Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Jangan Merasa…

Jangan Merasa…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (w4hyud1.wordpress.com)

dakwatuna.com

apakah tak perlu lagi ‘bersalaman’ yang ikhlas sepenuh hati

yang penuh kebersahajaan, kehangatan, persaudaraan

‘bersalaman’ tanpa merasa lebih dari yang lain

‘bersalaman’ tanpa membedakan pangkat, kedudukan

entah kau pemimpin ataupun engkau seorang bawahan

entah kau qiyadah entah engkau seorang jundi

entah kau seorang presiden atau engkau hanya seorang pelayan pembuat minuman

entah kau seorang guru ataupun murid

entah senior ataupun yunior

‘bersalaman’ tanpa merasa lebih pantas dihargai dari yang lain

‘bersalaman’ tanpa merasa kau lebih berhak dihormati dari yang lain

karena yang Allah lihat adalah hati dan amalan kita

ketaqwaan kitalah yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lain

Allah-lah hakim yang berhak membedakan

teringat potongan percakapan Rasulullah dengan seorang arab badui:

“Wahai orang Arab! Janganlah berbuat serupa itu (arab badui hendak mencium kaki Rasulullah, karena saking bahagianya, tidak menyangka dirinya akan bertemu dengan Rasulullah. seketika Rasul mencegahnya). Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita

saudaraku

pandanglah kecil banyaknya kebaikan yang kau buat

karena bisa jadi besar kebaikan yang kau anggap, kecil di hadapan Allah

pandanglah besar sekecil apapun dosa yang kau lakukan

karena kecil dosa yang kau anggap bisa jadi besar di hadapan Allah

dosa-dosa kecil adalah benih-benih keberanian untuk melakukan dosa-dosa besar

saudaraku

izzah kita sebagai seorang muslim tidak dibangun dengan pangkat jabatan

tidak pula dilihat dari harta dan kemewahan

apalagi tampang yang setiap waktu akan memudar

izzah kita dibangun dari kesungguhan, keteguhan, kepahaman, keikhlasan, serta keyakinan yang mapan, dalam menjalankan agama Allah, risalah Rasulullah, “Diinul Islam”

yang tidak akan pernah bisa diterjemahkan dan dipahami oleh orang-orang yang terlepas dari petunjuk Allah

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (Hadits Riwayat Muslim).

saudaraku siapa pun kita

sebagai apapun kita nanti

di level manapun kita berada

tidak layaknya membuat diri kita

merasa lebih berhak dihormati dari yang lain

merasa lebih pantas dihargai dari yang lain

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujuraat: 13)

Hanya Allah-lah pemilik kesombongan

ya Rabbi kami berlindung dari fitnah dunia

wallahu’alam

semarang, 27 Januari 2011

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (28 votes, average: 9,54 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Senang rasanya punya banyak temen, tambah kenalan...

dan semua karena Alloh yang luas cinta-Nya tak terhingga...

Lihat Juga

Kusmanto, SH, MH., ketua DPW PKS Papua. (Sunardi)

Kusmanto, Mutiara dari Timur Indonesia yang Memaknai Amanah dan Jabatan sebagai Jalan untuk Pengabdian