Home / Berita / Internasional / Eropa / Breivik, Teroris Anti-Islam Norwegia

Breivik, Teroris Anti-Islam Norwegia

Anders Behring Breivik, teroris Norwegia (AP Photo/via Scanpix)

Dia sempat membeli pupuk sebanyak 6 ton pada Mei lalu.

dakwatuna.com Pelaku pengeboman di Oslo dan penembakan brutal di Pulau Utoya, Norwegia–yang menewaskan sedikitnya 92 orang–sudah diketahui. Dia adalah Anders Behring Breivik. Terungkapnya aksi bejat Breivik mematahkan spekulasi yang beredar bahwa aksi teror itu didalangi kelompok militan Islam.

Siapa sebenarnya Breivik? Seperti dilansirBloomberg, Wakil Kepala Kepolisian Oslo Roger Andresen menjelaskan pemuda ini tidak memiliki catatan tindak pidana apapun selama ini.

Breivik merupakan seorang Kristen fundamentalis yang memiliki pandangan politik kanan dan anti-Islam. Pada 1999 sampai 2004, dia menjadi anggota Progress Party, partai anti-imigran yang kini merupakan partai terbesar kedua di Norwegia. Dia secara rutin membayar iuran anggota di partai itu.

Juru bicara partai, Mazyar Keshvari, dalam surat elektroniknya mengatakan Breivik juga tercatat sebagai anggota gerakan pemuda Partai Progress pada periode 1997-2007. Dia pun pernah menjadi wakil ketua di salah satu kegiatan lokal partai itu di Oslo.

Tertera di halaman Facebook-nya, Breivik pernah mengenyam sekolah bisnis di barat Oslo. Dia memiliki sebuah peternakan di kota kecil Rena, yang dinamai Breivik Geofarm. Direktur perusahaan pertanian Felleskjoepet, Jan Kollsgaard, mengatakan Breivik sempat membeli pupuk sebanyak 6 ton, pada Mei lalu.

Masih di halaman Facebook-nya, Breivik menulis berhaluan politik konservatif dan memiliki hobi berburu. Buku-buku favoritnya antara lain ‘On Liberty’ karangan John Stuart Mill, ‘1984’ karya George Orwell, dan ‘The Trial’ karangan Franz Kafka.

“Seorang yang memiliki keyakinan setara dengan kekuatan 100 ribu orang yang hanya memiliki rasa ketertarikan,” demikian tweet Breivik pada 17 Juli lalu. Di akun Twitter-nya, Breivik menyebut dirinya seorang filsuf dan ekonom.

Pada 17 Februari 2010, di situs Norwegia Document.no, ditemukan pula catatan Breivik. Pria berusia 32 tahun ini menulis pernyaaan bernada anti Islam, “Sebanyak 80 persen Muslim ‘moderat’ disebut telah mengabaikan Al Quran. Padahal, dibutuhkan cuma sedikit orang untuk merekayasa kecelakaan pesawat. Bagi saya, adalah munafik menyebut Muslim, Nazi dan Marxis, berbeda.”

Seperti negara-negara Nordik lainnya, Norwegia memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi. Sebagian besar pemilik memilih senjata semi-otomatis dan senapan bolt-action dengan alasan untuk keperluan berburu.

Pada 1 Januari 2010, sebanyak 439 ribu warga Norwegia tertera di Daftar Pemburu Norwegia. Itu artinya, setiap satu dari 10 warga Norwegia memiliki senjata api.

“Berdasarkan apa yang dia post di Internet, Breivik memiliki pandangan politik berhaluan kanan dan anti-Muslim. Namun, motif penyerangannya masih belum diketahui,” kata Kepala polisi Nasional Norwegia, Sveinung Sponheim, sebagaimana dilansir laman Daily Mail, Sabtu, 23 Juli 2011. (kd/Ismoko Widjaya/VN)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Gitasenja

    kalo di Indonesia kejadiannya, langsung keluar statement “pelakunya dari kelompok anu, sering mengadakan pengajian di mesjid anu, pernah belajar di pesantren anu”.. saking phobianya sama Islam.. Allahu Akbar!!!

Lihat Juga

Ilustrasi. (id.finspi.com)

Islam Menghendaki Kemudahan