Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Karakteristik & Perilaku Tarbiyah

Karakteristik & Perilaku Tarbiyah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

Judul Buku : Karakteristik & Perilaku Tarbiyah (Shifaat Wasulukiyattarbawiyah)
Penulis : Muhammad Abdul Halim Hamid
Alih Bahasa : Amang Syafruddin, Lc.
Editor : Halfino Berry
Penerbit : Asy Syaamil Press
Cetakan ke : 1
Tahun Terbit : 2001
Jumlah Hal : 108 halaman

dakwatuna.com – Para da’i berbeda dengan masyarakat umum. Tugas yang diemban dan kewajiban yang dilaksanakannya lebih berat dari masyarakat lainnya. Karena itu, seyogyanya mereka mempersiapkan diri secara serius, sehingga mampu mengemban amanah agama, melanjutkan perjuangan Nabi dan Rasul, dan mencapai sasaran target meskipun harus menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Itulah latar belakang penulis, Muhammad Abdul Halim Hamid, seorang da’i yang menguasai dua ilmu yaitu syariat dan dakwah.

Buku ini memang bukan buku baru (up to date) tetapi buku ini masih relevan bila diangkat dalam sebagai rekomendasi bacaan bagi para da’i. Buku ini dikemas cukup apik, dengan jumlah halaman yang tidak tebal, 94 halaman, dapat menjelaskan secara rinci dan tegas serta lugas kepada para pembaca tentang makna tarbiyah dan yang melingkupinya. Buku ini ditujukan khusus kepada para da’i yang semakin lama mendapatkan tuntutan sangat signifikan dalam mengantisipasi berbagai hambatan dan peluang yang muncul di masyarakat. Ust. Amang Syafrudin, Lc. sebagai editor, dalam kata pengantarnya, menjadikan buku kecil ini sebuah literatur penting dalam memahami tarbiyah dan dakwah.

Sekilas tentang buku kecil yang terbagi menjadi 4 BAB ini menggambarkan antara gagasan dan nasihat yang singkat namun padat. Penulis menggagas aspek-aspeknya dan menganalisis persoalan dengan pendekatan yang akurat, yaitu pendekatan tarbawi (edukatif). Misalnya, aspek tsiqoh (kepercayaan), penulis mengupasnya dngan lugas, mulai dari bentuk tertinggi yakni tsiqoh pada Allah Swt sampai dengan tsiqoh pada diri sendiri, yang dibutuhkan dalam membangun visi dan mengembangkan misi seorang da’i.

Bekal tsiqoh ini menjadikan seorang da’i mendapatkan bimbingan dalam berinteraksi secara social sebagai bagian dari kecerdasan emosionalnya. Sikap lembut dengan segala dimensinya –keluwesan misalnya- menjadi usulan prioritas kerja social sang da’i. Banyak persoalan yang semula sulit diselesaikan lantas Allah beri solusi melalui kelemhalembutan ini. Penulis juga seorang yang telaten dalam meyakinkan pembaca tentang sukses dakwah kelembutan ini. Hadits dan siroh para Rasul dan Shahabat menjadi basis penjelasannya.

Selanjutnya, jiddiyah (kesungguhan) dan indhibath (kedisiplinan) juga merupakan komponen yang menentukan kepercayaan seseorang menjadi kenyataan dan pembeda antara visi dan angan-angan para da’i. Serta perjuangan (jihad) dan pengorbanan (tadhhiyah) adalah pilar-pilar untuk mengidentifikasikannya.

Ust. Amang Syafrudin, Lc di akhir kata pengantarnya, menjelaskan bahwa disinilah sifat dan perilaku tarbawi yang dibangun dan dikembangkan dengan pendekatan edukatif menjadi sangat signifikan. Karakteristik-karakteristik dasar yang menentukan perilaku muslim, terutama seorang da’i hanya akan tumbuh sehat dalam suatu lingkungan pendidikan (tarbiyah).

Muhammad Abdul Halim Hamid mengutip perkataan Al-Hafizh Ibnu Katsir di halaman 79, “Qatadah, Sa’id bin Jabir, dan yang lainnya berkata, “Bersihkan hati dan niatmu dari dosa dan maksiat, dan tinggalkanlah.” Di awal, semangat yang dibangun adalah semanagt para da’i yang menjadi tumpuan umat sehingga da’i adalah orang yang cepat dalam merespon kebajikan dan cepat pula dalam meninggalkan kemaksiatan. Di antara bencana yang paling berbahaya adalah bencana lidah, karena didalamnya mengikut ghibah, debat dan berbantahan, dan berdalih (tauriah) yang sangat berbahaya dan merusak. Sungguh dakwah dibangun atas dasar kejujuran, keterusterangan, dan kejelasan dalam berinteraksi yang bersih dari bencana lidah seperti itu.

Selain pembahasan yang lugas dan tegas, dari segi bahasa termasuk yang mudah dipahami dalam tiap paragraph sehingga tidak mempersulit para pembaca, terutama yang terbiasa membaca buku dengan teknik membaca cepat. Disertai lengkap dengan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits Rasulullah Saw, dan siroh para Rasul dan Shahabat sehingga memudahkan pembaca memahami pokok pembahasan. Dari segi gaya penulisan (page layout) cukup menarik pembaca untuk terus membaca, dengan design simple dan ringkas. Namun, disela-sela tulisannya, penulis masih menyisakan hadits-hadits Rasulullah Saw yang tertulis tanpa periwatnya sehingga dapat menjadikan pembaca bertanya-tanya apakah ini hadits atau termasuk dalam ulasan siroh atau syair-syair Arab atau kata nasihat saja. Secara keseluruhan, saya memberikan rekomendasi kepada pembaca untuk membaca buku kecil ini karena saya yakin setiap da’i selalu membutuhkan wawasan dakwah dan tarbiyah untuk mengingatkan dan penguat diri pada asholah dakwah dan tarbiyah ini. Wallahu a’lam

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,64 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Christian Atanila
Saya seorang mu'alaf. Saya hijrah dari agama Katholik pada tahun 1996. Nama asli (sesuai akte) saya, Christian Atanila. Nama kecil saya, Thomas Tope Christian Atanila Nillan. Nama hijrah saya, Abu Dzar. Nama panggilan saya, Iyan. Dalam hidup terkadang ada masa semangat dan lemah. Untuk sentiasa menyemangati diri saya, motto hidup yang saya ambil "Rekreasiku adalah Berjihad". Jihad dalam makna yang hakiki dan luas. Rekreasiku adalah membawa manfaat pada sesama. Rekreasiku adalah menebar senyuman pada sesama. Rekreasiku adalah menjalankan perintah Tuhanku. Rekreasiku adalah mencegah sesama dari yang munkar...

Lihat Juga

Spirit yang Hilang, Aku Rindu “Masa” Itu