Home / Berita / Nasional / MUI: Vaksin Imunisasi Halal dan Baik

MUI: Vaksin Imunisasi Halal dan Baik

Ma'ruf Amin Ketua MUI (inet)

dakwatuna.comDalam ajaran Islam ada wilayah ijtihad. Ijtihad artinya usaha maksimal para ulama untuk menemukan dan mengambil kesimpulan hukum, yang tidak ditemukan ketika Nabi Muhammad masih ada. Ijtihadberarti menetapkan hukum Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin, ijtihad sangat diperlukan untuk menjawab semua permasalahan umat dan bangsa.

“Antara lain, dalam menentukan sesuatu yang halal. Dan meskipun yang halal jelas, banyak juga ditemukan yang samar-samar ataumutyasabihat. Yang samar-samar ini harus dihindari, agar tidak jatuh kepada yang haram,” kata Maruf Amin dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional serta seminar dan lokakarya nasional sosialisasi “Vaksin Imunisasi Halal dan Baik” di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta (Sabtu, 23/7).

Dalam kesempatan ini Maruf juga mengatakan bahwa vaksin imunisasi itu halal dan baik.

Acara ini terselenggara atar kerjasama Majelis Ulama Indonesia dengan Dirjen P2 PL Kementerian Kesehatan RI dan PT Bio Farma. Selain Maruf Amin, hadir dalam acara  Dirjen P2PL Tjandra Yoga Aditama, Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Sudjatmiko, dan Direktur P2PL Kementerian Kasehatan Andi Muhadir.

Menurut Direktur Bio Farma, Iskandar, Indonesia mempunyai potensi besar dalam menghasilkan vaksin nomor satu di dunia. Saat ini Bio Farma telah meneliti dan berusaha menghasilkan vaksin halal melalui campuran hewan dan tumbuhan (recombain) untuk mengganti tripsin.

“Kedepan kami berkomitmen dan bertanggung jawab untuk menghasilkan 100 persen halal. Saat ini Bio Farma telah mempunyai jaringan luas secara internasioal,” kata Iskandar.

Sementara Sudjatmiko mengatakan bahwa imunisasi mutlak diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Begitu juga pemberian air susu ibu (ASI) pada bayi selama dua tahun sangat penting.

“Begitu juga dengan vaksinasi diharapkan menumbuhkan kekebalan tubuh manusia,” kata Sudjatmiko.

Sementara itu, Amirsyah Tambunan  mengatakan bahwa inti  ajaran Islam adalah merealisasikan kemaslahatan (jalb al-mashlahah) dan mencegah terjadinya kemudaratan (daf’u al-madlarrah). Dengan demikian Islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan. Menjaga kesehatan dapat dilakukan pada dua fase. Yaitu  melakukan upaya preventif, agar tidak terkena penyakit dan berobat manakala sakit agar diperoleh kesehatan kembali.

“Disinilah pentingnya vaksinasi untuk menumbuhkan kekebalan tubuh manusia, sehingga terhindar dari penyakit,” tegas Amirsyah. (yan/Zul Hidayat Siregar/RMOL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Helmiindra

    Bagaimana dengan data dan Fakta Jerry d gray di buku “Rasulullah is My Dokter”, beliau menyatakan di Filipina didaerah yg mayoritas masyarakatnya banyak divaksin Cacar ternyata kasus penyakit cacar lebih banyak dari daerah Muslim yg tdk banyak divaksin cacar. Air raksa (timerosal) didlm vaksin &imunisasi didepartemen Pertahanan Amerika dilarang utk persenjataan, anehnya di dep kesehatan itu dipakai utk vaksin & Imunisasi

    • ummu salamah

      Rasulullah mencontohkan bahwa untuk mencegah/preventif terhadap penyakit, maka laksanakan TAHNIK dan ASI , bagi BAYI, yang di peroleh dari harta yang halalan toyiban. harta yang di dapat dengan cara bekerja yang halalan toyiban. bukan Riba, bukan korupsi, bukan jualan benda haram, bukan jualan aurat. Harta yang di peroleh betul-betul dengan cara halalan toyiban. 

      Dan Tindakan pencegahan/preventif pada Anak, Remaja, Dewasa, Orang tua, dengan BEKAM/ HIJAMAH. Bukan VAKSIN.

      Karena bagi orang yang sehat, bayi yang sehat, anak yang sehat, remaja yang sehat, orang dewasa dan orang tua yang sehat, maka mereka bisa memakan maanan yang halalan toyiban untuk tingkatkan imuniti sistem. BUKAN VAKSIN.

      Vaksin yang halalan toyiban itu sendiri adalah Sistem Imunity tubuh yang di dapat dari makanan seperti korma, madu, habatusauda, air zam-zam, minyak zaitun, yang bisa langsung di konsumsi mereka . dan juga sistem Islam secara kaffa, yang memberikan perlindungan kepada seluruh umat. Sandang, pangan papan, kesehatan gratis, pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan yang halalan toyiban , bagi seluruh rakyat baik muslim dan non muslim. Yang diupayakan negara sebagai suatu kewajiban negara terhadap rakyatnya.

    • ummu salamah

      Rasulullah mencontohkan bahwa untuk mencegah/preventif terhadap penyakit, maka laksanakan TAHNIK dan ASI , bagi BAYI, yang di peroleh dari harta yang halalan toyiban. harta yang di dapat dengan cara bekerja yang halalan toyiban. bukan Riba, bukan korupsi, bukan jualan benda haram, bukan jualan aurat. Harta yang di peroleh betul-betul dengan cara halalan toyiban. 

      Dan Tindakan pencegahan/preventif pada Anak, Remaja, Dewasa, Orang tua, dengan BEKAM/ HIJAMAH. Bukan VAKSIN.

      Karena bagi orang yang sehat, bayi yang sehat, anak yang sehat, remaja yang sehat, orang dewasa dan orang tua yang sehat, maka mereka bisa memakan maanan yang halalan toyiban untuk tingkatkan imuniti sistem. BUKAN VAKSIN.

      Vaksin yang halalan toyiban itu sendiri adalah Sistem Imunity tubuh yang di dapat dari makanan seperti korma, madu, habatusauda, air zam-zam, minyak zaitun, yang bisa langsung di konsumsi mereka . dan juga sistem Islam secara kaffa, yang memberikan perlindungan kepada seluruh umat. Sandang, pangan papan, kesehatan gratis, pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan yang halalan toyiban , bagi seluruh rakyat baik muslim dan non muslim. Yang diupayakan negara sebagai suatu kewajiban negara terhadap rakyatnya.

  • Rahim_isnan_alhilman

    apa di negara pembuat vaksin juga menggunakan vaksin?????

    kalau disana gak memakai kenapa kita makai, jangan mudah di bodoh-bodohi dong, Indonesia gak bodoh

  • Rahim_isnan_alhilman

    apa di negara pembuat vaksin juga menggunakan vaksin?????

    kalau disana gak memakai kenapa kita makai, jangan mudah di bodoh-bodohi dong, Indonesia gak bodoh

  • ummu salamah

    Rasulullah mencontohkan bahwa untuk mencegah/preventif terhadap penyakit, maka laksanakan TAHNIK dan ASI , bagi BAYI, yang di peroleh dari harta yang halalan toyiban. harta yang di dapat dengan cara bekerja yang halalan toyiban. bukan Riba, bukan korupsi, bukan jualan benda haram, bukan jualan aurat. Harta yang di peroleh betul-betul dengan cara halalan toyiban. 

    Dan Tindakan pencegahan/preventif pada Anak, Remaja, Dewasa, Orang tua, dengan BEKAM/ HIJAMAH. Bukan VAKSIN.

    Karena bagi orang yang sehat, bayi yang sehat, anak yang sehat, remaja yang sehat, orang dewasa dan orang tua yang sehat, maka mereka bisa memakan maanan yang halalan toyiban untuk tingkatkan imuniti sistem. BUKAN VAKSIN.

    Vaksin yang halalan toyiban itu sendiri adalah Sistem Imunity tubuh yang di dapat dari makanan seperti korma, madu, habatusauda, air zam-zam, minyak zaitun, yang bisa langsung di konsumsi mereka . dan juga sistem Islam secara kaffa, yang memberikan perlindungan kepada seluruh umat. Sandang, pangan papan, kesehatan gratis, pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan yang halalan toyiban , bagi seluruh rakyat baik muslim dan non muslim. Yang diupayakan negara sebagai suatu kewajiban negara terhadap rakyatnya.

  • ummu salamah

    Rasulullah mencontohkan bahwa untuk mencegah/preventif terhadap penyakit, maka laksanakan TAHNIK dan ASI , bagi BAYI, yang di peroleh dari harta yang halalan toyiban. harta yang di dapat dengan cara bekerja yang halalan toyiban. bukan Riba, bukan korupsi, bukan jualan benda haram, bukan jualan aurat. Harta yang di peroleh betul-betul dengan cara halalan toyiban. 

    Dan Tindakan pencegahan/preventif pada Anak, Remaja, Dewasa, Orang tua, dengan BEKAM/ HIJAMAH. Bukan VAKSIN.

    Karena bagi orang yang sehat, bayi yang sehat, anak yang sehat, remaja yang sehat, orang dewasa dan orang tua yang sehat, maka mereka bisa memakan maanan yang halalan toyiban untuk tingkatkan imuniti sistem. BUKAN VAKSIN.

    Vaksin yang halalan toyiban itu sendiri adalah Sistem Imunity tubuh yang di dapat dari makanan seperti korma, madu, habatusauda, air zam-zam, minyak zaitun, yang bisa langsung di konsumsi mereka . dan juga sistem Islam secara kaffa, yang memberikan perlindungan kepada seluruh umat. Sandang, pangan papan, kesehatan gratis, pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan yang halalan toyiban , bagi seluruh rakyat baik muslim dan non muslim. Yang diupayakan negara sebagai suatu kewajiban negara terhadap rakyatnya.

  • Critterkid7

    apakah dari MUI tidak ada yang membaca buku Ummu Salamah SH Hajjam, yang memberikan informasi yang sangat akurat, ? apakah Ummu Salamah belum mnenghadap MUI dan memberikan solusi? menurut beliau, sudah pernah sampaikan ke MUI di Bogor, pada tahun 2009. Bukunya, sangat bagus. karena di lengkapi VCD dan juga sambutan para dokter . Bukunya “Vaksinasi, Dampak konspirasi dan solusi sehat ala Rasulullah SAW” silahkan FB ummu salamah al hajam. no hp beliau : 081398665033 

    Saya usulkan kepada MUI dan seluruh pihak terkait sebaiknya undang Ummu Salamah untuk dapat memaparkan pendapat beliau, insyallah beliau sudah mempunyai dewan pakar yang dapat memperkuat apa yang di paparkan secara ilmiah. sekarang ini  sudah banyak anak-anak terselamatkan dan sehat serta cerdas, tanpa di vaksin. 

  • Sejauh yg saya tahu ketika di SMA belajar Biologi dan Kimia. Vaksin imunisasi bahan bakunya berasal dari bakteri dan zat kimia yang sifatnya berbahaya bagi tubuh manusia. Kalo MUI bilang vaksin imunisasi halalan thoyyiban dan ada maslahah di sana. Hal tersebut kontradiksi dengan kandungan zat yang terdapat dalam vaksin. Jangan sampai MUI dijadikan tameng untuk kepentingan bisnis.

  • Fiabuana

    Menakutkan…. Ustad Jerry D Gray penulis Buku Rasullullah Is My Doctor waktu kami undang  ke Bali memberikan jawaban yang sangat singkat namun jelas ketika ada seorang dokter yang protes ketika beliau bicara masalah vaksin, jawabannya” ITU MASALAH KEIMANAN…”wah siapa coba yang ga takut kalo kita ngerasa sebagai orang yang beriman?

  • Ummu Salamah SH, Hajjam

    Tindakan preventif atau pencegahan terhadap penyakit contoh Rasulullah SAW,atau IMUNISASI contoh Rasul yaitu dengan Program TAHNIK,dan ASI halalan toyiban, yang diperoleh dari makanan halalan toyiban dan harta halalan toyiban. bukan dari cara korupsi, riba , jualan aurat, untuk BAYI dan BEKAM untuk anak, remaja, dewasa, dan orang tua sebagai tindakan Preventif /Pencegahan terhadap penyakit.BUKAN VAKSIN.

    Mengupayakan sandang, pangan papan, kesehatan gratis, pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan yang halalan toyiban untuk seluruh rakyat. baik muslim dan non muslim, baik yang kaya dan yang miskin. 

    Sehingga mampu menjaga sistem Imunity tubuh. Konsumsi obatan Herbal Resep Rasulullah SAW, serta pola makan yang halalan toyiban. Yang merupakan kewajiban Negara untuk memenuhi seluruh kebutuhan rakyat.

    Allah Swt. berfirman:
    وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
    Tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta. (QS al-Anbiya’ [21]: 107)

    Tentu tidak hanya orang Islam yang akan merasakan rahmat Allah yang dihasilkan dari penerapan sistem kehidupan Islam, tetapi juga non-Muslim, bahkan seluruh alam.

    Memahami bahwa manusia adalah ciptaan Allah maka tentu kita sebagai manusia patut yakin dan pecaya kepada aturan Allah dalam segala tatanan kehidupan , termasuk bidang kesehatan, yang merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya kesehatan bagi semua. 

    Inilah solusi yang kami tawarkan untuk dapat di laksanakan segera, mengganti Program Vaksin yang rusak, dengan Program Tahnik,ASI Halalan toyiban, dan bekam solusi sehat Methode Rasululullah. 

    Untuk Umat Islam , ketika ada contoh Rasul, maka tidak ada lagi pilihan lain untuk mereka, kecuali tunduk dan taat. Karena selain contoh Rasul, maka itu adalah langkah-langkah setan.

    Semoga para pejabat negara yang berwenang dapat segera memasukkan dan melaksanakan program imunisasi Alami methode Rasul ini sebagai program menyelamatkan kesehatan generasi bangsa Indonesia, Amin.

    Sharia 4 Indonesia (Sharia for Indonesia) 
    Divisi Pelayanan Umat Bidang Kesehatan.

    http://www.sehatislami.co.cc     
    FB ummu salamah al hajjam
    FB ummu salamah al hajjamII

  • Stp Dinkeskalsel

    Assalamualaikum Vaksin Halal sudah jelas ngga usah dipermasalahkan lg, kalo sudah ngga percaya sama MUI dan Negara Indonesia Silahkan Keluar dari Negara Indonesia ngga usah hidup dinegeri ini, siapa yang mau menjamin  kalo Program Imunisasi di hentikan tidak terjadi wabah penyakit dan kematian pada bayi, balita dan juga orang tua!!! apa ngga parah tuuh,,tanggung tuh dosa kalo sampe itu terjadi , itu juga keeenakan kalo cuma nanggung dosa tanggung jawab tuh dengan orang tuanya, jangan menyalahkan program pemerintah doonk, kasih data yang jelas dan ilmiah lakukan penelitian jangan ngambil data penelitian yang ngga jelas, dan update donk data sebelum ngasih info jangan data sampah yang sudah expired, ilmu kesehatan sekarang kan sudah majuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu sekaliiiiiiiiii jangan jadi katak dalam tempurung, belajar lah sampai ke negeri cina biar pintar, kasian kan masyarakat yang kurang mengerti mengenai imunisasi kemudian dikasih informasi sama orang yang basic pendidikannya bukan Public health, kita ini adalah masyarkat ilmiah jadi semuanya harus berdasarkan data data yang empiris donk bukan buku populer, metode tahnik baik, habbatusauda juga baik teruskan ngga ada yang ngelarang metode tersebut tapi imunisasi juga sudah jelas dapat menimbulkan kekebalan spesifik  terhadap satu jenis penyakit dan ini adalah tindakan yang paling aman dan biayanya paling murah dan sudah digratiiiiiiiiiiiiiiiiiiis kan pemerintah dibanding metode lain yang belum tentu sehat dan steril menurut ilmu kesehatan, ngapain kita sekolah kalo kita percaya sama buku yang menyajikan data atau informasi yang ngga jelas dan ngga ilmiah.    

  • ABDUL CHALIQ

    Dengan kita mengimunisasi anak kita, itu adalah tindakan untuk menyehatkan bayi yang sudah sehat agar lebih sehat sebelum bayi tersebut terpapar dengan bibit penyakit berbahaya, dengan kita mengimunisasikan anak kita maka akan timbul reaksi imunologik atau pembentukan kekebalan tubuh karena tubuh mulai membentuk antibodi dan mengenali bibit penyakit yang sudah dilemahkan yang dimasukkan ke tubuh anak kita, maka akan timbul reaksi panas atau gatal maka itu adalah hal yang normal, disinilah permasalahn kita kadang orang tua tidak terlalu mengerti mengenai proses ini sehingga tanggapan orang tua mengenai imunisasi menjadi miring karena imunisasi bukan menyehatkan malah membikin sakit anak nya,  padahal coba kita pikir dampak positif imunisasi karena tidak bisa dilihat pada saat penyuntikan tapi pada saaat tubuh sudah membentuk antibodi, inilah yang diharafkan oleh pemerintah generasi yang sehat kuat dan cerdas berakhlak, beriman sesuai ajaran RAsulullah,SWT.
    Sekarang ini vaksin sudah jelas kehalalannya jadi untuk apa diperdebatkan,
    Saat ini 194 negara termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam.  terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi  vaksin di  negara tersebut, umumnya terdiri dari dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, biostatistika dll. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% .
     terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi  vaksin di  negara tersebut, umumnya terdiri dari dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, biostatistika dll. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% .
    vaksin digunakan     

Lihat Juga

Tanjung Balai

Menurut MUI, Tiga Hal ini Yang Menjadi Pemicu Kerusuhan Tanjung Balai