • smga kader2 bsa bertanggung jawab dalm mngemban tugasnya

  • smga kder2 bsa bertanggung jawab dalam mngemba tugasnya.

  • intropeksi buat dri kita

  • smoga kder2 sllu bertanggung jawab dlm mngemban tugasnya

  • smoga kder2 sllu bertanggung jawab dlm mngemban tugasnya

  • salam wbt, 

    mohon izin sharee ya? 

    jazakallah khairr

  • salam wbt, 

    mohon izin share di website http://www.muharikah.com.

    jazakallah khair

  • Opick

    apakah sudah di tabyyunkan..? ^_^

    • Rie

      Sebuah Puisi tidak selalu bicara sebuah fakta, malah sering kali sebuah khayalan..
      Kalau sifat-sifat tadi tidak ada pada kita, jangan dimasukan ke dlm hati
      Kalau ternyada ada, jadilah sebagai teguran

  • oki alkahfi

    keren abizzz

    • Abu Tietis

      Kadang Dakwah memerlukan kemajaan – kemanjaan agar lebih bergairah dalam dinamika 

  • Abu Syifaa08

    sekecil apapun kontribusi kita untuk Da’wah Insya Alloh akan Alloh catat jangan kuatir

  • Abu Syifaa08

    Kadang kemanjaan itu perlu agar tidak monoton yang membuat kebosanan

  • robingah

    izin share ya

  • izin share ya…

  • Ibnunashr

    wah.. subhanallah bagus tulisannya… hampir mirip sama tulisan bang maula ya, yang judulnya “jadi ikhwan jangan cengeng”..hehe

  • adit

    ijin share

  • Aisyah

    wahh
    kaya kejedot

  • Subhanallah…
    ya allah.. ini adlh sbh intropeksi untukku…

  • masalah perlu di kongsi. bukan di simpan..
    sume org ade kelebihan & kekurangan..
    perlu di bantu..
    tpi ape2 pun tangan yg memberi adalah lbh baek dr tangan yg menerima.
    “Mukim yg kuat lbh dicintai Allah berbanding ng mukim yg lemah”. Jzkk

Lihat Juga

Para dai PKPU yang akan dikirim ke 14 benua dalam program Safari Dakwah Ramadhan 1437 H PKPU.(Putri/PKPU)

Ramadhan, PKPU Sebar 19 Dai ke 4 Benua