Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menikah, Keputusan Seumur Hidup

Menikah, Keputusan Seumur Hidup

Ilustrasi (singkawangstrike.blogspot.com)

dakwatuna.com – Suatu saat saya pernah ditanya oleh seorang kawan. “Ustadz, saya ingin menikah tapi tabungan saya belum cukup dan banyak untuk melangsungkan pernikahan”. Dan jawaban saya waktu itu adalah menyuruh kawan saya ini untuk menabung hingga 3-5 tahun mendatang.

Tahun terus berjalan, dan waktu itupun tiba. Maka kawan saya ini kembali bertemu, lalu saya Tanya, “Apakah antum sudah siap melamarnya?” Kawan saya ini menjawab, “Afwan ustadz, ternyata tabungan saya belum cukup”.

Lalu sambil guyon, saya Tanya kawan saya ini. “Antum ini, mau nabung atau mau nikah?” tanya saya. Ditanya seperti itu, kawan saya ini pun tersipu malu dengan rona wajah yang merah menahan malu? “Yah, maunya sih nikah donk ustadz. Masa nabung terus, nanti gak nikah-nikah,” jawabnya tersipu malu.

Menikah bukan hanya dibayangkan saja, tetapi pastinya akan terlintas dalam benak kita. Boleh saja kita merencanakan hidup ini, memikirkan mimpi-mimpi indah. Nah, persiapan menikah atau berkeluarga tidak hanya dimulai dari satu atau dua bulan sebelum acara resepsi berlangsung. Akan tetapi harus dirancang semaksimal dan sebaik mungkin.

Menikah adalah keputusan seumur hidup. Maka, sekali saja salah langkah, arah dan jalan, maka hidup anda akan berubah. Semakin dini persiapan kita, maka hal itu semakin bagus. Bila bisa diibaratkan dengan pertandingan tinju, maka ada atau tidak ada musuh anda harus melatih pukulan, jab, tangkisan, dan sebagainya.

Persiapan yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan diri menerima orang lain, menerima kekurangan dan kelebihan orang lain yang nantinya akan menjadi pendamping kita. Ingat, calon pasangan kita nantinya adalah ‘mahkluk’ asing bagi anda, meskipun mungkin anda telah mengenalnya selama 10 tahun.

Pertama, dengan berkeluarga (baca; menikah) segala kebiasan buruk dan baik kita akan terlihat, dan anda akan tahu masa lalu pasangan, begitu pula sebaliknya dia akan tahun baik dan buruknya kita. Dan yang pasti anda harus menerima itu. Ingat, hidup pasangan anda tidak dimulai ketika dia bertemu anda. Banyak sisi gelap yang akan tersingkap dan anda harus menerima itu dengan segala konsekuensi yang ada.

Kedua, persiapan ketrampilan. Banyak loh yang panik, hanya gara-gara daging yang dimasak dan direbusnya selama 2 jam kok nggak empuk-empuk, atau bahkan bingung caranya benerin kran bocor. Mungkin dalam benak anda, anda bisa bilang ah…ntar aja deh, kan bisa sambil jalan betulinnya.

Padahal, kran bocorrr harus bisa diperbaiki segera, jika tidak rumah anda akan seperti kapal karam. Nah, mumpung belum punya rumah sendiri kenapa enggak belajar?? Pokoknya belajar semua ketrampilan yang ada, termasuk belajar menulis. Yang wanita bisa belajar manajemen, tata rias, atau keterampilan lainnya, dan sebagainya. Dan setelah itu praktekkan sekarang juga, sehingga nantinya anda sudah terbiasa. Ada yang bisa nambah informasi atau wejangan. Semoga keputusan baik anda untuk menikah, bisa menjadi pengalaman terbaik agar bisa membawa keluarga anda menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahmah.

Jika di dunia ini ada surga, maka surga itu adalah pernikahan yang bahagia. Rasulullah SAW berkata ‘Baiti Jannati”, Rumahku Surgaku. Kebahagiaan merupakan hal yang relatif. Tiap orang mempunyai ukuran berbeda-beda. Namun kebahagiaan hakiki dapat kita peroleh hanya dengan mengikuti petunjuk jalanNya.

Ingin memiliki rumah tangga yang bisa kita jadikan surga kita didunia? Ikutilah petunjuk Rasulullah SAW. “Lihat agamanya niscaya kalian akan mendapatkan semuanya”. Selamat menikmati, bagi anda yang ingin menikah dan selamat berbahagia untuk anda yang telah berkeluarga.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (210 votes, average: 9,28 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Cecep Y Pramana
Pegiat sosial kemanusiaan, dakwah online, motivasi online. Baca buku, tulis menulis, jalan-jalan, hiking, foto-foto, media online. Bekerjalah, walaupun dengan langkah-langkah kecil
  • Subhanalloh……..

  • Subhanalloh….. :-)

  • Subhanlloh…. :-)

  • semoga aj gw bsa nikahh heheheh

  • Seaboy Coolfarmer

    tmbh ilmu lg,,, alhmdllah

  • Qikeys

    ana sebenarnya ingin sekali menyempurnakan iman dan islam dengan menyegerahkan menikah.tetapi rasa takut untuk menjalani dengan orang yang baru saya kenal tak bisa untuk dihilangkan

  • andai ada yang mengajak aku menikah….

    • Wahyu arief romadhan

      sejauh mana ikhtiarnya? :)

  • kalau udah begini gak ada alasan lagi untuk menikah..

  • Uzthi_khasanah

    ^_____^

    • Ok Optimis

      “yes dgn ana aja”

  • Didik Setyanto

    lebih cepat lebih baik ! laksanakan…..!

  • A. chaerudin

    kalau sudah cukup bekal dan umur, ngapain ditunda!!! rezeki Allah yang ngatur kok…

  • Maghensa

     iya, kalau tiba saatnya jangan ditunda tunda, nikah ga harus punya banyak tabungan kok, banyakin sedekah aja, ntar sdh ada yang ngatur…. hehee…. (by: yang hbis nkh)

  • Masih dalam tahap ikhtiar.. mohon doanya dari ikhwan wa akhwati sekalian…

  • Suryaprakoso

     menambah wawasan Alhamdulillah

  • A_djunaedi2002

    Afwan ustadz….. ana mohon izin unduh, untuk majalah KELUARGA, majalah intern BP4 Pusat, yang disebarkan di KUA-KUA di Indonesia…. Jazakillah khair ustadz

  • Bener jg tuh.. hehe…

  • Bener jg tuh…. hehe…

  • Moelqyutz

    sepakat…memang harus mulai banyak belaar dari sekarang,,biar gak kaku…

  • Ririn Rahayu

    Semoga indah pada waktunya ^_^

Lihat Juga

Ilustrasi. (muslim365.com)

Allah SWT Menyayangi Keluarga Romantis